Seberapa Mahal Pendakian Gunung Carstensz di Papua?

Kompas.com - 29/09/2016, 17:06 WIB
Bagi tim Dok Fit@FiftyBagi tim "tua-tua keladi" Fit@Fifty atau pendaki berusia di atas 50 tahun ini, pendakian ke Carstensz Pyramid tersebut untuk menggenapkan prestasi pendakian mereka sebelumnya di Puncak Kilimanjaro pada 2011 lalu.
|
EditorNi Luh Made Pertiwi F

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggapan Gunung Cartensz sebagai gunung yang membutuhkan biaya mahal untuk mendaki masih lekat di mata pendaki Indonesia. Sejumlah pendaki mengaku pendakian Gunung Carstensz masih sebatas impian belaka.

Lalu seberapa mahal pendakian menuju Gunung Carstensz? Seorang pendaki gunung dari Adventure & Rescue Team, Surveyor Indonesia, Leny Surya Martina dan operator pendakian dari Patagonia Adventure Travel serta Indonesia Expeditions berbagi cerita tentang mahalnya pendakian Gunung Carstensz.

Leny mengatakan kelompoknya yang beranggota lima orang menghabiskan biaya sekitar 55 juta per orang untuk mendaki Gunung Carstensz. Ia menceritakan, biaya transportasi menuju ke Papua dan ditambahnya sewa pesawat dari Nabire ke Desa Sugapa, Kecamatan Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua.

"Ada kultur-kultur masyarakat di sana yang belum teredukasi. Kalau sudah terorganisasi mungkin murah. Resiko-resiko yang tak terduga juga jadi alasan," kata Leny yang bulan Mei berhasil menapaki puncak Gunung Cartensz bersama empat pendaki Adventure & Rescue Team, Surveyor Indonesia kepada KompasTravel saat ditemui acara "Re-Opening Patagonia Outdoor Store & Sharing Experience Carstensz Pyramid" di Jakarta, Minggu (25/9/2016) malam.

Pemilik Operator Pendakian Patagonia Adventure Travel, Fandhi Achmad atau akrab disapa Agi menyebutkan, mahalnya biaya pendakian Gunung Carstensz lantaran letak gunung tersebut yang sulit dijangkau. Misalnya dari Jakarta, lanjutnya, pendaki mesti menggunakan pesawat menuju Nabire, Papua selama enam jam.

"Setelah itu dari Nabire menyambung dengan pesawat kecil ke Desa Sugapa di Kabupaten Intan Jaya. Yang murah itu yang tarifnya subsidi. Tapi Itu hanya diberikan untuk orang Papua. Kita gak dapat subsidi," jelas Agi yang juga bertugas sebagai pemandu pendakian gunung di Patagonia Adventure Travel.

Lewat Patagonia Adventure Travel, ia membanderol paket pendakian Gunung Carstensz seharga Rp 55 juta per orang. Harga tersebut telah termasuk transportasi pergi pulang (PP) Jakarta - Nabire, pesawat Nabire-Sugapa, biaya porter dan pemandu selama dua minggu pendakian, peralatan pendakian kelompok, makanan, dan minuman.

"Kalau ada konflik, itu lebih mahal. Kalau di Gunung Carstensz ini problemnya adalah faktor keamanan. Itu yang membuat bikin mahal. Jadi seperti keamanan juga terhadap porter. Biaya tak terduga itu di pendakian Gunung Carstensz bisa banyak. Kadang-kadang bisa naik 100 persen," jelas Agi.

Dok.7 Summits Indonesia Kondisi pendakian Carstenz Pyramid, Papua, oleh tim 7 Summits Indonesia. Mereka berhasil mencapai puncak pada 18 April 2010 dan menggunakan kondisi alam Papua untuk berlatih sebelum mendaki enam gunung tertinggi di dunia.
Menurut Agi, belum adanya sistem pemberian gaji porter menjadi alasan mahalnya pendakian Gunung Carstensz. Selain itu, lanjutnya, belum teredukasinya porter-porter menambah mahalnya biaya pendakian.

"Mereka bisa aja nuntut biaya lebih. Kalau gak dikasih dia mau pulang. Nah, kalau dalam situasi bawa tamu atau ekspedisi. mau gak mau kita turutin. Kalau gak, kita bisa rugi. Ongkosnya besar. Itu yang bikin mahal. Tarif porternya mahal. Biaya tak terduganya banyak," jelas Agi.

Sementara itu, Marketing Staff dari operator pendakian Indonesia Expeditions, Alvin Egie Perdana, menambahkan, harga porter untuk sekali perjalanan pendakian Gunung Carstensz berkisar Rp 7-8 juta. Sementara, lanjutnya, untuk satu orang membutuhkan dua porter.

