Catat! Ini Tips Wisata Ramah Anak saat Berlibur - Kompas.com

Catat! Ini Tips Wisata Ramah Anak saat Berlibur

Kompas.com - 13/06/2018, 05:10 WIB
Pengunjung memanfaatkan liburan mengunjungi pantai di kawasan Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Selasa (27/6/2017). Sejumlah lokasi wisata di Jakarta padat pengunjung pada libur lebaran. KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO Pengunjung memanfaatkan liburan mengunjungi pantai di kawasan Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Selasa (27/6/2017). Sejumlah lokasi wisata di Jakarta padat pengunjung pada libur lebaran.

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Musim liburan sekolah yang bertepatan dengan libur Idul Fitri 1439 H, di depan mata. Sebelum berlibur bersama keluarga, baiknya simak tips wisata ramah anak berikut.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat saat ini kekerasan terhadap anak di obyek-obyek wisata kian mencuat.

"Kekerasan anaknya bukannlagi sekedar human traficking, atau yang jelas nyata, tapi dibumbui wisata seperti pengerjaan anak hingga larut, keselamatan wisatawan anak, dan hak-haknya," tutur Ketua KPAI Pusat, Susanto di kantor KPAI, Menteng, Selasa (12/6/2018).

Kementerian Pariwisata bersama dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menghimbau masyarakat yang berwisata untuk mengisi liburan agar tetap mengutamakan perlindungan anak.

Berikut tips yang dihimbau KPAI dan Kemenpar yang bisa dilakukan oleh orang tua, saat berlibur bersama si kecil.

1. Pilih-pilih tempat hiburan

Orang tua memiliki peran untuk memilih dan menentukan tempat hiburan yang diinginkan anak dengan mempertimbangkan keamanan dan kenyamanan anak. Keamanan dan kenyamanan tersebut sesuai dengan usia dan tumbuh kembang mereka.

2. Bersiap kemungkinan tidak terduga

Peran orang tua harus mengutamakan keselamatan jiwa anak dengan mencegah dan bersiap segala bentuk kemungkinan terjadinya hal yang tak diinginkan pada anak.

Salah satu caranya dengan memasang identitas anak sebelum ke tempat wisata bila diperlukan. Jika hilang, atau ditemukan petugas, anak akan mudah terdata untuk dikembalikan pada orang tuanya.

3. Mendampingi anak

Peran orang tua senantiasa mendampingi anak-anak baik secara langsung (bersama orang tua) atau pun tidak langsung (tanpa orang tua) dalam aktivitas liburan anak dengan tetap memperhatikan keperluan dan kebutuhan anak di lokasi pariwisata.

4. Kontrol aktivitas anak saat wisata

Peran orang tua senantiasa mengawasi dan mengontrol anak dengan baik untuk memastikan aktivitas anak tidak melanggar aturan-aturan di tempat pariwisata.

5. Menyelipkan pendidikan

Peran orang tua diharapkan turut membangun edukasi dengan penuh kasih sayang kepada anak agar kegiatan pariwisata menumbuhkan manfaat, cinta alam dan ramah lingkungan.

Hal ini sinergi dengan poin sebelumnya yaitu mengontrol aktivitas anak di obyek wisata.

Dengan melakukan kontrol tersebut, orang tua juga bisa menanamkan pendidikan-pendidikan taktis kepada anak di obyek wisata, seperti buang sampah pada tempatnya, tidak merusak obyek wisata dan lainnya.

6. Mengutamakan keselamatan

Orang tua harus mengutamakan keselamatan anak-anak dan keluarga di tempat pariwisata.

Hal tersebut berkaitan dengan wahana yang digunakan, waktu melakukan aktivitas (hindari larut malam), dan tentunya orang tua harus menghindari konsumsi minuman beralkohol, pemakaian obat-obat terlarang dan segala jenis narkoba.


Komentar

Close Ads X