Solo Batik Carnival 2017 Usung Tema Kemuliaan Budaya Jawa

Kompas.com - 09/07/2017, 22:06 WIB
Peserta pawai yang berasal dari Solo Batik Carnival (SBC) memamerkan kostum-kostum batiknya saat digelar Pawai Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) 2011 di Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta, Senin (20/6/2011). TRIBUN JOGJA/HASAN SAKRI GHOZALI Peserta pawai yang berasal dari Solo Batik Carnival (SBC) memamerkan kostum-kostum batiknya saat digelar Pawai Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) 2011 di Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta, Senin (20/6/2011).
|
EditorSri Anindiati Nursastri

SOLO, KOMPAS.com - Pergelaran Solo Batik Carnival 2017 mengusung tema Astamurti Kawijayan, yang berarti simbol kejayaan. Warga dan wisatawan di Solo akan disuguhi dengan kostum yang meriah dan unik saat karnaval digelar.

Ada lima tema kostum batik yang akan dipamerkan dalam acara puncak karnaval pada hari Sabtu (15/7/2017) mendatang. Warga Solo dan khususnya pecinta Solo Batik Carnival akan bisa kembali menyaksikan salah satu agenda tahun Kota Solo tersebut pada hari Jumat (15/7/2017).

Solo Batik Carnival (SBC) X 2017 akan diikuti sekitar 305 peserta. Setiap peserta akan menampilkan kostum batik sesuai dengan tema yang telah ditentukan penyelenggara.

Art Director SBC X 2017, Ihsanudin Salam, menjelaskan bahwa kali ini ada enam sub tema untuk kostum peserta SBC.

"Tema utama Astamurti Kawijayan, dan ada enam sub tema yaitu Sekar Jagad, Wayang, Topeng Panji, Legenda, Mustika Jawa Dwipa dan Jatayu. Tema terakhir menjadi maskotnya," kata Ihsan saat jumpa pers SBC X pada Jumat (7/7/2017).

Sementara itu, rute karnival SBC X dipilih Jalan Bhayangkara-Jalan Slamet Riyadi-Benteng Vastenberg. Dari 305 peserta karnival, 80 peserta di antaranya merupakan tamu undangan dari Jember Fashion Carnival dan Cirebon Caruban Carnival. Rencananya, pembukaan akan dihadiri langsung oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya.

"Sebanyak 235 peserta karnival mengikuti proses workshop dan 80 dari dua kelompok tamu undangan. Selain itu, ada acara SBC Exhibition selama tiga hari di komplek Benteng Vastenberg, dari 14-16 Juli 2017," kata Susanto, Ketua Yayasan SBC.

Susanto juga mengapresiasi tema kostum SBC. "Kita sangat menghargai dan apresiasi rekan-rekan dalam mendesain kostum. Hasil desain tidak hanya digunakan di Solo, tetapi juga mendapat pesanan untuk beberapa acara karnival di kota lain," katanya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X