Kompas.com - 30/01/2018, 20:49 WIB
Festival Keraton Nusantara (FKN) XI berlangsung 15-19 September 2017 di kota Cirebon, Jawa Barat yang dimeriahkan dengan gelaran kesenian dan kebudayaan dari 50 kesultanan dan raja-raja yang ikut dalam festival budaya tersebut. MARCELAHEAFestival Keraton Nusantara (FKN) XI berlangsung 15-19 September 2017 di kota Cirebon, Jawa Barat yang dimeriahkan dengan gelaran kesenian dan kebudayaan dari 50 kesultanan dan raja-raja yang ikut dalam festival budaya tersebut.
EditorWahyu Adityo Prodjo

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya kembali mengingatkan kepada para penyelenggara festival di Indonesia untuk selalu menyeimbangkan antara nilai budaya atau atraksi yang ditampilkan (cultural value) dengan nilai komersial (commercial value) untuk menjaga kelangsungan serta meningkatkan festival agar berkelas dunia.

“Hampir sebagian besar penyelenggaraan festival di Indonesia masih mengedepankan nilai cultural value, sedangkan commercial value kurang diperhatikan. Bila ini terus terjadi akan mengganggu kelangsungan penyelenggaraan festival itu sendiri,” kata Menpar Arief Yahya dalam siaran pers ketika membuka acara Festival (FESTinfest) di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) pada Selasa (30/1/2018

Arief memberi contoh penyelenggaraan festival JFC (Jember Fashion Carnival) yang sudah berkiprah selama 16 tahun dan menginspirasi banyak karnaval di tanah air serta memiliki sederet prestasi internasional. Hal itu, lanjutnya, Jember ditetapkan sebagai Kota Karnaval berkelas dunia,

“Kreativitas JFC sudah layak dijadikan magnet untuk mendatangkan wisman, tetapi dari commercial value atau financial value masih belum terlalu menarik karena belum bisa dikapitalisasi dengan baik. Dengan ditetapkan sebagai Kota Karnaval berkelas dunia, sisi commercial value atau financial value-nya dapat dinaikkan,” kata Arief.

Menpar Arief Yahya dalam siaran pers ketika membuka acara Festival (FESTinfest) di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) pada Selasa (30/1/2018Arsip Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata Menpar Arief Yahya dalam siaran pers ketika membuka acara Festival (FESTinfest) di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) pada Selasa (30/1/2018
Menpar pada kesempatan itu juga menyampaikan hasil kunjungannya ke Beijing, Tiongkok baru-baru ini, melakukan business gathering dengan 400 pelaku bisnis pariwisata dan airlines Tiongkok dalam upaya meningkatkan kunjungan wisatawan China ke Indonesia khususnya ke Bali, kemudian dilanjutkan dengan menghadiri UNWTO Award 2018 di Madrid, Spayol dan ASEAN Tourism Forum (ATF) di Chiang Mai, Thailand.

“Kita menjadi juara di UNWTO maupun ATF. Bulan Januari ini, kita sudah memperoleh 20 award bergengsi dan ini akan meningkatkan selft confidence dalam mencapai target tahun 2018 sebanyak 17 juta wisman,” kata Arief.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Acara di FESTInFest 2018 meliputi table top dan pameran eksposisi. Acara table top ini sebagai pertemuan bisnis, dirancang untuk mempertemukan antara seller (pelaku pariwisata setempat) dengan buyer.

Peserta Cap Go Meh (CGM) Bogor Street Festival 2017 melintas di Jalan Suryakencana, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (11/2/2017). Festival budaya untuk memperingati perayaan Cap Go Meh, hari ke-15 setelah perayaan Imlek.KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Peserta Cap Go Meh (CGM) Bogor Street Festival 2017 melintas di Jalan Suryakencana, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (11/2/2017). Festival budaya untuk memperingati perayaan Cap Go Meh, hari ke-15 setelah perayaan Imlek.

Kegiatan ini menggunakan konsep para seller (penyelenggara festival) berdiri dan bergerak aktif untuk menjelaskan tentang produk yang akan dijual, sedangkan para buyer (industri) posisinya duduk di tempat yang disediakan untuk disambangi seller.

FESTInFest 2018 mengangkat tema Visit Wonderful Indonesia (ViWi) 2018 : Celebration of Life. Kegiatan ini pertama kali diselenggarakan pada Januari 2017 sebagai forum pertemuan para penyelenggara festival di Indonesia dan sebagai forum bersama memulai festival.

Tema Celebration of Life tercermin dalam festival dan mendorong keterlibatan partisipasi warga. Dalam satu tahun ini tidak kurang dari 100 event dan 10 national event yang masuk dalam Calender of Event Wonderful Indonesia (CoE WI) 2018 akan digelar di seluruh Indonesia.

Event itu termasuk dua agenda event internasional; Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang pada Agustus 2018 dan Pertemuan IMF Bank Dunia di Bali pada Oktober 2018 yang juga menjadi fokus utama kemeriahan dalam CoE 2018.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X