Festival Apa yang Menarik untuk Mengundang Wisatawan Milenial?

Kompas.com - 20/10/2018, 20:04 WIB
Pawai Pesta Kesenian Bali (PKB) Ke-39 digelar di Jalan Raya Puputan, Denpasar, Bali, Sabtu (10/6/2017). Pelepasan pawai dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menggantikan Presiden Joko Widodo yang berhalangan hadir. PKB berlangsung selama sebulan penuh di Taman Budaya Bali atau Art Center dari 10 Juni hingga 8 Juli 2017. ARSIP KEMENPARPawai Pesta Kesenian Bali (PKB) Ke-39 digelar di Jalan Raya Puputan, Denpasar, Bali, Sabtu (10/6/2017). Pelepasan pawai dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menggantikan Presiden Joko Widodo yang berhalangan hadir. PKB berlangsung selama sebulan penuh di Taman Budaya Bali atau Art Center dari 10 Juni hingga 8 Juli 2017.

JAKARTA, KOMPAS.com - Event atau acara kepariwisataan dinilai jadi salah satu magnet besar mendatangkan wisatawan mancanegara (wisman) milenial yang pada 2019 diprediksi mulai mendominasi.

Oleh karenanya, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI, Rhenald Kasali mengusulkan jika agenda kepariwisataan selain digencarkan juga ditata kembali, mengakomodir wisatawan milenial.

"Event-event di 2019 nanti harus bisa mengakomodir kebutuhan milenial, sesuai kebiasaannya," katanya usai FGD (Focus Group Discusstion) Milenial Tourism yang digelar Kementerian Pariwisata (Kemenpar), di Jakarta, Kamis (18/10/2018).

Baca juga: 3 Hal Ini Harus Ditingkatkan untuk Datangkan Wisman Milenial

Dalam paparannya Rhenald menerangkan, festival yang disukai pertama oleh wisatawan milenial, baik dari mancanegara ataupun nusantara ialah acara budaya yang menghadirkan budaya autentik.

"Kita lihat mereka suka authentic experience, baik budaya berpakaian, bahasa, tarian, hingga makanan. Makanan yang dulu kita tidak kira bisa dimakan wisatawan, sekarang malah diminta itu," tuturnya.

Desa Adat Wae Rebo di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Untuk mencapai desa itu tidak mudah, wisatawan harus mendaki sejauh 7 km selama kurang lebih 4 jam.ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA Desa Adat Wae Rebo di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Untuk mencapai desa itu tidak mudah, wisatawan harus mendaki sejauh 7 km selama kurang lebih 4 jam.
Menurutnya dahulu durian termasuk hidangan lokal yang dihindari untuk disajikan kepada wisatawan karena baunya yang menyengat membuat wisman merasa aneh dan menjauh.

Namun dengan ketertarikan milenial, kini mereka rela jauh-jauh ke Asia untuk mencari ragam durian.

Baca juga: Kampung Durian di Songgon Banyuwangi, Cara Asyik Menikmati Liburan

Selain itu, acara yang menampilkan budaya otentik pun sangat perlu ada interaksi, antara wisatawan dan wisatawan, utamanya wisatawan dengan penduduk lokal. Hal tersebut dikarenakan milenial butuh interaksi real time, baik online maupun offline.

Ia mencontohkan jika festival kuliner, wisatawan milenial selain bisa mencoba makanannya, juga diajak prosesi pembuatannya, terlebih jika terdapat kearifan lokal, seperti diambil dari sumber yang khusus.

Baca juga: Tahun Depan, Generasi Milenial akan Mendominasi Pasar Wisata

Setelah budaya, Rhenald menyarankan event berkaitan dengan electronic, seperti electronic sport league yang kian digandrungi remaja di banyak negara maju.

"Kedua mereka juga berkaitan dengan electronic sport league, itu juga kuat. Itu peminatnya banyak sekali. Bisa di tempat-tempat yang ada interaksi digital," tutur Rhenald Kasali.

Setelah itu yang ketiga dan belum banyak di Indonesia ialah event yang melibatkan pelajar untuk berwisata secara massal. Acara tersebut bisa dikemas seperti festival pelajar se Asia Tenggara.

Sejumlah pengunjung menikmati sejumlah kuliner saat acara Festival Kuliner Serpong (FKS) di Summarecon Mall Serpong, Tangerang, Banten, Senin (3/9/2018). Festival kuliner Serpong kali ini mengusung tema Membedah Pesona Bumi Borneo dan akan berlangsung hingga 16 September 2018.KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI Sejumlah pengunjung menikmati sejumlah kuliner saat acara Festival Kuliner Serpong (FKS) di Summarecon Mall Serpong, Tangerang, Banten, Senin (3/9/2018). Festival kuliner Serpong kali ini mengusung tema Membedah Pesona Bumi Borneo dan akan berlangsung hingga 16 September 2018.
"Lalu acara festival yang melibatkan student travel, baik kaitannya dengan voluntering ataupun lainnya," tuturnya.

