Kompas.com - 14/06/2016, 18:32 WIB
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS - Selain Lombok, Nusa Tenggara Barat, pemerintah berencana menggarap destinasi wisata halal di Sumatera Barat dan Aceh. Pengembangan destinasi menyasar peningkatan kapasitas sumber daya manusia, produk khas lokal, dan pengelolaan wilayah yang berkelanjutan.

Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Bisnis dan Pemerintah Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata Tazbir menyampaikan hal itu seusai konferensi pers Indonesia Islamic Fashion and Product (IIFP) 2016, Senin (13/6/2016), di Jakarta. IIFP 2016 akan berlangsung di Jakarta Convention Center, 15-19 Juni 2016.

Sebelumnya, Lombok meraih penghargaan World Hotel Travel Awards 2015 dari Uni Emirat Arab sebagai The World’s Best Halal Tourism Destination dan The World’s Best Halal Honeymoon Destination.

”Potensi pembeli atau peminat wisata dari dalam negeri dua kali lipat dari negara tetangga, yakni Malaysia. Peluang menggarap segmen pariwisata ini cukup besar. Kami mendorong pengembangan destinasi wisata halal berkelanjutan dengan melibatkan pemerintah daerah, masyarakat, dan industri,” kata Tazbir.

Menyoal sertifikasi halal, pemerintah bekerja sama dengan Himpunan Pramuwisata Indonesia, Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata, Majelis Ulama Indonesia, serta Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia.

Ketua IIFP Atilah Soeryadjaya menyatakan, Indonesia mempunyai keunikan produk kreatif, misalnya penutup kepala tradisional asal Jambi. Penutup kepala ini juga bisa digunakan untuk kerudung muslim.

SERAMBI/M ANSHAR Turis dari kapal pesiar MV Clipper Odyssey mengenakan pakaian khusus saat memasuki kompleks Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Kamis (10/1/2013). Kapal yang mengangkut 150 penumpang dari berbagai negara dalam tour wisata Zegrahm Expedition tersebut melego jangkar selama enam jam di lepas pantai Banda Aceh untuk membawa para turis melakukan city tour ke beberapa situs sejarah dan tsunami Aceh.
Atilah sependapat dengan Tazbir bahwa produk kreatif bernuansa islami mempunyai potensi pasar. IIFP tahun 2015 membukukan transaksi Rp 25 miliar. Pada tahun ini, Atilah menargetkan transaksi meningkat jadi Rp 35 miliar-Rp 40 miliar.

Secara terpisah, PT Bank Muamalat Indonesia Tbk dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama meluncurkan kerja sama strategis di bidang aktivitas penggunaan produk dan jasa layanan perbankan. Penandatanganan nota kesepahaman berlangsung di Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Jakarta. (MED)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.