Pencabut Bunga Edelweis Harusnya Dikenakan Sanksi Pidana, tapi...

Kompas.com - 23/07/2017, 13:04 WIB
Bunga Edelweis tumbuh di sepanjang perjalanan menuju bibir kaldera Gunung Tambora, Nusa Tenggara Barat, Minggu (22/3/2015). Bunga Edelweis merupakan tumbuhan endemik zona alpina/montana di berbagai pegunungan tinggi. Kompas.com/Wahyu Adityo ProdjoBunga Edelweis tumbuh di sepanjang perjalanan menuju bibir kaldera Gunung Tambora, Nusa Tenggara Barat, Minggu (22/3/2015). Bunga Edelweis merupakan tumbuhan endemik zona alpina/montana di berbagai pegunungan tinggi.
|
EditorSri Anindiati Nursastri

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Taman Nasional Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat, Agus Budi Santosa mengaku enggan menerapkan sanksi pidana bagi lima pelaku terduga pencabutan tanaman edelweis di Gunung Rinjani. Pasalnya, cara tersebut dianggap tak efektif mengubah perilaku mencabut tanaman edelweis oleh pendaki.

"Kenapa pelarangan? Karena saya tak mau proses pidana. Saya tuh kurang senang. Target saya dengan mereka dilarang begitu, pelakunya mau ketemu dengan kami. Untuk selanjutnya kami minta jadi pelopor budi daya edelweis," kata Agus saat dihubungi KompasTravel, Sabtu (22/7/2017).

BACA: Edelweis di Gunung Tak Boleh Diambil

Menurut Agus, pihaknya kini sedang melakukan proses pencarian terhadap lima terduga kasus pencabutan tanaman edelweis. Tahap selanjutnya, lanjut Agus, pihak taman nasional akan menjelaskan aturan tentang larangan pencabutan tanaman edelweis.

"Kami akan minta mereka buat surat pernyataan tak mengulangi. Efek jeranya lebih ke arah (penanganan) konservasi. Kalau penegakan hukum, tak selesai. Kami mengelola kawasan tak bisa selalu penegakan hukum, sekarang budayanya beda," ujarnya.

Lima orang yang diduga memetik edelweis dilarang melakukan pendakian oleh Taman Nasional Gunung Rinjani.TNGR Lima orang yang diduga memetik edelweis dilarang melakukan pendakian oleh Taman Nasional Gunung Rinjani.

Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengeluarkan surat larangan pendakian untuk lima pendaki yang diduga pelaku pencabutan bunga edelweis di Gunung Rinjani tanggal 21 Juli 2017.

Pelarangan tersebut ditempel di pintu-pintu masuk pendakian Gunung Rinjani yaitu di Desa Sembalun dan Senaru. Keputusan tersebut diambil karena perbuatan memetik bunga edelweis melanggar Kode Etik Pencinta Alam dan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Hayati Ekosistem sesuai pasal 33 ayat 1.

Pasal tersebut tertulis "Setiap orang dilarang melakukan hal yang tak sesuai sesuai dengan fungsi pemanfaatan zona dan zona lain dari taman nasional, taman hutan raya, dan taman wisata alam".

Bunga edelweis tumbuh subur di bibir Kaldera Tambora rute Dorocanga.KOMPAS/EDDY HASBY Bunga edelweis tumbuh subur di bibir Kaldera Tambora rute Dorocanga.

Lima pendaki tersebut juga dianggap melanggar Undang-Undang No 41 tahun 1999 pasal 50 ayat 3 huruf (m). Dalam pasal tersebut tertulis "Membawa, mengeluarkan, dan mengangkut tumbuh-tumbuhan dan satwa liar yang tidak dilindungi undang-undang yang berasal dari dalam kawasan tanpa izin pejabat."

Sanksi pidana yang dihadapi sesuai undang-undang bila melanggar pasal-pasal tersebut adalah penjara selama lima tahun dan satu tahun. Sanksi juga berupa denda sebesar Rp 100 juta dan Rp 50 juta.

