Semalam di Guangzhou yang Serba Gratis - Kompas.com

Semalam di Guangzhou yang Serba Gratis

Kompas.com - 12/08/2018, 13:42 WIB
Suasana terminal kedatangan Bandara Internasional Baiyun Guangzhou di Distrik Huadu, Provinsi Guangdong, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Sabtu (11/8/2018). Bandara ini terletak 28 kilometer sebelah utara dari pusat kota Guangzhou di Provinsi Guangdong. KOMPAS.com/ANDRI DONNAL PUTERA Suasana terminal kedatangan Bandara Internasional Baiyun Guangzhou di Distrik Huadu, Provinsi Guangdong, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Sabtu (11/8/2018). Bandara ini terletak 28 kilometer sebelah utara dari pusat kota Guangzhou di Provinsi Guangdong.
GUANGZHOUKOMPAS.com - Sabtu (11/8/2018) malam waktu Republik Rakyat Tiongkok (RRT), sejumlah penumpang pesawat China Southern Airlines yang berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, nampak waswas. Mereka melihat, jadwal penerbangan berikutnya setelah transit di Bandara Baiyun Guangzhou terlalu mepet. 
 
Kompas.com termasuk salah satu di antara para penumpang tersebut. Benar saja, ketika mendarat di bandara yang terletak di Distrik Huadu, Provinsi Guangdong itu, penerbangan lanjutan yang menuju ke New York, Amerika Serikat, diinformasikan sudah berangkat. 
 
Raut wajah kecewa para pelancong tampak jelas. Saat antre di transit international counter, petugas maskapai dengan lugas mengatakan pesawat lanjutan kami sudah berangkat setengah jam yang lalu.
 
 
Salah satu petugas menjelaskan, kami terlambat tiba di Bandara Baiyun Guangzhou karena penerbangan dari Soekarno-Hatta mengalami keterlambatan atau delay. Memang saat hendak lepas landas, pesawat kami dengan registrasi CZ3038 menunggu cukup lama di sisi udara sebelum bisa terbang. 
 
"Kalian terlambat setengah jam. Penerbangannya diganti besok di jam yang sama," kata petugas maskapai kepada para penumpang yang terdampak delay. 
 
Lazimnya, ketika penumpang dirugikan dengan kondisi tertentu yang menjadi tanggung jawab maskapai atau kegiatan operasional lainnya, penumpang berhak menerima kompensasi.
 
Masih dari petugas yang sama, dia mengatakan sembari menunggu penerbangan esok hari atau 24 jam ke depan, penumpang difasilitasi hotel gratis. 
 
 
 
Salah satu kamar di hotel Holiday Inn Express di Guangzhou, Provinsi Guangdong, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Minggu (12/8/2018).KOMPAS.COM/ANDRI DONNAL Salah satu kamar di hotel Holiday Inn Express di Guangzhou, Provinsi Guangdong, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Minggu (12/8/2018).
Kami pun diarahkan untuk mengurus visa transit sementara yang berlaku satu hari agar bisa masuk wilayah RRT. Setelah selesai dengan visa, para penumpang diarahkan ke counter khusus yang mengurus hotel untuk penumpang sebagai kompensasi maskapai. 
 
Saat mengurus hotel, kami diberikan pilihan hingga sekitar belasan hotel. Banyak hotel yang tersedia dan jaraknya tidak terlalu jauh dari bandara, namun Kompas.com dan beberapa penumpang Warga Negara Indonesia (WNI) lainnya memilih hotel yang namanya tidak asing, dan jatuhlah pilihan pada hotel HolidayInn Express. 
 
Setelah memilih hotel, kami diminta menunggu selama 10 menit untuk bersama-sama dengan rombongan yang lain diantar sampai ke hotel. Kami diantar dengan shuttle bus berukuran besar, serupa dengan bus metrotrans yang dioperasikan PT Transjakarta dan ramah bagi pengguna karena desainnya lower deck. 
 
Jarak dari bandara sampai hotel sekitar 15 menit perjalanan. Kondisi lalu lintas cukup lancar karena sudah mendekati tengah malam saat itu. 
 
Kami pun tiba di hotel Holiday Inn Express. Setibanya di sana, kami mengurus check in dan diberi pilihan, mau satu atau dua kamar. Kompas.com memilih satu kamar untuk sendiri. 
 
Awalnya, banyak di antara kami tidak menaruh ekspetasi tinggi terhadap hotel tersebut, bayangannya mungkin setara dengan hotel budget. Tetapi, ternyata kami dapat kamar yang cukup luas dan lega, lengkap dengan dua ranjang (meski hanya diisi sendiri), televisi, hingga shower yang ada air hangatnya. 
 
 
Bahkan, kami pun ditawari ingin makan malam atau tidak. Bagi yang menginginkan makan malam, disediakan nasi goreng ayam yang langsung dimasak saat itu juga lengkap dengan jus jeruk. 
 
Keesokan harinya, kami pun dapat menyantap sarapan seperti di hotel pada umumnya. Tidak lama setelah sarapan, petugas hotel menanyakan apakah ingin makan siang atau tidak, dan Kompas.com memilih untuk makan siang karena lama perjalanan dari RRT ke AS bisa sampai 15 jam. 
 
Suasana kota Guangzhou di Distrik Huadu, Provinsi Guangdong, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Sabtu (11/8/2018).KOMPAS.COM/ANDRI DONNAL Suasana kota Guangzhou di Distrik Huadu, Provinsi Guangdong, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Sabtu (11/8/2018).
Petugas tersebut juga mengingatkan agar kami sudah siap di lobby hotel untuk kembali ke bandara, mempersiapkan diri menjelang penerbangan lanjutan kami yang tertunda. Kami akan diantar oleh shuttle bus yang sama dengan yang mengantar kami semalam, untuk kembali ke bandara. 
 
Perlu diingat, semua fasilitas dan layanan yang diberikan sebagai kompensasi penumpang sama sekali tidak dipungut bayaran apapun. Kompas.com juga tidak mengeluarkan uang sama sekali, terlebih memang tidak menukarkan uang yang dibawa ke mata uang lokal di RRT. 
 
Selama bermalam di hotel, kendala yang dirasakan hanya sebatas perbedaan bahasa. Banyak dari petugas hotel di sini yang tidak terlalu fasih berbahasa Inggris, namun mereka bersedia untuk mencari tahu apa yang dibutuhkan para tamunya, meski sampai menggunakan Google Translate dengan merekam suaranya dalam Bahasa Mandarin untuk diterjemahkan ke Bahasa Inggris. 
 
Kendala lain tentunya soal pakaian, karena bagasi masih tertahan di bandara menunggu pesawat lanjutan kami berangkat. Namun, itu semua terbayar melalui kompensasi yang benar-benar diberikan secara penuh kepada seluruh penumpang. 
 
Suasana kota Guangzhou di Distrik Huadu, Provinsi Guangdong, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Sabtu (11/8/2018).KOMPAS.COM/ANDRI DONNAL Suasana kota Guangzhou di Distrik Huadu, Provinsi Guangdong, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Sabtu (11/8/2018).

Komentar
Close Ads X