"Yang buat mahal itu aksesnya sulit. Mesti pakai pesawat ke Desa Sugapa. Di sana biaya hidupnya belum pasti. Beda kalau seperti di Nepal," jelas Egie kepada KompasTravel saat ditemui acara "Re-Opening Patagonia Outdoor Store & Sharing Experience Carstensz Pyramid" di Jakarta, Minggu (25/9/2016) malam.

Egie menyebutkan, rata-rata operator pendakian menawarkan paket perjalanan pendakian Gunung Carstensz di harga Rp 55 - 65 juta per orang. Menurutnya, rata-rata calon pembeli masih menganggap harga pendakian Gunung Carstensz tersebut mahal.

Keberadaan Gunung Cartensz terbilang diperhitungkan dalam dunia pendakian gunung di dunia. Pasalnya, Gunung Cartensz termasuk ke dalam tujuh puncak tertinggi di lempengan benua, bersama Mount Everest (Asia), Kilimanjaro (Afrika), Elbrus (Eropa), Aconcagua (Amerika Selatan), Mckinley (Amerika Utara), dan Vinson Massif (Antartika).

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Operasional Terminal 1 dan 2 Bandara Soekarno-Hatta Dibatasi Mulai 1 April 2020

Operasional Terminal 1 dan 2 Bandara Soekarno-Hatta Dibatasi Mulai 1 April 2020

Jalan Jalan
Efek Wabah Corona, Jepang Akan Bagikan Wagyu Gratis bagi Warganya

Efek Wabah Corona, Jepang Akan Bagikan Wagyu Gratis bagi Warganya

Makan Makan
Mengenal Wedang Ronde, Minuman Tradisional dari China

Mengenal Wedang Ronde, Minuman Tradisional dari China

Makan Makan
Cara Membuat Wedang Ronde di Rumah, Bulatan Kenyal Disiram Kuah Jahe

Cara Membuat Wedang Ronde di Rumah, Bulatan Kenyal Disiram Kuah Jahe

Makan Makan
Tunda Liburan ke Jepang, Ada Pembatasan Visa Kunjungan Termasuk untuk WNI

Tunda Liburan ke Jepang, Ada Pembatasan Visa Kunjungan Termasuk untuk WNI

Jalan Jalan
Serupa tapi Tak Sama, Beda Wedang Uwuh dengan Wedang Secang

Serupa tapi Tak Sama, Beda Wedang Uwuh dengan Wedang Secang

Makan Makan
Resep Membuat Wedang Secang, Minuman Herbal dari Serutan Kayu

Resep Membuat Wedang Secang, Minuman Herbal dari Serutan Kayu

Makan Makan
Bikin Terharu, Siswa Singapura Berterima Kasih Lewat Tarian pada Penerbangan Terakhir Singapore Airlines dari Selandia Baru

Bikin Terharu, Siswa Singapura Berterima Kasih Lewat Tarian pada Penerbangan Terakhir Singapore Airlines dari Selandia Baru

Whats Hot
Gandeng Accor Hotels, Kemenparekraf Siapkan Akomodasi untuk 1.100 Tenaga Medis Covid-19

Gandeng Accor Hotels, Kemenparekraf Siapkan Akomodasi untuk 1.100 Tenaga Medis Covid-19

Whats Hot
Lawless Burgerbar Berbagi Burger untuk Tenaga Medis Covid-19 di Jakarta

Lawless Burgerbar Berbagi Burger untuk Tenaga Medis Covid-19 di Jakarta

Makan Makan
Kemenparekraf Kerja Sama dengan Jaringan Hotel dan Transportasi untuk Fasilitasi Tenaga Medis Covid-19

Kemenparekraf Kerja Sama dengan Jaringan Hotel dan Transportasi untuk Fasilitasi Tenaga Medis Covid-19

Whats Hot
Restoran Little Hongkong di Bali Berbagi Makanan untuk Tenaga Medis Covid-19

Restoran Little Hongkong di Bali Berbagi Makanan untuk Tenaga Medis Covid-19

Makan Makan
Update Wabah Virus Corona, Gantian China Larang Kedatangan Turis Asing

Update Wabah Virus Corona, Gantian China Larang Kedatangan Turis Asing

Whats Hot
AirAsia Indonesia Hentikan Sementara Seluruh Penerbangan Mulai 1 April 2020

AirAsia Indonesia Hentikan Sementara Seluruh Penerbangan Mulai 1 April 2020

Whats Hot
Homestay di Purwokerto Sediakan Tempat Istirahat untuk Tenaga Medis Covid-19

Homestay di Purwokerto Sediakan Tempat Istirahat untuk Tenaga Medis Covid-19

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X