Habiskan Durian Selama Dua Menit, Berani Coba?

Kompas.com - 31/01/2016, 08:00 WIB
Lomba makan durian di Festival Durian 2015 di Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (7/3/2015). KOMPAS.COM/NAZAR NURDINLomba makan durian di Festival Durian 2015 di Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (7/3/2015).
|
EditorNi Luh Made Pertiwi F

JAKARTA, KOMPAS.com – Festival durian yang diselenggarakan Desa Wisata Kaligono, pada Minggu (31/1/2016) menarik minat ratusan orang. Pasalnya terdapat lomba makan durian yaitu cukup mendaftar Rp 20.000 bisa makan durian sepuasnya.

““Sampai H-1 kita sudah menolak lebih dari 100 peserta, padahal kuota sendiri sudah dinaikan menjadi 300 orang,” ungkap Kepala Desa Kaligono, Suroto, saat dihubungi KompasTravel, Sabtu (31/1/2016) sore.

Ia menuturkan terhitung lebih dari 300 pendaftar memenuhi list peserta lomba. Lomba makan durian ini merupakan rangkaian acara Festival Grebeg Durian, Desa Wisata Kaligono, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

"Festival ini dalam rangka memperingati panen raya hasil kebun unggulan Desa Kaligono, yaitu durian lokalnya. Selain itu, ini juga salah satu cara memperkenalkan Desa Wisata Kaligono, selain duriannya juga ada obyek wisata yang bisa dikunjungi,” ujar Suroto.

Menurutnya, festival untuk memperkenalkan hasil durian lokal unggulan desa setempat. Bersamaan dengan panen raya, lebih dari 300 durian dari 27 kebun siap disajikan.

Suroto mengatakan, beberapa hari sebelum acara diselenggarakan, peserta sudah memenuhi kuota pendaftaran. Rencana awal panitia hanya membuka untuk 200 orang peserta, ternyata jumlah pendaftar di luar ekspektasi.

Peserta yang mendaftar mayoritas berasal dari kota-kota di Jawa Tengah dan Yogyakarta, seperti Wonosobo, Klaten, Kebumen, dan Magelang. Sejumlah 200 pendaftar, mendaftar dengan datang langsung ke sekertariat panitia, selain itu ada pula 200 lebih yang daftar lewat telepon.

Suroto menuturkan teknis perlombaannya sendiri diselenggarakan mulai pagi hari, yaitu pukul 08.00 setelah dibuka oleh gubernur, 10 orang dari tiap kloter memulai pertandingannya. Tiap kloter diberi waktu dua menit untuk menghabiskan sebanyak-banyaknya durian yang tersedia.

Kemudian pemenang tiap kloter ditandingkan dengan kloter lainnya. Sedangkan di grand final, peserta diberi waktu lima menit untuk menghabiskan sebanyak mungkin durian.

Kriteria penilaian pun dilihat dari banyaknya durian yang habis dan kebersihan tiap peserta memakan daging buah tersebut. Juri yang dilibatkan ialah dari pengelola perkebunan durian, karang taruna, pengelola obyek wisata, dan pegawai desa.

Selain buah durian yang menjadi daya tarik perlombaan, hadiah yang didapatkan pemenang pun cukup menggiurkan. Suroto menyebutkan beberapa barang elektronik siap dibawa pulang para pemenang lomba dan pemenang doorprize, seperti televisi, kipas angin, sepeda gunung dan yang lainnya. Hadiah-hadiah ini menurut Suroto diperoleh dari kerja sama sponsor yang mau mendukung acara tersebut.

“Saya berterimakasih untuk sponsor yang mau mendukung dengan memberikan produknya untuk dijadikan hadiah. Selain itu, acara ini pula berjalan hasil dari swadaya masyarakat yang mau menyumbang dana ataupun durian dari kebunnya,” ungkap Suroto.

Selain mempromosikan hasil pertanian unggulan desa ini, lomba tersebut juga bertujuan agar wisatawan datang kembali ke Desa Wisata Kaligono. Sejak 2012 saat lomba durian ini kali pertama digelar, wisatawan memang kian bertambah.

Desa Kaligono sendiri pernah terpilih sebagai 10 pengembangan desa wisata terbaik Indonesia pada tahun 2014.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X