Taiwan Tawarkan Kuota Haji ke Indonesia

Kompas.com - 21/09/2018, 20:15 WIB
Jemaah haji berkumpul di Jabal Rahmah, Padang Arafah, sebelah tenggara Kota Mekkah, Arab Saudi, pada Hari Arafah yang merupakan puncak Ibadah Haji, Senin (20/8/2018). Bukit yang diyakini menjadi titik temu Nabi Adam dan Siti Hawa, serta tempat diturunkannya wahyu terakhir kepada Nabi Muhammad SAW itu selalu dipadati jemaah haji untuk memanjatkan doa. AFP PHOTO/AHMAD AL-RUBAYEJemaah haji berkumpul di Jabal Rahmah, Padang Arafah, sebelah tenggara Kota Mekkah, Arab Saudi, pada Hari Arafah yang merupakan puncak Ibadah Haji, Senin (20/8/2018). Bukit yang diyakini menjadi titik temu Nabi Adam dan Siti Hawa, serta tempat diturunkannya wahyu terakhir kepada Nabi Muhammad SAW itu selalu dipadati jemaah haji untuk memanjatkan doa.

JAKARTA, KOMPAS.com - Warga Indonesia yang ingin menunaikan ibadah haji kini bisa menggunakan kuota haji milik Taiwan. Hal itu diungkapkan oleh Jack Chen-Huan Hsiao selaku Direktur Divisi Ekonomi Taipei Economic and Trade Office (TETO) di Jakarta.

Ia memaparkan bahwa Taiwan juga memiliki populasi Muslim, tetapi kebutuhan kuota haji di Taiwan tidak terlalu signifikan seperti di Indonesia.

“Di Indonesia, Anda mungkin butuh waktu 2-3 tahun untuk berangkat. Sementara di Taiwan, kami juga memiliki banyak populasi Muslim, tapi kami tidak memiliki kebutuhan mendesak
terhadap hal tersebut, jadi Anda bisa menggunakan kuota kami untuk mendaftar Haji
melalui Taiwan,” papar Jack Chen pada media, saat MEET Taiwan Networking Event yang di Hotel Borobudur Jakarta beberapa waktu lalu.

Hal tersebut, menurutnya, merupakan bagian dari upaya Taiwan untuk menyediakan
lingkungan yang ramah bagi kaum muslim guna mendorong peningkatan jumlah wisatawan dari negara berlatarbelakang Muslim.

"Jadi nanti wisatawan bisa stay dulu satu sampai dua malam di Taiwan untuk mengurus dokumen akhir dan persiapan sebelum berangkat ke sana. Di sela itu juga Anda bisa berwisata dahulu di Taiwan," tuturnya.

Perihal maskapai menurutnya banyak maskapai tujuan Timur Tengah yang bisa transit ke Taiwan, terlebih untuk urusan haji. Menurutnya beberapa maskapai yang sudah menyanggupi seperti EVA AIr, China Airlines, bahkan Garuda Indonesia.

"Bukan perkara sulit untuk maskapai, terlebih dalam hal charter flight haji. Bisa juga menggunakan Garuda Indonesia ke Taiwan atau EVA, China Air, dan setelah transit disambung maskapai-maskapai ke Timur Tengah, dalam satu paket," pungkasnya.

Tawaran kemudahan tersebut akan mulai aktif di musim haji tahun depan. Ia mengatakan untuk pengurusan berkas dan persyaratan secara teknis akan dibantu Kedutaan Besar Taiwan di Jakarta.

Jessie Tseng selaku Direktur Eksekutif MEET Taiwan menyampaikan bahwa jumlah wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Taiwan pada tahun 2017 lalu telah mencapai 190,000 wisatawan.

"Destinasi tertinggi masih tetap Taipei, hingga masuk ke 15 besar kota paling banyak dikunjungi wisatawan dunia," tuturnya dalam pembukaan Meet Taiwan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X