Yu Sheng, Kuliner Singapura Saat Imlek yang Penuh Pengharapan

Kompas.com - 04/02/2016, 15:06 WIB
Menu Yi Shang di Grand Hyatt Jakarta Grand Hyatt JakartaMenu Yi Shang di Grand Hyatt Jakarta
|
EditorNi Luh Made Pertiwi F
KOMPAS.com - Hidangan Yu Sheng penuh dengan warna-warni. Bahan-bahan yang penuh warna tersebut melambangkan kemakmuran dan keceriaan.

Keluarga biasanya akan menyantap bersama sambil berteriak untuk bersuka cita menyambut tahun baru Imlek. Tentu, teriakan-teriakan tersebut adalah doa yang dipanjatkan agar tahun berikutnya bisa lebih baik.

 
Yu Sheng sekilas seperti salad. Bahan utamanya adalah ikan mentah, yaitu ikan salmon. Sementera sayuran yang digunakan terdiri dari potongan wortel, lobak, jeruk, kacang, daun jeruk limau, acar jahe merah, lobak, aneka manisan, dan paprika merah.

Saus Yu Sheng terdiri dari sari buah plum, lada putih, minyak zaitun, wijen panggang, dan kayu manis bubuk. Makanan ini dikenal di daratan Singapura dan Malaysia.

 
Guru Besar Program Studi China Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, Hermina Sutami mengatakan budaya menyantap Yu Sheng berasal dari etnis China di Singapura.

Ia menyebutkan Yu Sheng sangat populer di Singapura sehingga bisa ditemukan di sebagian besar restoran Singapura.

 
KOMPAS/SARIE FEBRIANE Mengaduk Yu Sheng
"Yu sheng itu makanan khas di Singapura, bukan di Indonesia. Kalau di Indonesia makannya bandeng. Memang seperti salad, pakai sayur dan ikan," kata Hermina saat dihubungi KompasTravel di Jakarta, Kamis (21/1/2016).
 
Cara menyantap Yu Sheng dengan diaduk menggunakan sumpit. Setiap detail Yu Sheng ternyata penuh filosofi. Mulai dari perlambang pengharapan rezeki yang melimpah, nasib baik, dan kemakmuran.
 
Pertama-tama, sebelum memulai meracik Yu Sheng, ucapan "Gong Xi Fa Cai, Wan Shi Ru Yi" atau "Selamat atas kesuksesan Anda, semoga semua permohonan Anda terkabul" akan meluncur.

Setelah itu tambahkan ikan sambil berkata "Nian Nian You Yu" sebagai harapan di tahun baru rezeki berlimpah. Selanjutnya peras jeruk di atas salmon. Sambil memeras, permohonan pun akan diucapkan.

 
Usai meracik, saatnya mencampur semua bahan. Seluruh anggota keluarga bersiap-siap dengan sumpit. Lalu bersama-sama mengaduk Yu Sheng dengan sumpit.

Semua bahan Yu Sheng biasanya akan diaduk sambil diangkat tinggi-tinggi. Oleh karena itu, anggota keluarga akan berdiri saat melakukannya. Sambil mengaduk, mereka akan mengucapkan "Lo Hei" atau "aduk".

 
"Nah mengaduk bersama itu berarti dalam menjalani kehidupan itu tidak bisa sendiri. Kemudian, mengangkat tinggi-tinggi itu perlambang pengharapan rejeki bisa semakin tinggi," jelas Hermina.
 
Sementara, ikan salmon sendiri melambangkan kemakmuran. Pasalnya, memang harga ikan salmon itu dianggap mahal. Pada kebiasaan masyarakat China menjelang Imlek, menurut Hermina, ikan salmon biasanya dimakan secara utuh.

Pada hari-hari menjelang Imlek, umumnya sejumlah restoran-restoran oriental dan juga hotel-hotel yang memiliki restoran bermenu China akan menyediakan menu Yu Sheng untuk perayaan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X