Bali Disiapkan Menjadi Destinasi Wisata Gastronomi

Kompas.com - 23/09/2016, 07:10 WIB
Hidangan khas Bali yang disajikan Warung Legian pada Bazar Indonesia, di Brussel, Belgia, Minggu (30/8/2015). MADE AGUS WARDANAHidangan khas Bali yang disajikan Warung Legian pada Bazar Indonesia, di Brussel, Belgia, Minggu (30/8/2015).
|
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com - Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Wisata Budaya, Kementerian Pariwisata, Lokot Enda mengatakan bahwa Bali akan ditunjuk sebagai destinasi wisata gastronomi atau wisata kuliner yang berkaitan erat dengan budaya lokal serta asal usul makanan tersebut. 

"Teman-teman dari tim percepatan ke sana (Bali) mengadakan pertemuan sehingga memahami tugas masing-masing. Karena ini kolaborasi harus bekerja sama. Kalau kita sudah masuk jaringan UNWTO secara otomatis Indonesia sudah dipromosikan gratis. Kita berharap 2017 kita sudah masuk jadi anggotan UNWTO khusus gastronomi," kata Lokot saat acara jumpa pers Tourism, Gastronomy and International Conference di Jakarta, Kamis (22/9/2016). 

Lokot mengatakan jika Bali dipilih karena terbilang siap dibanding daerah lain dari faktor 3A, yaitu akses, amenitas, atraksi.

"Bali sudah memiliki brand dan modal untuk menjadi tourism gastronomy. Dimulai dari Bali untuk mempercepat wisata gastronomi, kita harus melihat kesiapan tiga A dahulu karena kita tidak mau mulai dari nol. Membangun yang baru butuh lima sampai sepuluh tahun," kata Lokot. 

Bali dibanding Jakarta, menurut Lokot, lebih unggul dalam hal wisata gastronomi. Jumlah restoran gastronomi di Bali lebih banyak daripada di Jakarta. "Ada satu restoran di Bali itu yang harus pesan dulu sampai satu tahun sebelum," kata Lokot.

Wisata gastronomi, menurut Hall dan Shraples (2003) sebagaimana dirangkum oleh Organisasi Pariwisata Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNWTO) adalah sebuah perjalanan yang berhubungan dengan makanan ke suatu daerah dengan tujuan rekreasi.

EKA JUNI ARTAWAN Jukut undis dalam sepiring nasi.
Termasuk berkunjung ke penghasil makanan utama dan kedua, acara festival makanan, pasar petani, acara memasak dan demonstrasi, serta mencicipi produk makanan berkualitas dan aktivitas pariwisata yang berhubungan dengan makanan. 

Dengan kata lain, wisata makanan tersebut memberi pengalaman, hasil dari proses belajar budaya yang berbeda. Kuliner bukan lagi sebagai sesuatu yang dikonsumsi melainkan menjadi sifat atau atribut yang berhubungan dengan produk pariwista.

*****

KompasTravel kembali menghadirkan kuis "Take Me Anywhere 2". Pemenang akan mendapatkan kesempatan liburan gratis yang seru ke Yogyakarta selama tiga hari dua malam.

Hadiah sudah termasuk tiket pesawat, transportasi lokal, hotel, konsumsi, dan beragam aktivitas seru selama di Yogyakarta. Juga raih kesempatan memenangkan hadiah smartphone. Klik link berikut: Catat, 6 Tips "Selfie" Saat Liburan ala "Take Me Anywhere 2" 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X