Malam Nyepi Akan Ada Pentas Budaya di Prambanan

Kompas.com - 08/03/2018, 15:10 WIB
Bangunan Candi Prambanan di Sleman, Yogyakarta, difoto dari udara, Jumat (27/6/2014). Candi Prambanan dibangun pada abad ke-10 pada masa pemerintahan dua raja, Rakai Pikatan dan Rakai Balitung. Kristianto Purnomo-Fikria HidayatBangunan Candi Prambanan di Sleman, Yogyakarta, difoto dari udara, Jumat (27/6/2014). Candi Prambanan dibangun pada abad ke-10 pada masa pemerintahan dua raja, Rakai Pikatan dan Rakai Balitung.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pentas Budaya Malam Tawur Agung untuk menyambut Tahun Baru Saka 1940 siap diselenggarakan pada Jumat (16/3/2018). Seluruh rangkaian yang disebut 'Pangrupukan' ini dilaksanakan di Pelataran Selatan Candi Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta.

"Pangrupukan adalah rangkaian dari Hari Raya Nyepi. Tujuannya adalah ruwatan (upacara pembebasan dari nasib buruk yang menimpa) Indonesia, disimbolkan obor dari "reregetan" ataupun kotoran yang ada di Indonesia baik yang tampak dan tidak nampak. Dalam hal ini disimbolkan oleh ogoh-ogoh," kata koordinator lapangan Pentas Budaya Malam Tawur Agung, Supriadi saat dihubungi KompasTravel, Rabu (7/3/2018).

Baca juga : Tujuh Fakta Menarik Saat Nyepi di Bali

Supriadi juga mengatakan bahwa acara ini sekaligus menampilkan kebudayaan dalam agama Hindu kepada masyarakat umum.

"Kebudayaan Hindu seringkali dianggap terlalu sakral, padahal ada kebudayaan non ritual yang bisa dilihat oleh khalayak ramai," kata Supriadi.

Pengunjung menikmati senja di pelataran Candi Prambanan, DI Yogyakarta, Selasa (24/5/2011). Candi Prambanan telah menjadi salah satu ikon pariwisata Indonesia dan kemegahannya terus menghadirkan daya tarik bagi wisatawan dari berbagai penjuru dunia. KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Pengunjung menikmati senja di pelataran Candi Prambanan, DI Yogyakarta, Selasa (24/5/2011). Candi Prambanan telah menjadi salah satu ikon pariwisata Indonesia dan kemegahannya terus menghadirkan daya tarik bagi wisatawan dari berbagai penjuru dunia.
Acara Pentas Budaya Malam Tawur Agung dimulai pukul 17.00 WIB. Dengan rangkaian acara pengarakan ogoh-ogoh, penyalaan obor NKRI, tari kecak, dan tari kain nusantara.

Jangan lewatkan penampilan para musisi nusantara. Seperti penampilan seniman sasando dari NTT Rick Pingga, seniman sape dari Kalimantan Riansyah, dan seniman bundengan dari Wonosobo Suprii.

Puncak acara akan diselenggarakan pembakaran ogoh-ogoh. Momen ini diartikan sebagai pemusnahan nasib buruk yang ada Indonesia.

Bagi yang ingin menyaksikkan Pentas Budaya Malam Tawur Agung, dikenakan biaya untuk kelas Festival Rp 25.000, Silver Rp 50.000, dan Gold Rp 100.000. Penonton juga berkesempatan untuk mendapat camilan, goodie bag, kupon undian, obor, dan bermain ogoh.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tips dan Cara Masak Steak ala Restoran di Rumah untuk Pemula

Tips dan Cara Masak Steak ala Restoran di Rumah untuk Pemula

Makan Makan
Cari Tahu Rasa Kopi dengan Berbagai Pancaindra, Tertarik?

Cari Tahu Rasa Kopi dengan Berbagai Pancaindra, Tertarik?

Makan Makan
Imbauan Hong Kong untuk Wisatawan Terkait Situasi Terbaru Virus Corona

Imbauan Hong Kong untuk Wisatawan Terkait Situasi Terbaru Virus Corona

Jalan Jalan
Vietnam Batasi Turis Asing Masuk, Harus Karantina 14 Hari

Vietnam Batasi Turis Asing Masuk, Harus Karantina 14 Hari

Whats Hot
Cerita Hotel Dalton Sediakan Tempat Istirahat Tenaga Medis Covid-19

Cerita Hotel Dalton Sediakan Tempat Istirahat Tenaga Medis Covid-19

Whats Hot
Cerita Taman Hiburan di Jepang: Tutup, tapi Bersiap Sambut Pengunjung

Cerita Taman Hiburan di Jepang: Tutup, tapi Bersiap Sambut Pengunjung

Jalan Jalan
[POPULER TRAVEL] WNA Tidak Bisa Masuk Indonesia | Es Krim Viennetta

[POPULER TRAVEL] WNA Tidak Bisa Masuk Indonesia | Es Krim Viennetta

Whats Hot
OYO Indonesia Siapkan Kamar Hotel untuk Tenaga Medis Covid-19

OYO Indonesia Siapkan Kamar Hotel untuk Tenaga Medis Covid-19

Jalan Jalan
Kisah Turis Asing Terjebak di Asia karena Pandemi Global Virus Corona

Kisah Turis Asing Terjebak di Asia karena Pandemi Global Virus Corona

Jalan Jalan
Cara Memindahkan Jadwal Penerbangan AirAsia Indonesia yang Dibatalkan

Cara Memindahkan Jadwal Penerbangan AirAsia Indonesia yang Dibatalkan

Travel Tips
Jepang Batasi Turis Asing Masuk, Termasuk WNI

Jepang Batasi Turis Asing Masuk, Termasuk WNI

Travel Tips
Orang Jepang, China, dan Korea Sering Pakai Masker, Ternyata Ini Alasannya...

Orang Jepang, China, dan Korea Sering Pakai Masker, Ternyata Ini Alasannya...

Travel Tips
Gerakan Masker Kain, Ajakan untuk Desainer Lokal Produksi 100.000 Masker Kain

Gerakan Masker Kain, Ajakan untuk Desainer Lokal Produksi 100.000 Masker Kain

Whats Hot
Ada Tenaga Medis di Purwokerto Diusir dari Kostan, Aksara Homestay Beri Penginapan Gratis

Ada Tenaga Medis di Purwokerto Diusir dari Kostan, Aksara Homestay Beri Penginapan Gratis

Whats Hot
12 Bandara di Indonesia Terapkan Layanan Pelanggan Virtual, Seperti Apa?

12 Bandara di Indonesia Terapkan Layanan Pelanggan Virtual, Seperti Apa?

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads X