Sempat Ditutup 6 Bulan, Pulau Boracay Kembali Dibuka untuk Turis

Kompas.com - 31/10/2018, 16:21 WIB
Pantai dengan pasir putih merupakan daya tarik utama Pulau Boracay, Filipina. AFP/JAY DIRECTOPantai dengan pasir putih merupakan daya tarik utama Pulau Boracay, Filipina.

JAKARTA, KOMPAS.com – Pulau Borocay, Filipina kembali dibuka untuk kunjungan turis pada Jumat (26/10/2018) lalu setelah enam bulan ditutup.

Sebelumnya, Presiden Filipina Rodrigo Duterte memutuskan untuk menutup pulau dengan pantai berpasir putih ini untuk kunjungan turis pada April lalu. Hal itu dilakukan karena proses restorasi dan rehabilitasi terhadap pantai dan laut yang tercemar oleh limba dari hotel dan restoran.

Borocay merupakan salah satu pantai terbaik di dunia dengan ukuran 1.000 hektar dengan jumlah kunjungan wisatawan yang sekitar 40.000 orang dalam sehari di waktu liburan panjang.

Wisatawan yang berkunjung bisa menghabiskan 1 miliar dollar Amerika Serikat atau sekitar Rp 15 triliun setiap tahunnya.

Untuk mencegah terulangnya kejadian yang sama, pemerintah menetapkan beberapa aturan baru bagi pengunjung.

Dilansir dari AFP, peraturan baru membatasi jumlah pengunjung sebanyak 19.200 wisatawan dalam satu waktu, dengan cara membatasi jumlah kamar hotel yang tersedia.

Beberapa hotel dan restoran telah diperintahkan untuk ditutup karena dianggap tidak memenuhi standar. Sementara kurang dari 160 bisnis yang terkait pariwisata telah disetujui untuk dibuka kembali.

Pulau Boracay, di Provinsi Aklan, Filipina, terkenal karena pantai pasir putih yang menakjubkan dan air yang jernih. SHUTTERSTOCK Pulau Boracay, di Provinsi Aklan, Filipina, terkenal karena pantai pasir putih yang menakjubkan dan air yang jernih.
Aturan lainnya, yakni melarang turis minum-minuman keras dan merokok. Pemerintah setempat juga berencana menghapus pesta pantai dalam memperingati Hari Buruh yang jatuh pada 1 Mei yang dijuluki LaBoracay.

"Aturan dan tata cara yang diberlakukan telah benar-benar sempurna, semua hanya masalah implementasi," kata Direktur Eksekutif Yayasan Boracay, Pia Miraflores.

"Untuk waktu yang lama kami telah meminta kepada pemerintah untuk dibuatkan aturan dan regulasi," tambahnya.

Dibukanya kembali pulau wisata juga mendapat sambutan positif dari turis dan juga puluhan ribu pekerja yang menganggur selama pulau ini ditutup.

Sekretaris Lembaga Pariwisata Filipina, Bernadette Romulo Puyat mengatakan bahwa Boracay akan memulai fase hidup baru dengan menjadikan pariwisata berkelanjutan sebagai landasannya.

“Ini artinya kami mengambil tindakan demi masa depan lingkungan di Boracay,” kata Bernadette, dikutip dari AFP.

Ia juga mengirimkan peringatan kepada beberapa destinasi wisata populer lain di Filipina seperti El Nido dan Panglao terkait pembatasan jumlah wisatawan.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X