Generasi Milenial sebagai Generasi Penerus Kuliner Indonesia

Kompas.com - 15/04/2017, 22:02 WIB
Aneka kuliner nusantara baru di Atria Hotel Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (20/1/2016). KOMPAS.COM/WAHYU ADITYO PRODJOAneka kuliner nusantara baru di Atria Hotel Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (20/1/2016).
|
EditorSri Anindiati Nursastri

JAKARTA, KOMPAS.com -  Kuliner Indonesia sudah tidak diragukan lagi keberagamannya. Tetapi keberagaman ini sudah pasti harus dijaga bukan? Bukan tidak mungkin perlahan-lahan kuliner Indonesia akan punah seiring bergantinya generasi.

“Kuliner Indonesia setiap waktu harus kita jaga keberadaannya. Kalau saya bilang, keluarga merupakan pondasi yang paling utama dalam menjaga eksistensi kuliner Indonesia. Kalau saya lihat fenomena akhir-akhir ini, para orangtua lebih condong mengenalkan makanan instan dan western kepada anak-anaknya. Hal ini memang menyingkirkan waktu dalam penyajiannya, tetapi mungkin akan berdampak buruk bagi kuliner Indonesia." ujar salah satu koki ternama Indonesia, Ragil Imam Wibowo dalam media gathering di Plataran Menteng, Jakarta, Jumat (14/4/17).

Seperti yang telah diketahui, lanjut Chef Ragil, memori anak-anak akan lebih kuat dalam menangkap suatu memori. Jadi kalau mereka disuapi makanan instan terus-menerus, sudah pasti anak itu akan terus memakan makanan tersebut dalam kesehariannya sampai ia tumbuh dewasa.

“Selain keluarga, pelajaran di sekolah juga mempunyai andil yang besar dalam mempromosikan makanan Indonesia kepada generasi berikutnya. Pendidikan Indonesia seharusnya mempunyai mata pelajaran tentang mengenal atau mempelajari kuliner Indonesia sedari pendidikan dasar,“ ujar koki yang juga penulis buku kuliner, Petty Elliot.

Generasi penerus bangsa saat ini atau yang biasa dikenal ' generasi milenial' memang kelak akan memimpin bangsa ini. Oleh karena itu, para chef ternama ini juga berharap besar kepada generasi milenial untuk tidak melupakan kuliner Indonesia yang beragam.

“Generasi sekarang itu kalau ingin makan pasti melihat visual-nya terlebih dahulu. Semakin menarik tampilan makanan, maka akan semakin banyak orang yang suka. Hal ini juga bisa disebut sebagai hidangan yang instagramable,“ kata Farah Quinn.

Oleh karena itu, tambah Farah, jika kita ingin menguatkan kuliner Indonesia kepada generasi berikutnya adalah meningkatkan kualitas tampilan suatu makanan dan meningkatkan kualitas bahan makanan. Dengan meningkatkan kedua sisi ini, mereka bisa menikmati hidangan kuliner Indonesia yang bergizi tinggi juga enak dilihat.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X