6 Fakta Menarik Mengenai Monas Jakarta

Kompas.com - 16/06/2018, 13:10 WIB
Atraksi 300 drone menyemarakkan acara setahun hitung mundur (countdown) Asian Games 2018 di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (18/8/2017). Ribuan penonton antusias menyaksikan acara yang dibuka oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOAtraksi 300 drone menyemarakkan acara setahun hitung mundur (countdown) Asian Games 2018 di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (18/8/2017). Ribuan penonton antusias menyaksikan acara yang dibuka oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

JAKARTA, KOMPAS.com - Monumen Nasional ( Monas) saat ini dikenal sebagai lambang Jakarta. Dengan bentuk yang khas dan luar area sampai 80 hektar, Monas juga memiliki peran penting sebagai ruang terbuka hijau di pusat Jakarta.

Monas juga menjadi tempat perhelatan berbagai acara penting dan akbar untuk negara. Ada banyak fakta menarik mengenai Monas, seperti yang KompasTravel rangkum berikut ini:

1. Pembangunan sempat ditentang

Monas mulai dibangun pada 17 Agustus 1961. Pembangunan Monas sempat ditentang oleh berbagai kalangan, khususnya mahasiswa.

Baca juga: Tidak Hanya untuk Foto, Ini 10 Kegiatan Menarik di Monas

Tinggi Monas yang 132 meter itu merupakan salah satu proyek mercusuar Presiden Soekarno, selain Gelora Bung Karno dan banyak tugu lainnya.

Banyak pihak yang menggangap membangun Monas adalah suatu pemborosan mengingat Indonesia yang belum begitu lama merdeka masih membangun dalam berbagai sektor. Akhirnya pada 12 Juli 1975, Monas dibuka untuk umum.

Kondisi Monunen Nasional Senin 20/11/2017. Setiap Senin kawasan monas ditutup untuk dilakukan perawatanKompas.com/Setyo Adi Kondisi Monunen Nasional Senin 20/11/2017. Setiap Senin kawasan monas ditutup untuk dilakukan perawatan
2. Rancang Bangunan yang Memiliki Arti

Bentuk Monas sebenarnya melambangkan lingga dan yoni. Lingga adalah tiang tanda kelaki-laki yang melambangkan kesuburan dan yoni adalah landasan obelisk yang melambangkan perempuan yang feminin.

Ide ini berasal dari Soekarno sendiri. Bentuk monas juga sering disandingkan dengan alu dan lesung, untuk menumbuk padi.

Ukuran Monas melambangkan tanggal Kemerdekaan RI, yakni tinggi pelataran cawan dari dasar 17 meter. Sedangkan rentang tinggi antara ruang museum sejarah ke dasar cawan adalah 8 meter (3 meter di bawah tanah ditambah 5 meter tangga menuju dasar cawan). Luas pelataran yang berbentuk bujur sangkar, berukuran 45 x 45 meter.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X