Mengapa Kru Kabin Pesawat Didominasi Perempuan? - Kompas.com

Mengapa Kru Kabin Pesawat Didominasi Perempuan?

Kompas.com - 11/09/2018, 16:21 WIB
Pramugari Garuda IndonesiaDok. Garuda Indonesia Pramugari Garuda Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat dalam penerbangan, Anda pasti melihat lebih banyak kru kabin wanita dibanding laki-laki.

Dalam satu penerbangan Boeing 737 misalnya, ada sekitar enam kru kabin yang bertugas. Seringkali semuanya perempuan. Bahkan dalam pesawat jarak jauh dengan 14 kru juga tidak tentu ada laki-laki. Jikalau ada laki-laki, hanyalah sedikit atau minoritas.

Linggarsari Suharso, Direktur SDM dan Umum Garuda Indonesia (GA) mengatakan ada hal-hal yang diunggulkan dari perempuan dalam hal hospitality. Tetapi bukan tidak mungkin dimiliki juga oleh laki-laki.

"Melayani itu kan human nature-nya (alamiahnya) wanita, melayani dengan penuh perasaan, sabar, ramah. Pria bukan tidak ada, ada, tapi itu alami kalau ada di perempuan," jelas Linggarsari saat KompasTravel mengunjungi Garuda Indonesia Training Centre (GATC) di Duri, Jakarta Barat, Senin (10/9/2018).

Suasana fasilitas latihan simulator, untuk melatih kabin kru dan pilot teknik pelayanan, penampilan, komunikasi, keamanan, dan pengamanan di Garuda Indonesia Training Centre, Duri, Jakarta Barat, Senin (10/9/2018).KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Suasana fasilitas latihan simulator, untuk melatih kabin kru dan pilot teknik pelayanan, penampilan, komunikasi, keamanan, dan pengamanan di Garuda Indonesia Training Centre, Duri, Jakarta Barat, Senin (10/9/2018).

Meski begitu, dalam penugasan, pihaknya mengatakan sama saja antara laki-laki dan perempuan. Keduanya memiliki tolak ukur kompetensi yang sama.

"Semua sama sebenernya kesempatannya, supervisor (penerbangan) juga ada pria ada wanita dan tidak menutup kemungkinan dalam penugasan," tambah Yonas, Senior Manager Flight Attendant GA dalam kesempatan yang sama.

Namun, menurut hasil survei, penumpang akan lebih nyaman dilayani dengan perempuan dibanding laki-laki.

"Dasarnya sama balik lagi ke service by heart, dari hati, dan minimal harus ada passion hospitality-nya," tutur Linggasari.

Baca juga: Jalan-jalan ke Tempat Pelatihan Pilot dan Pramugari Garuda Indonesia

Padahal kerja kru kabin tidaklah mudah. Dalam satu hari, mereka diharuskan terbang 18 jam atau minimal empat kali landing dengan libur delapan hari dalam satu bulan.

Soal penghasilan, Linggasari mau membocorkannya. Ia mengatakan kru kabin yang pemula dibayar Rp 15 juta (penghasilan kotor) dan senior dengan minimum jam terbang tertentu berkisar Rp 20 juta per bulan.



Close Ads X