Kompas.com - 23/01/2018, 17:00 WIB
Foto kolase gerhana bulan sebagian di Indramayu, Jawa Barat, Selasa (8/8) dinihari. Fenomena Gerhana Bulan Sebagian (GBS) yang terjadi selama 5 jam 52 detik tersebut, 20 persen permukaan bulan berada dalam bayang-bayang bumi dan terjadi pada pukul 00.22 WIB hingga puncaknya pada pukul 01.20 WIB. ANTARA FOTO / DEDHEZ ANGGARAFoto kolase gerhana bulan sebagian di Indramayu, Jawa Barat, Selasa (8/8) dinihari. Fenomena Gerhana Bulan Sebagian (GBS) yang terjadi selama 5 jam 52 detik tersebut, 20 persen permukaan bulan berada dalam bayang-bayang bumi dan terjadi pada pukul 00.22 WIB hingga puncaknya pada pukul 01.20 WIB.
|
EditorWahyu Adityo Prodjo

JAKARTA, KOMPAS.com – Penasaran ingin melihat cantiknya fenomena gerhana bulan total? Tentu saja Anda bisa menyaksikannya, termasuk di seluruh wilayah di Indonesia. Jadi jangan sampai terlewatkan momen langka tersebut.

Oleh karena itu, simak beberapa hal berikut ini yang perlu Anda ketahui ketika ingin melihat gerhana bulan total.

Catat tanggalnya

Gerhana bulan total tidak terjadi setiap hari, namun ada waktu-waktu tertentu. Peneliti Pusat Sains Antariksa LAPAN, Gunawan Admiranto mengatakan masyarakat di Indonesia dapat menyaksikan momen gerhana bulan total pada tanggal 31 Januari 2018.

Warga bersiap menunggu dan menikmati gerhana bulan sebagian, di Padang, Sumatera Barat, Selasa (8/9) dini hari. Gerhana bulan di kota itu terlihat mulai pukul 00.22 WIB, dengan puncak gerhana pukul 01.29 WIB, dan berakhir sekitar pukul 02.18 WIB.ANTARA FOTO / IGGOY EL FITRA Warga bersiap menunggu dan menikmati gerhana bulan sebagian, di Padang, Sumatera Barat, Selasa (8/9) dini hari. Gerhana bulan di kota itu terlihat mulai pukul 00.22 WIB, dengan puncak gerhana pukul 01.29 WIB, dan berakhir sekitar pukul 02.18 WIB.
Pilih lokasi yang tepat

Untuk lokasinya tentu Anda yang menentukan sendiri, sebab proses gerhana bulan total ini bisa dilihat di mana saja, seperti halnya di sekitaran kediaman Anda.

Namun, Gunawan menyarankan untuk melihat fenomenan ini di tempat yang lapang atau luas seperti di lapangan. Tidak kalah pentingnya juga pilih tempat yang bebas dari polusi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Karena kalau di tengah kota apalagi dekat dengan mall tidak akan optimal. Cahaya kota sangat mendominasi. Usahakan pilih tempat yang lebih gelap, misalnya saja ke luar kota kemudian di tengah sawah,” kata Gunawan kepada KompasTravel saat dihubungi, Selasa (23/1/2018).

Gerhana bulan terlihat di Bhubaneswar, India, 8 Oktober 2014. Warna merah pada gerhana bulan dipengaruhi oleh pembiasan atmosfer Bumi, disebut dengan bulan merah darah.AP PHOTO / Biswaranjan Rout Gerhana bulan terlihat di Bhubaneswar, India, 8 Oktober 2014. Warna merah pada gerhana bulan dipengaruhi oleh pembiasan atmosfer Bumi, disebut dengan bulan merah darah.
Peneropongan umum di Jakarta dan Bandung

Ada dua tempat yang mengadakan kegiatan peneropongan umum pada Rabu, 31 Januari 2018 untuk melihat gerhana bulan total.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

Travel Update
Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

Travel Update
Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Travel Update
Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

Travel Update
Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

Travel Update
Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

Travel Update
Cara Perancis Manfaatkan Acara Olahraga untuk Promosi Produk Lokal

Cara Perancis Manfaatkan Acara Olahraga untuk Promosi Produk Lokal

Travel Update
Berpotensi Gelar Sport Tourism, Pemprov NTB Bisa Tiru Perancis

Berpotensi Gelar Sport Tourism, Pemprov NTB Bisa Tiru Perancis

Travel Update
Kamboja Batasi Kedatangan dari 10 Negara untuk Antisipasi Varian Omicron

Kamboja Batasi Kedatangan dari 10 Negara untuk Antisipasi Varian Omicron

Travel Update
9 Negara Masuk Daftar Merah Inggris akibat Varian Omicron

9 Negara Masuk Daftar Merah Inggris akibat Varian Omicron

Travel Update
Lion Air Buka Rute Surabaya-Labuan Bajo PP, Harga Mulai Rp 1 Juta

Lion Air Buka Rute Surabaya-Labuan Bajo PP, Harga Mulai Rp 1 Juta

Travel Update
Lama Karantina WNI dan WNA di Indonesia Bakal Diperpanjang hingga 10 Hari

Lama Karantina WNI dan WNA di Indonesia Bakal Diperpanjang hingga 10 Hari

Travel Update
MotoGP 2022 Bakal Bikin Untung Pariwisata NTB, tapi...

MotoGP 2022 Bakal Bikin Untung Pariwisata NTB, tapi...

Travel Update
Turis Asing Lebih Tahu Gunung Rinjani Ketimbang Gunung Bromo?

Turis Asing Lebih Tahu Gunung Rinjani Ketimbang Gunung Bromo?

Travel Update
Australia Tunda Buka Perbatasan akibat Varian Omicron

Australia Tunda Buka Perbatasan akibat Varian Omicron

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.