Tari Kolosal Akan Meriahkan Festival Gerhana Matahari di Palangkaraya

Kompas.com - 21/02/2016, 16:07 WIB
ILUSTRASI - Penari Dayak di Lamin Adat Desa Setulang, Kecamatan Malinau Selatan Hilir, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, Sabtu (13/12/2014). Desa Setulang adalah desa wisata di kabupaten yang berbatasan dengan Malaysia yang dihuni oleh masyarakat Dayak Kenyah. KOMPAS.com / FIKRIA HIDAYATILUSTRASI - Penari Dayak di Lamin Adat Desa Setulang, Kecamatan Malinau Selatan Hilir, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, Sabtu (13/12/2014). Desa Setulang adalah desa wisata di kabupaten yang berbatasan dengan Malaysia yang dihuni oleh masyarakat Dayak Kenyah.
|
EditorNi Luh Made Pertiwi F
PALANGKARAYA, KOMPAS.com - Tari kolosal yang diikuti oleh 150 penari dan pemusik akan memeriahkan pagelaran Festival Gerhana Matahari Total di Palangkaraya, Kalimantan Tengah pada Maret mendatang. Gerhana Matahari Total sendiri akan berlangsung pada 9 Maret 2016.

Rangkaian kegiatan seni dan budaya tradisional Dayak digelar untuk menarik minat wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara. Sajian tari kolosal berjudul Nantilang Dahyang Jangkarang Matan Andau itu rencananya akan ditampilkan di Stadion Sanaman Mantikei, Palangkaraya pada Selasa (8/3/2016) malam atau satu hari sebelum gerhana matahari total terjadi di Palangkaraya.

“Nantilang Dahyang Jangkarang Matan Andau artinya menghindarkan segala petaka atau bahaya,” kata Chendana Putra Syaer Sua koreografer tari kolasal itu, di Palangkaraya, Jumat (19/2/2016).

Tarian itu didukung oleh sanggar seni Palangka Hadurut, Tut Wuri Handayani, Tunjung Nyaho, Darung Tingang, Tanjung Riak Bulan, Betang Batarung, Riak Renteng Tingang, Lunuk Ramba, Balanga Tingang, Intan Manuah, Kahanjak Huang, dan Marajaki.

Selain itu, tarian itu juga didukung oleh Komunitas Soul Break, Central Borneo Breakers, Cosplayer Palangkaraya, Kelompok Teater Terapung, Teater Lawang Suri, Teater Antang Batuah, Teater Tunas, Teater Srikandi, dan Institut Tingang Borneo.

Latihan sudah berlangsung 7 kali dan dilaksanakan di Gedung Olah Seni Kota Palangkaraya pada malam hari. Latihan pada Jumat malam berlangsung meriah dan kompak di bawah arahan Chendana dan didampingi Kambang sebagai sutradara dan Ridwansyah sebagai penata musik.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Palangkaraya Afendie menyampaikan, selain tarian kolosal, ada pula kegiatan parade busana etnik, pagelaran rampai nusantara, dan penampilan perkusi khas Dayak, dan ritual adat menyambut gerhana. Diharapkan ada 1.000 wisatawan yang datang ke Palangkaraya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Syarat Mendaki Gunung Prau Pasca Lebaran 2021

Syarat Mendaki Gunung Prau Pasca Lebaran 2021

Travel Update
Catat, Jadwal Penutupan Jalur Pendakian Gunung Prau saat Lebaran 2021

Catat, Jadwal Penutupan Jalur Pendakian Gunung Prau saat Lebaran 2021

Travel Update
Lebaran 2021, The Lawu Park Bakal Terapkan Aturan Waiting List

Lebaran 2021, The Lawu Park Bakal Terapkan Aturan Waiting List

Travel Update
85 Persen Hotel di Kabupaten Bogor sudah Tersertifikasi CHSE

85 Persen Hotel di Kabupaten Bogor sudah Tersertifikasi CHSE

Travel Update
Okupansi Hotel Kabupaten Bogor Fluktuatif saat Larangan Mudik

Okupansi Hotel Kabupaten Bogor Fluktuatif saat Larangan Mudik

Travel Update
Tempat Wisata Gunungkidul Tetap Buka Saat Libur Lebaran, Asalkan...

Tempat Wisata Gunungkidul Tetap Buka Saat Libur Lebaran, Asalkan...

Travel Update
Masjid Istiqlal akan Dikembangkan Sebagai Wisata Halal

Masjid Istiqlal akan Dikembangkan Sebagai Wisata Halal

Travel Update
Sejarah Masjid Agung Surakarta, Peninggalan Mataram Islam di Kota Solo

Sejarah Masjid Agung Surakarta, Peninggalan Mataram Islam di Kota Solo

Jalan Jalan
ASN di Yogyakarta Diharapkan Bantu Hotel dengan Staycation Saat Libur Lebaran

ASN di Yogyakarta Diharapkan Bantu Hotel dengan Staycation Saat Libur Lebaran

Travel Update
 Larangan Mudik Buat Reservasi Hotel di Jogja Anjlok, Paling Parah Sejak PHRI Berdiri

Larangan Mudik Buat Reservasi Hotel di Jogja Anjlok, Paling Parah Sejak PHRI Berdiri

Travel Update
PHRI Yogyakarta Siapkan Paket Isolasi Mandiri, Penyokong Cashflow di Tengah Pandemi

PHRI Yogyakarta Siapkan Paket Isolasi Mandiri, Penyokong Cashflow di Tengah Pandemi

Travel Update
Rute Menuju Curug Suropdipo yang Keren di Temanggung

Rute Menuju Curug Suropdipo yang Keren di Temanggung

Travel Tips
Gegara Ulah Turis Asing, Gubernur Wayan Koster Sering Ditegur Menteri

Gegara Ulah Turis Asing, Gubernur Wayan Koster Sering Ditegur Menteri

Travel Update
Kemenparekraf Fasilitasi Pelaku Usaha Parekraf Lewat Nyatakan.id

Kemenparekraf Fasilitasi Pelaku Usaha Parekraf Lewat Nyatakan.id

Travel Update
Inilah Mengapa Mudik Sangat Berisiko Sebarkan Covid-19

Inilah Mengapa Mudik Sangat Berisiko Sebarkan Covid-19

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X