Kompas.com - 19/09/2016, 19:23 WIB
Aksi panggung artis Viola Arsa memukau pengunjung dalam rangkaian Festival Wonderful Indonesia (FWI) di Aruk, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat pada 17-18 September 2016. KOMPAS.COM/YOHANES KURNIA IRAWANAksi panggung artis Viola Arsa memukau pengunjung dalam rangkaian Festival Wonderful Indonesia (FWI) di Aruk, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat pada 17-18 September 2016.
|
EditorI Made Asdhiana

Peran Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching juga sangat berpengaruh dalam meningkatkan kunjungan wisman asal Malaysia untuk berkunjung di perbatasan.

Konsul Jenderal KJRI Kuching, Jahar Gultom mengatakan kerja keras panitia dalam rangka menyukseskan kegiatan ini melalui koordinasi yang intensif dengan pihak konsulat berbuah manis dengan jumlah kunjungan yang fantastis.

"Kami (konsulat) sangat senang kegiatan ini diselenggarakan di perbatasan. Kami melihat dengan kegiatan ini telah menambah hubungan yang semakin akrab, hubungan silaturahmi yang semakin dekat dan erat antara masyarakat Indonesia dan Malaysia khususnya di wilayah perbatasan," ungkap Jahar.

Jahar menambahkan, penyelenggaraan ini pun tak hanya sekadar untuk tujuan wisata, tetapi lebih kepada semakin mendekatkan hubungan antar-negara ke level yang lebih tinggi. Karena, kegiatan ini telah menciptakan adanya saling kepercayaan khususnya antara masyarakat di perbatasan.

"Dengan adanya kegiatan ini kita juga berharap adanya pemahaman baru tentang pentingnya hubungan yang baik antara Indonesia-Malaysia di perbatasan ini," ujarnya.

Penyelenggaraan FWI di Aruk kali ini, bisa dikatakan perhelatan yang paling sukses dibandingkan dengan beberapa penyelenggaraan serupa sebelumnya.

KOMPAS.COM/YOHANES KURNIA IRAWAN Aksi panggung artis asal Malaysia, Najwa Latif memukau pengunjung dalam rangkaian Festival Wonderful Indonesia (FWI) di Aruk, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat pada 17-18 September 2016.
Meski tak mudah mendatangkan angka yang fantastis, belajar dari pengalaman sebelumnya di lokasi yang sama pada bukan Februari 2016, panitia pun berjuang semaksimal mungkin dalam upaya menggaet kunjungan wisman dari Malaysia.

Selama dua hari penyelenggaraan festival, ribuan masyarakat memadati halaman panggung utama untuk menyaksikan rangkaian acara demi acara. Areal parkir kendaraan juga dipenuhi kendaraan roda empat dengan plat nomor dari Malaysia.

Dampak ekonomi juga dirasakan masyarakat yang berjualan aneka produk kuliner dan kerajinan di stand pameran yang disediakan panitia ketiban rezeki dari pengunjung yang berbelanja.

Jika diasumsikan dari jumlah kunjungan 3.332 wisman tersebut rata-rata membelanjakan uangnya RM 100 (sekitar Rp 300.000) per orang, maka diasumsikan perputaran transaksi dalam dua hari penyelenggaraan tersebut mencapai angka Rp 999,6 juta atau hampir mendekati angka Rp 1 miliar.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.