BACA: Kasus Pendaki Memetik Edelweis, Ini Komentar Kepala TN Gunung Rinjani

Pantauan KompasTravel, lima pendaki tersebut berswafoto tengah memegang bunga edelweis yang telah tercabut dalam sebuah foto di akun Facebook. Foto tersebut diunggah oleh akun berinisial VS. Foto tersebut menunjukkan tiga orang wanita dan dua orang laki-laki. Ada lima foto yang diunggah oleh VS.

" Edelweis yang dilarang untuk dipetik, tapi dicabut sampai akarnya, kayak kita brooooh," tulis VS.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pameran Pariwisata Terbesar di Dunia Dibatalkan, Delegasi Indonesia Terpaksa Pulang

Pameran Pariwisata Terbesar di Dunia Dibatalkan, Delegasi Indonesia Terpaksa Pulang

Whats Hot
Pameran Wisata ITB Berlin 2020 Dibatalkan karena Virus Corona

Pameran Wisata ITB Berlin 2020 Dibatalkan karena Virus Corona

Whats Hot
 4 Makanan Wajib Coba di Soto Betawi Haji Ma'ruf, Ada Laksa Betawi yang Langka

4 Makanan Wajib Coba di Soto Betawi Haji Ma'ruf, Ada Laksa Betawi yang Langka

Makan Makan
Nonton Bioskop Sambil Basah-basahan di Go! Wet Theater 5D

Nonton Bioskop Sambil Basah-basahan di Go! Wet Theater 5D

Jalan Jalan
Gara-gara Corona, Roti Buah Naga Ini Jadi Hits

Gara-gara Corona, Roti Buah Naga Ini Jadi Hits

Makan Makan
Unik! Kopi Jawa Barat Dijual di Kedai Kopi Australia, Diresmikan Ridwan Kamil

Unik! Kopi Jawa Barat Dijual di Kedai Kopi Australia, Diresmikan Ridwan Kamil

Makan Makan
Wisata Akhir Pekan di Aceh, Menyesap Sejuk di Krueng Saweuk

Wisata Akhir Pekan di Aceh, Menyesap Sejuk di Krueng Saweuk

Jalan Jalan
Ngeteh ala Ratu Inggris di Kota Tua, Didampingi Kue Perancis nan Lezat

Ngeteh ala Ratu Inggris di Kota Tua, Didampingi Kue Perancis nan Lezat

Makan Makan
Soal Anggaran Rp 72 Miliar untuk Influencer, Ketua PHRI: Baik tapi Belum Tentu Efektif

Soal Anggaran Rp 72 Miliar untuk Influencer, Ketua PHRI: Baik tapi Belum Tentu Efektif

Whats Hot
Ryokan Tertua di Onsen Resort Jepang Bangkrut akibat Virus Corona

Ryokan Tertua di Onsen Resort Jepang Bangkrut akibat Virus Corona

Whats Hot
Mencicipi Jenang Gempol, Kudapan Terkenal di Pasar Lempuyangan Yogyakarta

Mencicipi Jenang Gempol, Kudapan Terkenal di Pasar Lempuyangan Yogyakarta

Makan Makan
Incar Turis Berkualitas, Indonesia Perlu Fokus pada Strategi Ini

Incar Turis Berkualitas, Indonesia Perlu Fokus pada Strategi Ini

Jalan Jalan
Terkait Wisata Minat Khusus, Indonesia Hadapi Tantangan Ini...

Terkait Wisata Minat Khusus, Indonesia Hadapi Tantangan Ini...

Jalan Jalan
[POPULER TRAVEL] Visa Umrah Dihentikan Sementara | Promo Ulang Tahun BreadTalk

[POPULER TRAVEL] Visa Umrah Dihentikan Sementara | Promo Ulang Tahun BreadTalk

Whats Hot
 Promo Ulang Tahun BreadTalk, Semua Jenis Roti Dijual Rp 7.500

Promo Ulang Tahun BreadTalk, Semua Jenis Roti Dijual Rp 7.500

Promo Diskon
komentar di artikel lainnya
Close Ads X