Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Malam Nyepi Akan Ada Pentas Budaya di Prambanan

Kompas.com - 08/03/2018, 15:10 WIB
Silvita Agmasari,
I Made Asdhiana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pentas Budaya Malam Tawur Agung untuk menyambut Tahun Baru Saka 1940 siap diselenggarakan pada Jumat (16/3/2018). Seluruh rangkaian yang disebut 'Pangrupukan' ini dilaksanakan di Pelataran Selatan Candi Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta.

"Pangrupukan adalah rangkaian dari Hari Raya Nyepi. Tujuannya adalah ruwatan (upacara pembebasan dari nasib buruk yang menimpa) Indonesia, disimbolkan obor dari "reregetan" ataupun kotoran yang ada di Indonesia baik yang tampak dan tidak nampak. Dalam hal ini disimbolkan oleh ogoh-ogoh," kata koordinator lapangan Pentas Budaya Malam Tawur Agung, Supriadi saat dihubungi KompasTravel, Rabu (7/3/2018).

Baca juga : Tujuh Fakta Menarik Saat Nyepi di Bali

Supriadi juga mengatakan bahwa acara ini sekaligus menampilkan kebudayaan dalam agama Hindu kepada masyarakat umum.

"Kebudayaan Hindu seringkali dianggap terlalu sakral, padahal ada kebudayaan non ritual yang bisa dilihat oleh khalayak ramai," kata Supriadi.

Pengunjung menikmati senja di pelataran Candi Prambanan, DI Yogyakarta, Selasa (24/5/2011). Candi Prambanan telah menjadi salah satu ikon pariwisata Indonesia dan kemegahannya terus menghadirkan daya tarik bagi wisatawan dari berbagai penjuru dunia. KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Pengunjung menikmati senja di pelataran Candi Prambanan, DI Yogyakarta, Selasa (24/5/2011). Candi Prambanan telah menjadi salah satu ikon pariwisata Indonesia dan kemegahannya terus menghadirkan daya tarik bagi wisatawan dari berbagai penjuru dunia.
Acara Pentas Budaya Malam Tawur Agung dimulai pukul 17.00 WIB. Dengan rangkaian acara pengarakan ogoh-ogoh, penyalaan obor NKRI, tari kecak, dan tari kain nusantara.

Jangan lewatkan penampilan para musisi nusantara. Seperti penampilan seniman sasando dari NTT Rick Pingga, seniman sape dari Kalimantan Riansyah, dan seniman bundengan dari Wonosobo Suprii.

Puncak acara akan diselenggarakan pembakaran ogoh-ogoh. Momen ini diartikan sebagai pemusnahan nasib buruk yang ada Indonesia.

Bagi yang ingin menyaksikkan Pentas Budaya Malam Tawur Agung, dikenakan biaya untuk kelas Festival Rp 25.000, Silver Rp 50.000, dan Gold Rp 100.000. Penonton juga berkesempatan untuk mendapat camilan, goodie bag, kupon undian, obor, dan bermain ogoh.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

4 Tips Berkunjung ke Pasar Antik Cikapundung, Siapkan Uang Tunai

4 Tips Berkunjung ke Pasar Antik Cikapundung, Siapkan Uang Tunai

Jalan Jalan
Pasar Antik Cikapundung, Tempat Pencinta Barang Lawas di Bandung

Pasar Antik Cikapundung, Tempat Pencinta Barang Lawas di Bandung

Jalan Jalan
KONI Dorong Kota Malang Menjadi Destinasi Sport Tourism

KONI Dorong Kota Malang Menjadi Destinasi Sport Tourism

Travel Update
Koryu Space Japan Foundation: Lokasi, Jam Buka, dan Harga Tiket Masuk

Koryu Space Japan Foundation: Lokasi, Jam Buka, dan Harga Tiket Masuk

Travel Tips
Koryu Space Japan Foundation, Working Space Gratis di Jakarta

Koryu Space Japan Foundation, Working Space Gratis di Jakarta

Travel Update
 Legaran Svarnadvipa di Tanah Datar Sumbar, Pertunjukkan Seni untuk Korban Bencana

Legaran Svarnadvipa di Tanah Datar Sumbar, Pertunjukkan Seni untuk Korban Bencana

Travel Update
Pengalaman ke Hutan Kota Babakan Siliwangi Bandung, Menyejukkan Mata

Pengalaman ke Hutan Kota Babakan Siliwangi Bandung, Menyejukkan Mata

Jalan Jalan
Taman Sejarah Bandung: Daya Tarik, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Taman Sejarah Bandung: Daya Tarik, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Jalan Jalan
Cara ke Pasar Antik Cikapundung di Bandung Naik DAMRI dan Angkot

Cara ke Pasar Antik Cikapundung di Bandung Naik DAMRI dan Angkot

Travel Tips
Larangan 'Study Tour' Disebut Tak Berdampak pada Pariwisata Dieng

Larangan "Study Tour" Disebut Tak Berdampak pada Pariwisata Dieng

Travel Update
Daftar Tanggal Merah dan Cuti Bersama Juni 2024, Bisa Libur 4 Hari

Daftar Tanggal Merah dan Cuti Bersama Juni 2024, Bisa Libur 4 Hari

Travel Update
Ada Anggapan Bali Dijajah Turis Asing, Menparekraf Tidak Setuju

Ada Anggapan Bali Dijajah Turis Asing, Menparekraf Tidak Setuju

Travel Update
Ada Kecelakaan Bus 'Study Tour' Lagi, Sandiaga: Akan Ada Sanksi Tegas

Ada Kecelakaan Bus "Study Tour" Lagi, Sandiaga: Akan Ada Sanksi Tegas

Travel Update
Jadwal Kereta Wisata Ambarawa Relasi Ambarawa-Tuntang Juni 2024

Jadwal Kereta Wisata Ambarawa Relasi Ambarawa-Tuntang Juni 2024

Travel Update
Itinerary 2 Hari 1 Malam di Badui Dalam, Bertemu Warga dan ke Mata Air

Itinerary 2 Hari 1 Malam di Badui Dalam, Bertemu Warga dan ke Mata Air

Itinerary
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com