Kompas.com - 03/11/2017, 20:04 WIB
Simulasi rumah sakit untuk panda di Istana Panda Indonesia, Taman Safari Indonesia Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/11/2017). Sepasang panda, Cai Tao (jantan) dan Hu Chun (betina) yang berasal dari pengembangbiakan di China Wildlife Conservation Association (CWCA) telah selesai menjalani proses karantina dan akan diperkenalkan untuk publik pada November 2017 ini KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELISimulasi rumah sakit untuk panda di Istana Panda Indonesia, Taman Safari Indonesia Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/11/2017). Sepasang panda, Cai Tao (jantan) dan Hu Chun (betina) yang berasal dari pengembangbiakan di China Wildlife Conservation Association (CWCA) telah selesai menjalani proses karantina dan akan diperkenalkan untuk publik pada November 2017 ini
|
EditorSri Anindiati Nursastri

BOGOR, KOMPAS.com – Berkunjung ke Istana Panda Taman Safari Indonesia, Bogor, Anda tak hanya bisa melihat panda secara langsung. Istana dengan tiga lantai ini, sudah seperti one stop destination bertemakan panda. Mulai dari edukasi, rekreasi, juga wisata kuliner dan belanja.

Sebelum melihat panda, wisatawan akan diantar menaiki eskalator ke lantai tiga. Di sana terdapat beragam wahana edukasi yang akan dijelaskan oleh para guide.

Lokasi pertama ialah maket Cagar Alam Nasional Wolong, Chengdu, tempat habitat panda sebenarnya. Di maket tersebut kita bisa lihat dan dijelaskan, bahwa habitat panda sebenarnya memang berada di hutan tropis tak jauh dari dataran tinggi Tibet yang berudara sejuk.

Baca juga : Ini Panda Cai Tao dan Hu Chun, Mana yang Paling Menggemaskan?

Wisatawan kemudian akan memasuki miniatur goa, di mana goa tersebut menjadi tempat berlindung panda saat ada gempa dahsyat yang meluluhlantakkan habitatnya beberapa tahun lalu. Di dalam goa, terdapat layar yang menayangkan proses evakuasi panda dalam bencana tersebut.

“Di habitat aslinya, goa ini sepanjang 50 meter, dan kita kalau mau liat panda di habitatnya aslinya juga harus melewati goa alam itu,” tutur Deden, salah satu guide di Istana Panda.

Suasana di dalam Istana Panda Indonesia, Taman Safari Indonesia Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/11/2017). Sepasang panda, Cai Tao (jantan) dan Hu Chun (betina) yang berasal dari pengembangbiakan di China Wildlife Conservation Association (CWCA) telah selesai menjalani proses karantina dan akan diperkenalkan untuk publik pada November 2017 iniKOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI Suasana di dalam Istana Panda Indonesia, Taman Safari Indonesia Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/11/2017). Sepasang panda, Cai Tao (jantan) dan Hu Chun (betina) yang berasal dari pengembangbiakan di China Wildlife Conservation Association (CWCA) telah selesai menjalani proses karantina dan akan diperkenalkan untuk publik pada November 2017 ini
Keluar dari goa, rasa penasaran pengujung akan wujud panda asli masih harus tertahan. Namun wahana edukasi selanjutnya tak kalah unik, yaitu rumah sakit panda. Rumah sakit ini merupakan miniatur yang dimiliki Taman Safari Indonesia (TSI) khusus untuk panda di dekat istana tersebut.

Terlihat ada alat rontgen dan beberapa hasilnya dari tubuh Cai Tao (jantan) dan Hu Chun (betina) panda yang nanti akan kita lihat. Beruntung saat KompasTravel datang, dokter panda pun mendampingi rombongan di ruangan tersebut. Ia menjelaskan standar beberapa alat, seperti kasur yang harus miring dan terbuat dari kayu.

Baca juga : Unik, Ada Suvenir dan Makanan Bertema Panda di Taman Safari Indonesia

Organ-organ panda pun dijelaskan olehnya. Salah satu hal yang banyak orang tidak tahu ialah jari tambahan di tangan panda. Sehingga panda punya enam jari, hanya saja yang satu itu tidak sempurna seperti jari lainnya. Salah satu fungsinya untuk membantu mencengkeram makanan.

Wisatawan juga diajak melihat wujud pertumbuhan panda, mulai dari lahir yang beratnya hanya beberapa gram. Panda berusia setahun beratnya mencapai 45 kilogram, lalu remaja 100 kilogram, dan dewasa akan lebih dari itu.

Seekor panda (Ailuropada melanoleuca) asal China diperlihatkan seusai proses karantina di Istana Panda Indonesia, Taman Safari Indonesia Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/11/2017). Sepasang panda, Cai Tao (jantan) dan Hu Chun (betina) yang berasal dari pengembangbiakan di China Wildlife Conservation Association (CWCA) akan diperkenalkan untuk publik pada November 2017 iniKOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI Seekor panda (Ailuropada melanoleuca) asal China diperlihatkan seusai proses karantina di Istana Panda Indonesia, Taman Safari Indonesia Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/11/2017). Sepasang panda, Cai Tao (jantan) dan Hu Chun (betina) yang berasal dari pengembangbiakan di China Wildlife Conservation Association (CWCA) akan diperkenalkan untuk publik pada November 2017 ini
“Datang ke sini bukan hanya berwisata menikmati panda, tapi ada knowledge yang didapat, terutama tentang habitat panda, hingga cerita penyelamatan panda saat bencana gempa bumi terbesar di China,” kata Jansen Manansang, Direktur Taman Safari Indonesia.

Bagi Anda yang sudah tak sabar ingin berkunjung ke sini, siap-siap bulan November 2017 Istana Panda Indonesia akan resmi dibuka untuk umum. Tiket masuknya berkisar Rp 210.000 – Rp 230.000 lengkap dengan semua wahana di Taman Safari ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.