Rizki Handayani, Deputi Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenpar mengatakan lebih dari 50 persen dari tiap pasar pariwisata Indonesia sudah merupakan milenial di 2019.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tahun Depan, Generasi Milenial akan Mendominasi Pasar Wisata", https://travel.kompas.com/read/2018/10/18/180644227/tahun-depan-generasi-milenial-akan-mendominasi-pasar-wisata.
Penulis : Muhammad Irzal Adiakurnia
Editor : Wahyu Adityo Prodjo

Rizki Handayani, Deputi Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenpar dalam acara yang sama mengatakan jika beberapa festival sudah mulai mengarah ke hal-hal tersebut.

"Jadi festival ke depan yang ada interaksi budayanya, five senses pokoknya semua organnya berinteraksi, baik penyelenggara maupun pesertanya," tutup Rizki.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Resto Baru di Malang, Berkunjung ke Zaman Kerajaan Singosari Lewat NdalemRatu

Resto Baru di Malang, Berkunjung ke Zaman Kerajaan Singosari Lewat NdalemRatu

Makan Makan
Kuota Antrean Online Masih Banyak, Yuk Bikin Paspor Sekarang Juga

Kuota Antrean Online Masih Banyak, Yuk Bikin Paspor Sekarang Juga

Travel Tips
Geopark Run Series 2020 untuk Belitung, Pendaftaran Telah Dibuka

Geopark Run Series 2020 untuk Belitung, Pendaftaran Telah Dibuka

Jalan Jalan
Visa Umrah Dihentikan Sementara, Emirates Tangguhkan Penerbangan ke Arab Saudi

Visa Umrah Dihentikan Sementara, Emirates Tangguhkan Penerbangan ke Arab Saudi

Whats Hot
Persiapkan UNESCO Global Geopark pada 2020, Belitung Lakukan Cara Ini

Persiapkan UNESCO Global Geopark pada 2020, Belitung Lakukan Cara Ini

Jalan Jalan
Belitung Incar Kunjungan Turis Asing pada 2020, Seperti Ini Strateginya...

Belitung Incar Kunjungan Turis Asing pada 2020, Seperti Ini Strateginya...

Jalan Jalan
Jumlah Wisatawan Mancanegara ke Belitung Naik, Jumlah Wisatawan Nusantara Malah Turun

Jumlah Wisatawan Mancanegara ke Belitung Naik, Jumlah Wisatawan Nusantara Malah Turun

Whats Hot
Inilah Tempat Wisata di Medan yang Paling Sering Dikunjungi

Inilah Tempat Wisata di Medan yang Paling Sering Dikunjungi

Jalan Jalan
Arab Saudi Setop Sementara Kunjungan Umrah, Paket Umrah Masih Bisa Dipesan

Arab Saudi Setop Sementara Kunjungan Umrah, Paket Umrah Masih Bisa Dipesan

Whats Hot
Jangan Ketinggalan, Ada 4 Geopark Run pada Tahun 2020

Jangan Ketinggalan, Ada 4 Geopark Run pada Tahun 2020

Jalan Jalan
Ingin Coba City Check-In? Ikuti Panduan Menuju Stasiun BNI City

Ingin Coba City Check-In? Ikuti Panduan Menuju Stasiun BNI City

Travel Tips
Naik Kereta Bandara Soetta, Sekalian Ngopi di 3 Kafe Stasiun BNI City

Naik Kereta Bandara Soetta, Sekalian Ngopi di 3 Kafe Stasiun BNI City

Makan Makan
Ke Bandara Soetta, Makan Dulu di 4 Kuliner Dekat Stasiun BNI City

Ke Bandara Soetta, Makan Dulu di 4 Kuliner Dekat Stasiun BNI City

Makan Makan
BRI Europe Travel Fair 2020 Dibuka, Tiket ke Istanbul PP Rp 7 Jutaan

BRI Europe Travel Fair 2020 Dibuka, Tiket ke Istanbul PP Rp 7 Jutaan

Whats Hot
Unik! Ayam Goreng Batu Bara ala Gibran, Kaesang, dan Chef Arnold

Unik! Ayam Goreng Batu Bara ala Gibran, Kaesang, dan Chef Arnold

Makan Makan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X