Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 28/05/2016, 22:59 WIB
|
EditorNi Luh Made Pertiwi F

LONDON, KOMPAS.com - Salah satu peserta yang akan tampil di "Indonesian Weekend", sebuah perhelatan seni dan budaya Indonesia di London, Inggris, adalah Saung Angklung Udjo Bandung.

(Baca: Ajang Indonesian Weekend, "Pindahkan" Indonesia ke London)

Di London, Saung Angklung Udjo akan tampil berkolaborasi dengan sebuah grup musik Indonesia yang menetap di London.

"Seharusnya kami datang ke sini (London) bersama dengan Dwiki Dharmawan. Namun, belakangan Mas Dwiki tidak bisa tapi tetap kami datang untuk mengisi acara di sini dibawa Kemendikbud," kata Bira Nuryadin, tim kreatif dari Saung Angklung Udjo.

Uniknya, meski akan berkolaborasi, Bira mengatakan, secara "fisik" mereka belum pernah berlatih bersama dengan calon lawan mainnya.

"Kami belum pernah ketemu, belum pernah latihan bareng dan belum tahu jenis musik apa yang mereka mainkan," tambah Bira.

Lalu bagaimana Bira dan rekan-rekannya akan tampil tanpa latihan? Bira mengatakan mereka selama ini hanya berhubungan lewat aplikasi Whatsapp.

"Kami menentukan dulu lagu yang akan dibawakan dan nantinya kami akan tembak langsung aja," ujar Bira sambil tertawa.

Kompas.com/Ervan Handoko Persiapan stan-stan di ajang Indonesian Weekend yang berlangsung di London, Inggris.
Meski akan langsung main "tembak", Bira yakin mereka bisa tampil maksimal menghibur khalayak yang hadir di Potters Field, London.

"Kami akan bawakan lagu-lagu The Beatles dan beberapa lagu Indonesia misalnya karya Chrisye. Pada dasarnya kami sudah pernah memainkan lagu-lagu itu," tambah Bira.

Selain itu, lanjut Bira, Saung Angklung Udjo sudah kerap melakukan kolaborasi dengan banyak musisi dari berbagai negara dan dari berbagai aliran.

"Biasanya kami jika berkolaborasi dengan musisi asing saat kami manggung dengan kekuatan penuh di luar negeri," tambah Bira.

Oleh karena itu, konsep pentas musik yang dilakukan Saung Angklung Udjo di London tersebut adalah hanya menyertakan dua alat musik saja yaitu angklung dan gambang melodi.

"Sisanya kami serahkan para kolaborasi, paling sebelum acara ada briefing supaya lebih jelas lagunya dan improvisasi," ujar Bira sambil tertawa.

Bira melanjutkan, dia berharap agar musik angklung lebih dikenal lagi di seluruh dunia. Apalagi, lanjut Bira, angkung sudang resmi menjadi warisan dunia UNESCO.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+