5 Museum untuk Napak Tilas Perjuangan Pahlawan di Yogyakarta - Kompas.com

5 Museum untuk Napak Tilas Perjuangan Pahlawan di Yogyakarta

Kompas.com - 10/11/2018, 18:00 WIB
Pengunjung memasuki Museum Benteng Vredeburg, Yogyakarta, Rabu (9/8/2017). Dalam rangka menyambut Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggratiskan tiket masuk cagar budaya dan museum di Indonesia yang berada di bawah Kemendikbud sepanjang Agustus 2017. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/kye/17. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko Pengunjung memasuki Museum Benteng Vredeburg, Yogyakarta, Rabu (9/8/2017). Dalam rangka menyambut Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggratiskan tiket masuk cagar budaya dan museum di Indonesia yang berada di bawah Kemendikbud sepanjang Agustus 2017. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/kye/17.

JAKARTA, KOMPAS.com - Perjuangan para pahlawan dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia diabadikan dalam bentuk monumen atau museum

Yogyakarta adalah salah satu kota yang menyimpan banyak kisah perjuangan pahlawan. Di kota inilah banyak terjadi kejadian penting seperti Serangan Umum 1 Maret 1949 dan sempat menjadi ibu kota sementara Republik Indonesia. Berikut adalah monumen dan museum di Yogyakarta, cocok untuk napak tilas perjuangan para pahlawan Indonesia: 

1. Benteng Vredeburg

Benteng Vredeburg dibangun oleh Belanda pada 1760. Sebelum menjadi museum seperti sekarang, benteng ini sebenarnya pernah difungsikan menjadi gudang perbekalan dan senjata, rumah sakit tentara, tempat menampung tahanan politik, dan markas TNI. 

Barulah pada 1984 Kemendikbud RI memutuskan untuk menjadikan benteng ini sebagai museum dan masih dapat dikunjungi sampai saat ini. 

Di Museum Benteng Vredeburg pengunjung dapat menyaksikan berbagai diorama dan foto-foto penting perjuangan kemerdekaan RI, dan benda benda asli dari zaman penjajahan Belanda dan Jepang.

Benteng ini beralamat di Jalan Margo Mulyo Nomor 6, letaknya sangat strategis berada di pusat Yogyakarta.

Monumen Jogja KembaliKOMPAS/EDDY HASBI Monumen Jogja Kembali
2. Museum Monumen Yogya Kembali

Bentuk museum ini terbilang ikonik lantaran berbentuk kerucut. Di dalam museum terdapat tiga lantai, yang memuat berbagai koleksi yang mengisahkan para pejuang dalam memertahankan kemerdekaan. 

Terdiri dari replika, foto, dokumen, dan berbagai jenis senjata yang digunakan era perjuangan kemerdekaan 1945-1949.

Nama "Yogya Kembali" berkaitan dengan peristiwa 29 Juni 1949 ketika tentara Belanda ditarik dari Yogyakarta, dan akhirnya kembali ke para pejuang dan rakyat Yogyakarta. Lokasi museum berada di Jalan Ringroad Utara.

3. Museum Pusat TNI Angakatan Udara Dirgantara Mandala

Kota kelahiran pahlawan TNI Angkatan Udara, Agustinus Adisoetjipto ini dipilih menjadi tempat yang dipilih untuk memperkenalkan sejarah dan seluk beluk TNI Angkatan Udara.

Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala terletak di kompleks Bandara Adisutjipto, Yogyakarta. Di sini, pengunjung  dapat melihat berbagai pesawat perang dan replika, serta peralatan bantu perang untuk TNI Angkatan Udara. 

Uniknya museum ini awalnya didirikan di Jalan Tanah Abang, Jakarta hingga akhirnya dipindahkan ke Yogyakarta yang dianggap sebagai tempat bersejarah bagi TNI Angkatan Udara.

Murid TK mengunjungi Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala yang berada di kompleks Pangkalan Udara TNI AU Adisutjipto, Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu (23/4/2017). Museum tersebut menjadi sarana mengenalkan sejarah perkembangan TNI AU sekaligus memupuk daya tarik generasi muda pada dunia kedirgantaraan.KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Murid TK mengunjungi Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala yang berada di kompleks Pangkalan Udara TNI AU Adisutjipto, Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu (23/4/2017). Museum tersebut menjadi sarana mengenalkan sejarah perkembangan TNI AU sekaligus memupuk daya tarik generasi muda pada dunia kedirgantaraan.

4. Museum Sandi

Museum unik yang berada di Jalan Faridan  M Noto Nomor 21 ini berisikan pembelajaran mengenai seluk beluk persandian. Sandi berperan penting dalam perjuangan kemerdekaan RI. 

Beberapa koleksi penting seperti replika hieroglif, atau penulisan kuno yang dipakai peradaban Mesir, mesin telegraf, dan mesin sandi ada di sini. Di museum ini pengunjung juga dapat melihat kisah dari para pahalawan yang berjasa terhadap dunia sandi Indonesia, dokumen, serta replikan kamar sandi peryama di Indonesia. 

5. Museum Bahari 

Museum Bahari memamerkan segala aspek kelautan, termasuk replika kapal perang TNI AL, aneka senjata yang digunakan di laut, dan berbagai alat navigasi laut. Museum ini juga dilengkapi alat audio visual untuk membantu pemahaman pengunjung. Letaknya di Jalan R.E. Martadinata Nomor 69. 



Close Ads X