Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Leuwi Jurig, Pemandian Alami nan Misterius di Garut

Kompas.com - 17/12/2018, 19:10 WIB
Reni Susanti,
Sri Anindiati Nursastri

Tim Redaksi


GARUT, KOMPAS.com – Bagi Anda yang suka menantang adrenalin dan belum mengetahui akan liburan kemana akhir tahun ini, bisa mengunjungi Leuwi Jurig.

Leuwi Jurig berada di Kampung Rupit, Desa Bojong, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Bagi Anda yang berasal dari Jakarta, Anda bisa menuju Bandung via tol Cileunyi, kemudian ke Kota Garut. Dari sana, dibutuhkan 2-3 jam perjalanan mobil ke arah Bungbulang.

Meski membutuhkan waktu perjalanan cukup panjang, Anda tidak perlu khawatir. Terutama saat memasuki kawasan Garut.

Sebab, Anda akan disuguhkan keindahan alam Garut. Seperti hutan, kebun teh, perkampungan khas sunda dengan rumah panggungnya, ditambah udara yang sejuk.

Begitu melewati Kecamatan Pakenjeng, Anda sebaiknya bertanya kepada warga mengenai lokasi Leuwi Jurig. Sebab Leuwi Jurig berbeda dengan tempat wisata umumnya yang ramai.

Di sini, pengunjung tidak akan menemukan papan besar bertuliskan “Leuwi Jurig”. Pengunjung pun tak begitu ramai. Hanya ada beberapa warga sekitar ataupun orang lewat yang ingin berfoto ataupun berenang. Namun ada sejumlah warung yang bisa membantu pengunjung menuju lokasi.

Baca juga: 4 Rekomendasi Tempat Nongkrong Kekinian di Garut

Kompas.com saat itu ditemani seorang anak pemilik warung bernama Raffi. Ia mengantarkan ke Leuwi Jurig termasuk menjadi guide. Sebab hingga kini belum ada guide resmi di Leuwi Jurig.

Raffi meminta pengunjung menyimpan kendaraan di parkiran dengan membayar Rp 10.000. Kemudian ia mengantarkan pengunjung lewat jalan setapak menuju Leuwi Jurig.

Begitu sampai, Anda akan melihat hamparan batu tinggi nan terjal. Di bagian bawah terdapat aliran air tenang berwarna hijau tua, pertanda kedalaman air.

“Dalamnya lebih dari 10 meter. Kalau yang di ujung sana 1-2 meteran,” ujar Raffi.

Leuwi Jurig berada di Kampung Rupit, Desa Bojong, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Di sini pengunjung bisa berenang di kedalaman air lebih dari10 meter dengan pemandangan yang indah.KOMPAS.com/RENI SUSANTI Leuwi Jurig berada di Kampung Rupit, Desa Bojong, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Di sini pengunjung bisa berenang di kedalaman air lebih dari10 meter dengan pemandangan yang indah.

Suasana yang sepi dan hawa yang sejuk membuat Leuwi Jurig yang indah sangat tenang dan seperti milik pribadi. Pengunjung bisa mengambil beberapa foto yang intagramable di sana.

Atau jika ingin berenang, Anda bisa menuruni bebatuan yang terjal dengan hati-hati. Airnya sangat jernih dan segar.

Bagi yang bisa berenang, pengunjung bisa langsung loncat untuk berenang di kedalaman air lebih dari 10 meter. Begitu tubuh bersentuhan air, lelah selama perjalanan terbayar sudah.

Anda akan merasakan segarnya air pedesaan hingga lupa waktu. Namun, bagi yang tidak bisa berenang, Raffi akan menyarankan pengunjung berenang di daerah hilir yang kedalaman airnya hanya 1-2 meter.

Di aliran air sedalam 1-2 meter ini pun, terdapat banyak batu besar yang bisa dijadikan spot untuk berfoto.

Arti Leuwi Jurig

Leuwi Jurig diambil dari bahasa Sunda. Leuwi atau Lubuk berarti bagian terdalam dari sungai. Leuwi bisa berarti pula cekungan (dalam) di dasar sungai.

Aliran air leuwi biasanya tenang bahkan terlihat tidak bergerak. Namun adakalanya, terjadi arus kuat di bagian dasar. Sedangkan jurig artinya setan atau hantu.

“Disebut Leuwi Jurig karena banyak terjadi kecelakaan,” ujar Raffi kepada Kompas.com belum lama ini.

Kecelakaan yang paling ia ingat terjadi 2014 lalu. Saat itu, sebuah motor kecelakaan di jembatan yang berada persis di atas leuwi dan meninggal.

