Kompas.com - 07/01/2016, 08:36 WIB
Proses penuangan Kopi ala Turki di Kedai Kopi Kimung, Depok, Jawa Barat, Rabu (6/1/2016). KOMPAS.COM/WAHYU ADITYO PRODJOProses penuangan Kopi ala Turki di Kedai Kopi Kimung, Depok, Jawa Barat, Rabu (6/1/2016).
|
EditorI Made Asdhiana
DEPOK, KOMPAS.com - Teko kecil dengan tangkai kayu dan berbahan tembaga berwarna coklat keemasan tersaji di atas meja.

Teko tersebut memiliki motif bertitik kuning, hijau, dan merah juga ukiran-ukiran. Di dalamnya terisi kopi berwarna hitam siap untuk diseruput. Itulah kopi ala Turki yang ditawarkan oleh Kedai Kopi Kimung.

Supervisor Kedai Kopi Kimung, Dendi Ginanjar mengatakan menu Kopi Ala Turki merupakan salah satu menu yang disajikan untuk para pengunjung. Ide awalnya berasal dari pemilik Kedai Kopi Kimung Syahrizal Syarif saat pergi ke Turki.

KOMPAS.COM/WAHYU ADITYO PRODJO Sajian kuliner Kopi ala Turki di Kedai Kopi Kimung, Depok, Jawa Barat, Rabu (6/1/2016).
"Kopi ala Turki terinspirasi ketika pemilik Kedai Kopi Kimung berkunjung ke Turki pada tahun 2012. Dia meminum di sana dan ada penyajian kopi namanya ibrik. Kemudian dia disajiin di sini," kata Dendi kepada KompasTravel saat ditemui di Kedai Kopi Kimung, Depok, Rabu (6/1/2016).

Ia menceritakan jika penyajian kopi dengan gaya Turki bagi dia memiliki keunikan dan perlu dikenal oleh masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, mulai tahun 2012 kopi ala Turki mulai disajikan untuk para pengunjung.

KompasTravel sempat melihat penyajian Kopi ala Turki. Pertama-tama, dua sendok teh bubuk kopi ari biji yang telah dihaluskan ke teko yang bernama ibrik.

KOMPAS.COM/WAHYU ADITYO PRODJO Dua orang pengunjung sedang duduk di ruang non-smoking di Kedai Kopi Kimung, Depok, Jawa Barat, Rabu (6/1/2016).
Satu sendok teh gula dan sebatang kayu manis kemudian ikut dimasukkan. Untuk menyeduh kopi, gula, dan kayu manis, 150 mililiter air dituangkan ke Ibrik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Untuk memasak kopi di ibrik, kita tiga kali didihkan. Didihan pertama dan kedua, kita angkat lalu diaduk kemudian didihan ketiga diangkat dan disajikan," jelas Dendi.

Cara menyeruput kopi ala turki pertama kali yakni mengambil ampas kopi yang berada bagian atas dan dimasukkan ke gelas yang berbeda. Kopi yang ada di Ibrik lalu dituangkan dan diaduk bersama ampas kopi. Kopi ala Turki terasa punya ciri khas yakni kental dan nikmat.

KOMPAS.COM/WAHYU ADITYO PRODJO Menu singkong bakar dan Kopi ala Turki di Kedai Kopi Kimung, Depok, Jawa Barat, Rabu (6/1/2016).
Pengunjung Kedai Kopi Kimung bisa memesan Kopi ala Turki dengan pilihan jenis kopi nusantara seperti Aceh-Gayo, Sumatera Utara-Mandailing, Toraja-Kalosi, Papua-Wamena. Untuk harga secangkir Kopi Ala Turki ditawarkan dengan harga Rp 28.000.

Kedai Kopi Kimung terletak di Jalan Margonda Raya no 451, Pondok Cina, Depok, Jawa Barat. Kedai Kopi Kimung buka setiap hari Senin hingga Jumat pukul 08.00-11.00 WIB dan Sabtu-Minggu pukul 08.00-12.00 WIB.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

Travel Update
Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

Travel Update
Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Travel Update
Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

Travel Update
Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

Travel Update
Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

Travel Update
Cara Perancis Manfaatkan Acara Olahraga untuk Promosi Produk Lokal

Cara Perancis Manfaatkan Acara Olahraga untuk Promosi Produk Lokal

Travel Update
Berpotensi Gelar Sport Tourism, Pemprov NTB Bisa Tiru Perancis

Berpotensi Gelar Sport Tourism, Pemprov NTB Bisa Tiru Perancis

Travel Update
Kamboja Batasi Kedatangan dari 10 Negara untuk Antisipasi Varian Omicron

Kamboja Batasi Kedatangan dari 10 Negara untuk Antisipasi Varian Omicron

Travel Update
9 Negara Masuk Daftar Merah Inggris akibat Varian Omicron

9 Negara Masuk Daftar Merah Inggris akibat Varian Omicron

Travel Update
Lion Air Buka Rute Surabaya-Labuan Bajo PP, Harga Mulai Rp 1 Juta

Lion Air Buka Rute Surabaya-Labuan Bajo PP, Harga Mulai Rp 1 Juta

Travel Update
Lama Karantina WNI dan WNA di Indonesia Bakal Diperpanjang hingga 10 Hari

Lama Karantina WNI dan WNA di Indonesia Bakal Diperpanjang hingga 10 Hari

Travel Update
MotoGP 2022 Bakal Bikin Untung Pariwisata NTB, tapi...

MotoGP 2022 Bakal Bikin Untung Pariwisata NTB, tapi...

Travel Update
Turis Asing Lebih Tahu Gunung Rinjani Ketimbang Gunung Bromo?

Turis Asing Lebih Tahu Gunung Rinjani Ketimbang Gunung Bromo?

Travel Update
Australia Tunda Buka Perbatasan akibat Varian Omicron

Australia Tunda Buka Perbatasan akibat Varian Omicron

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.