Kompas.com - 11/09/2015, 12:07 WIB
EditorI Made Asdhiana
MENYERUPUT kopi sambil menikmati simfoni serangga malam di sejuknya lereng Merapi. Itulah asyiknya ”ngupi-ngupi” di kedai Melcosh, di Jalan Kaliurang, Kilometer 23, Sleman, DI Yogyakarta. Ada jadah bakar, tempe mendoan, dan pisang bakar, jajanan rakyat sebagai kawan menikmati kopi hangat.

Sejuk kala malam dan teduh di hari siang. Itulah kedai Melcosh berada di kaki Gunung Merapi, sekitar 2 kilometer ke bawah dari tempat wisata Kaliurang, Kedai dirancang semioutdoor alias setengah terbuka. Didesain oleh arsitek Andreas Hartono dan Aryanto Sujarwo, Melcosh menggunakan atap dengan kerangka bambu, dengan penutup berbahan elastis. Lengkung-lengkung atap dan tiang membentuk rongga-rongga mirip bunga terompet yang meredam panas siang.

Kedai tidak menggunakan dinding penyekat sehingga kita bisa leluasa melihat kebun seluas 3,4 hektar lebih di sekeliling. Udara dari pepohonan teduh di kebun itu mengirimkan rasa sejuk. Kebun itu pula yang menjadi arena pergelaran simfoni serangga malam. Atmosfer itulah yang menemani kita menikmati kopi dan hidangan Melcosh.

KOMPAS/FRANS SARTONO Kedai Melcosh di Jalan Kaliurang Km 23, Sleman, DI Yogyakarta, yang menyuguhkan kopi Indonesia. Interior dengan kerangka bambu dan atap ringan.
Malam itu jarum jam menunjuk pukul sembilan lebih delapan menit. Kafe temaram dengan nyala lilin. Secangkir kopi dari Siborongborong sudah tandas. Ini kopi dari tanah Tapanuli Utara, Sumatera Barat, dengan elemen rasa rempah, herbal yang kuat. Kopi siborongborong menjadi salah satu kopi pilihan Melcosh, selain kopi kintamani dari Bali, gambung dan ciwidey (Jabar), mandailing (Sumut), raung (Jatim), gayo (Aceh), toraja (Sulut), timika (Papua), dan kopi merapi.

Semua kopi diracik sejak dalam bentuk biji, kemudian digiling sesaat sebelum diseduh. Jadi dijamin, kopi sampai ke meja dalam rasa dan aroma primanya. Maklum, pendiri Melcosh, Y Deni Sulistiwawan Pr, adalah penikmat kopi. Ia hanya menghidangkan kopi yang sudah lulus dari uji cecapnya. Jika ia mendapati rasa kopi yang kurang pas menurut indera pencecapnya, ia tidak akan menghidangkan kepada tamu. Jika mendapat kopi di bawah standar alias jelek, Deni akan komplain kepada pihak penggarang biji kopi (roastery).

”Ada yang roasting-nya (penggarangan) tidak merata. Tapi, ada yang terlalu medium dark. Kalau mendapat kopi seperti itu, kami akan lakukan roasting ulang. Kadang kami blend (campur) dengan kopi lain sehingga bitter (rasa pahit kopi), acid (keasaman) fruity-nya sebanding,” kata Deni yang mengakui bahwa dia bukan ahli kopi, tetapi hanya penikmat berat.

Jadah, mendoan

Sebagai pengantar menikmati kopi, Melcosh menyediakan sejumlah pilihan menu ndeso. Di antaranya adalah jadah, mendoan, pisang bakar, dan tempe garit. Jadah adalah penganan khas Kaliurang yang biasanya disajikan bersama tempe bacem. Jadah bakar di kedai ini disajikan dalam beberapa pilihan, mulai dari ”original” alias polosan, hingga jadah bertaburan cokelat keju dan kacang tumbuk. Jadah dihidangkan dalam bentuk pipih, setengah lingkaran, sehingga mudah dipotong dan digigit.

KOMPAS/FRANS SARTONO Kedai Melcosh, Jalan Kaliurang Km 23, Sleman, DI Yogyakarta, di lingkung kebun dengan udara segar.
Ada yang agak unik, yaitu Nasi Goreng Melcosh. Ini sebenarnya nasi goreng biasa, tetapi bentuknya kerucut seperti tumpeng. Gunung kecil itu diletakkan di atas telur dadar agak kering yang memberi rasa gurih. Ia seperti lautan pasir di sekitar Merapi ”Ada lahar panas dan lahar dinginnya lho ha-ha...,” kata Deni.

Kaki gunung itu dikitari ”lahar panas” berupa mayones yang menyumbang rasa manis. Adapun ”lahar dingin” berupa potongan daging ayam dan bakso yang gurih. Dan awas, di dalam gunung itu ada ”magma” berupa cabai. ”Ya, karena kita di Merapi, bentuknya kami bikin seperti Gunung Merapi,” kata Deni.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.