Mencicipi Roti Kembang Waru, Kuliner Mewah Zaman Mataram Islam

Kompas.com - 02/01/2019, 15:15 WIB
Pembuatan roti kembang waru khas Kerajaan Mataram Islam yang masih tradisional Kompas.com/Anggara Wikan PrasetyaPembuatan roti kembang waru khas Kerajaan Mataram Islam yang masih tradisional

YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Yogyakarta memang tidak bisa dilepaskan dari sejarah masa lalunya. Dahulu, di tanah Yogyakarta pernah berdiri kerajaan-kerajaan besar yang berjaya di masanya.

Mataram Kuno dan Mataram Islam menjadi dua kerajaan besar yang pernah berjaya di wilayah Yogyakarta. Meski sama-sama bernama Mataram, keduanya merupakan kerajaan yang berbeda.

Baca juga: 5 Masjid Peninggalan Mataram Islam di Yogyakarta dan Solo

Mataram Kuno berdiri pada abad ke-8, sementara Mataram Islam berdiri pada abad ke-17. Kini Mataram pun tak hanya sekadar cerita sejarah semata. Ada banyak peninggalan sejarah yang masih bisa bisa ditemukan.

Untuk peninggalan Mataram Islam, salah satu yang kini masih bisa dijumpai adalah kuliner tradisional. Sajian tersebut adalah roti kembang waru yang bisa ditemukan di kawasan ibu kota pertama kerajaan ini, Kotagede.

Tempat roti ini dibuat saat ini ada di Kampung Bumen yang terletak sekitar 500 meter timur laut Pasar Kotagede. Ada 20 pembuat roti kembang waru di kampung ini yang beranggotakan 23 keluarga, salah satunya adalah Basiran Basis Hargito.

Sajian untuk acara kerajaan

Ketika ditemui Kompas.com, pria yang disapa Basis ini mengatakan kalau pada zaman dahulu, roti ini biasa disajikan ketika keraton sedang menggelar acara seperti mitoni, selapanan, tekanan, manten, atau lamaran.

Nama kembang waru pada roti ini dikarenakan bentuknya yang menyerupai bunga waru. Diceritakan dahulu di sekitar Keraton Kotagede terdapat banyak pohon waru yang berbunga, tetapi tidak produktif.

Selain tidak pernah berbuah, kayu pohon waru pun tidak cocok jika dipakai untuk bahan konstruksi bangunan. Juru masak kerajaan pun membuat cetakan roti dari bunga waru karena mudah untuk ditiru.

Roti Kembang Waru khas Kotagede, YogyakartaKompas.com/Anggara Wikan Prasetya Roti Kembang Waru khas Kotagede, Yogyakarta

Pria yang mulai membuat roti kembang waru sejak 1983 ini menjelaskan, saat ini bahan pembuat roti sedikit mengalami perubahan. Jika zaman dulu menggunakan telur kampung dan tepung ketan, maka sekarang bahannya dari telur ayam petelur dan tepung terigu.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X