Leuwi Jurig berada di Kampung Rupit, Desa Bojong, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Di sini pengunjung bisa berenang di kedalaman air lebih dari10 meter dengan pemandangan yang indah.KOMPAS.com/RENI SUSANTI Leuwi Jurig berada di Kampung Rupit, Desa Bojong, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Di sini pengunjung bisa berenang di kedalaman air lebih dari10 meter dengan pemandangan yang indah.

Di lihat dari kontur jalan yang menurun, jembatan di atas leuwi tersebut memang rawan kecelakaan. Beberapa kecelakaan diakibatkan fungsi rem yang tidak berfungsi baik.

Kecelakaan lain terjadi pada pengunjung yang berenang. Beberapa orang yang tidak bisa berenang nekat berenang di air kedalaman lebih dari 10 meter ini hingga tenggelam.

Ada pula beberapa pantangan yang tidak boleh dilanggar. Terutama bicara sompral atau seenaknya.

Tong nyarios sompral di dieu (jangan bicara sompral di sini), banyak yang celaka,” ungkapnya.

Bagi Anda yang kebetulan berlibur di sini, masih banyak tempat wisata di daerah selatan Garut tersebut, antara lain Leuwi Korsi dan Pantai Ranca Buaya.

Penginapan pun mudah ditemui, baik hotel maupun perumahan warga. Selamat berlibur!

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Dampak Rupiah Melemah pada Pariwisata Indonesia, Tiket Pesawat Mahal

Dampak Rupiah Melemah pada Pariwisata Indonesia, Tiket Pesawat Mahal

Travel Update
4 Tempat Wisata di Rumpin Bogor Jawa Barat, Ada Curug dan Taman

4 Tempat Wisata di Rumpin Bogor Jawa Barat, Ada Curug dan Taman

Jalan Jalan
Rusa Jadi Ancaman di Beberapa Negara Bagian AS, Tewaskan Ratusan Orang

Rusa Jadi Ancaman di Beberapa Negara Bagian AS, Tewaskan Ratusan Orang

Travel Update
5 Rekomendasi Playground Indoor di Surabaya untuk Isi Liburan Anak

5 Rekomendasi Playground Indoor di Surabaya untuk Isi Liburan Anak

Jalan Jalan
Pilot dan Pramugari Ternyata Tidur pada Penerbangan Jarak Jauh

Pilot dan Pramugari Ternyata Tidur pada Penerbangan Jarak Jauh

Travel Update
Desa Wisata Tabek Patah: Sejarah dan Daya Tarik

Desa Wisata Tabek Patah: Sejarah dan Daya Tarik

Jalan Jalan
Komodo Travel Mart Digelar Juni 2024, Ajang Promosi NTT ke Kancah Dunia

Komodo Travel Mart Digelar Juni 2024, Ajang Promosi NTT ke Kancah Dunia

Travel Update
Tips Pilih Makanan yang Cocok untuk Penerbangan Panjang

Tips Pilih Makanan yang Cocok untuk Penerbangan Panjang

Travel Tips
Harapan Pariwisata Hijau Indonesia pada Hari Bumi 2024 dan Realisasinya

Harapan Pariwisata Hijau Indonesia pada Hari Bumi 2024 dan Realisasinya

Travel Update
5 Tips Menulis Tanda Pengenal Koper yang Aman dan Tepat

5 Tips Menulis Tanda Pengenal Koper yang Aman dan Tepat

Travel Tips
Turis China Jatuh ke Jurang Kawah Ijen, Sandiaga: Wisatawan agar Dipandu dan Mengikuti Peraturan

Turis China Jatuh ke Jurang Kawah Ijen, Sandiaga: Wisatawan agar Dipandu dan Mengikuti Peraturan

Travel Update
8 Kesalahan Saat Liburan Berkelompok, Awas Bisa Cekcok

8 Kesalahan Saat Liburan Berkelompok, Awas Bisa Cekcok

Travel Tips
Sandiaga Bantah Iuran Pariwisata Akan Dibebankan ke Tiket Pesawat

Sandiaga Bantah Iuran Pariwisata Akan Dibebankan ke Tiket Pesawat

Travel Update
Hari Kartini, 100 Perempuan Pakai Kebaya di Puncak Gunung Kembang Wonosobo

Hari Kartini, 100 Perempuan Pakai Kebaya di Puncak Gunung Kembang Wonosobo

Travel Update
Artotel Gelora Senayan Resmi Dibuka April 2024, Ada Promo Menginap

Artotel Gelora Senayan Resmi Dibuka April 2024, Ada Promo Menginap

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com