Kompas.com - 16/01/2016, 12:16 WIB
Penunggang kuda sedang bersiap-siap menjemput tamu di Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, Nusa Tenggara Timur. KOMPAS.COM/MARKUS MAKURPenunggang kuda sedang bersiap-siap menjemput tamu di Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, Nusa Tenggara Timur.
|
EditorI Made Asdhiana
MINGGU, 3 Januari 2016 senja mulai beralih di balik Gunung Komba, di Kelurahan Watunggene, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, Nusa Tenggara Timur.

Saat senja itu mau beralih, bergegaslah sekelompok warga Suku Rongga dengan pasukan kudanya menuju ke Jembatan Waemokel. Jembatan Waemokel adalah pintu masuk tamu-tamu dan wisatawan dari arah Flores bagian Timur. Jembatan Waemokel merupakan jembatan perbatasan antara Kabupaten Ngada dengan Kabupaten Manggarai Timur.

Ada apa di jembatan Waemokel sehingga warga bergegas dengan kudanya? Oh, ternyata, ada kunjungan Mahasiswa Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere. Biasa disapa Frater Ledalero itu sedang mengadakan liburan di Paroki Santo Arnoldus Waelengga selama seminggu.

KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR Rombongan disambut dengan tawu berisi mokel lokal di Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, Nusa Tenggara Timur.
Rombongan Frater Ledalero itu didampingi Pater Ignas Ledot, SVD dengan menyewa bus Halleluya, jurusan Maumere-Bajawa. Mereka tiba di Jembatan Waemokel pukul 17.30 Wita.

Umat Paroki Santo Arnoldus Waelengga sudah menunggu di pinggir Jalan di sekitar Jembatan tersebut. Sebagian menggunakan sepeda motor.

Berbeda dengan umat dari kampung Lekolembo menjemput kunjungan para Frater itu dengan pasukan kuda. Warga Suku Rongga merupakan peternak sehingga mereka memiliki tradisi menjemput tamu dengan menggunakan kuda.

Ritual “Kepok”

Sebelum rombongan para Frater itu diarak, Tua adat Suku Seso, Damianus Tarung menggelar ritual kepok. Ritual Kepok merupakan satu cara orang Manggarai Timur menyapa tamu yang memasuki wilayah ulayatnya.

KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR Pater Ignas memakai topi Ngobe khas Suku Rongga di Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, Nusa Tenggara Timur.
Tawu yang sudah diisi Moke Lokal dan seekor ayam jantan menyambut Frater Ledalero. Tawu adalah buah yang berbentuk bulat dan besar. Tawu itu sebagai tempat menyimpan tuak oleh tetua adat di wilayah Manggarai Timur. Sapaan dengan bahasa adat dilakukan oleh tetua adat tersebut. Sapaan itu diterima oleh Pater Ignas.

Sesudah ritual ini dilaksanakan, mulailah konvoi menyambut Frater dari Jembatan Waemokel menuju ke Pastoran Gereja Santo Arnoldus Waelengga.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada Toilet Umum yang Unik di Tokyo, Terlihat Seperti Mengambang

Ada Toilet Umum yang Unik di Tokyo, Terlihat Seperti Mengambang

Jalan Jalan
Tahun 2021 Ini, Turis Bisa Piknik di Taman Istana Buckingham

Tahun 2021 Ini, Turis Bisa Piknik di Taman Istana Buckingham

Jalan Jalan
Pascagempa, Seluruh Wisata Kelolaan Jatim Park Group Tetap Buka

Pascagempa, Seluruh Wisata Kelolaan Jatim Park Group Tetap Buka

Travel Update
Harga Rapid Test Antigen di Stasiun Turun Jadi Rp 85.000

Harga Rapid Test Antigen di Stasiun Turun Jadi Rp 85.000

Travel Update
5 Kafe Rooftop Instagramable di Jakarta, Cocok untuk Santai Sore Hari

5 Kafe Rooftop Instagramable di Jakarta, Cocok untuk Santai Sore Hari

Jalan Jalan
Resmi! Ada Gondola Baru untuk Wisatawan di Dusun Girpasang Klaten

Resmi! Ada Gondola Baru untuk Wisatawan di Dusun Girpasang Klaten

Travel Update
Larangan Mudik, Hotel Diharapkan Beri Paket Staycation Bonus Hampers Isi Produk Lokal

Larangan Mudik, Hotel Diharapkan Beri Paket Staycation Bonus Hampers Isi Produk Lokal

Travel Update
Pertama di Asia: Travel Bubble Taiwan-Palau Dimulai, Ini Aturannya

Pertama di Asia: Travel Bubble Taiwan-Palau Dimulai, Ini Aturannya

Travel Update
Accor Luncurkan Paket Staycation Unik untuk Berwisata Lokal, Tertarik?

Accor Luncurkan Paket Staycation Unik untuk Berwisata Lokal, Tertarik?

Travel Promo
Pemkab Boyolali Larang Tradisi Padusan Tahun Ini untuk Cegah Kerumunan

Pemkab Boyolali Larang Tradisi Padusan Tahun Ini untuk Cegah Kerumunan

Travel Update
Aturan Perjalanan Udara Periode Ramadhan dan Larangan Mudik 2021

Aturan Perjalanan Udara Periode Ramadhan dan Larangan Mudik 2021

Travel Update
Mereka yang Boleh Lakukan Perjalanan Selama Larangan Mudik 2021

Mereka yang Boleh Lakukan Perjalanan Selama Larangan Mudik 2021

Travel Update
Sambut Ramadhan, Parador Beri Promo Menginap Mulai dari Rp 240.000-an

Sambut Ramadhan, Parador Beri Promo Menginap Mulai dari Rp 240.000-an

Travel Promo
Wisata Air di Klaten Tetap Buka meski Padusan Dilarang, Ini Aturannya

Wisata Air di Klaten Tetap Buka meski Padusan Dilarang, Ini Aturannya

Travel Update
Gayo Coffee Trail Akan Kembangkan Wisata Dataran Tinggi Gayo

Gayo Coffee Trail Akan Kembangkan Wisata Dataran Tinggi Gayo

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X