Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Waspada Cuaca Tidak Bersahabat di Bali Selama Libur Lebaran

Kompas.com - 10/04/2024, 07:08 WIB
Silvita Agmasari

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar menyebutkan Siklon Tropis Olga mempengaruhi cuaca dengan potensi hujan disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat saat Idul Fitri di Bali pada 9-11 April 2024.

“Waspada terutama di Bali bagian utara, barat, tengah dan timur,” kata Kepala BBMKG Wilayah III Cahyo Nugroho di Denpasar, Selasa.

Ia juga meminta masyarakat mewaspadai gelombang laut tinggi hingga dua meter atau lebih di perairan selatan Bali.

Ketinggian gelombang laut di jalur penyeberangan Selat Bali selama dan Selat Lombok selama 9-11 April 2024 diperkirakan bisa mencapai dua meter.

Baca juga:

BBMKG Denpasar meminta masyarakat mewaspadai dampak bencana yang dapat ditimbulkan yakni pohon tumbang, kilat, banjir, genangan air, dan tanah longsor.

Selain itu bagi pengguna dan operator jasa transportasi laut, nelayan, dan wisata bahari, serta masyarakat pesisir, diimbau mewaspadai potensi gelombang laut dengan ketinggian mencapai dua meter atau lebih di perairan selatan Bali.

Angin diperkirakan bertiup dari arah timur-selatan dengan kecepatan hingga 40 kilometer per jam atau setara dengan 21,6 knot per jam.

Berdasarkan analisis BBMKG Wilayah III, Siklon Tropis Olga terpantau di Samudera Hindia, selatan barat daya Pulau Sabu, dan Nusa Tenggara Timur dengan kecepatan angin maksimum mencapai 100 knot atau setara 185 kilometer per jam dan tekanan udara maksimum mencapai 945 hectopascal (hPa).

Baca juga:

Hal itu menyebabkan menyebabkan cuaca tidak bersahabat di Bali selama beberapa hari mendatang, terutama saat momen Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah yang jatuh Rabu (10/4/2024).

Selain itu, lanjut dia, juga terdapat daerah konvergensi di sekitar wilayah Bali yang mendukung pertumbuhan awan hujan.

Kemudian suhu muka laut di wilayah Bali berkisar 29-31 derajat Celsius dan massa udara basah terkonsentrasi dari lapisan permukaan hingga lapisan 500 milibar (5.000 meter).

Baca juga: 5 Desa Wisata Bali yang Jadi Favorit Turis Asing

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Kompas Travel (@kompas.travel)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com