Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pengembangan Bakauheni Harbour City di Lampung, Tempat Wisata Dekat Pelabuhan

Kompas.com - 18/04/2024, 18:06 WIB
Krisda Tiofani,
Anggara Wikan Prasetya

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan Indonesia Ferry (ASDP) tengah mengembangkan Bakauheni Harbour City.

Bakauheni Harbour City yang digadang-gadang menjadi kota wisata baru ini dibangun di atas lahan seluas 160 hektare.

"Sejak dua tahun ini kami mengembangkan Bakauheni Harbour City. Namanya membangun kota baru, tidak bisa setahun-dua tahun, mungkin butuh 10 tahun," ujar Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Ira Puspadewi dalam Weekly Brief with Sandiaga Uno, Selasa (16/4/2024).

Baca juga: ASDP Catat Perbedaan Tren Mudik dan Arus Balik Lebaran 2024 Merak-Bakauheni

Bakauheni Harbour City menargetkan wisatawan nusantara (wisnus) yang melintasi penyebrangan Jawa-Sumatera.

Total 20 juta orang yang menyeberang dari Pelabuhan Merak-Bakauheni bisa singgah ke tempat wisata di Lampung ini sebelum menyebrang.

 
 
 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Kompas Travel (@kompas.travel)

"Karena lokasinya cuma lima menit, kalau belum ada jadwal kapal, orang bisa main ke sana. Kami juga sudah mengundang dan mengkurasi UMKM. Sedang disiapkan bundling dengan tiket kapal," jelas Ira.

Perkembangan Bakauheni Harbour City

Sejauh ini, Bakauheni Harbour City sudah membangun distrik satu sebagai kawasan pertama yang diisi oleh Krakatau Park.

Krakatau Park dibangun oleh grup Jatim Park, pengembang tempat rekreasi populer di Kota Batu, Jawa Timur.

Baca juga: ASDP Catat Perbedaan Tren Mudik dan Arus Balik Lebaran 2024 Merak-Bakauheni

Siger Park sebagai pusat komunitas dan kebudayaan juga sudah dibangun di Bakauheni Harbour City.

Kawasan yang dibuat dengan desain siger Lampung ini melambangkan ikon mahkota pengantin perempuan suku Lampung dalam acara pernikahan.

Ilustrasi - Kondisi dermaga eksekutif Pelabuhan Bakauheni pada puncak arus mudik I Nataru, Sabtu (23/12/2023).DOK. ASDP Bakauheni Ilustrasi - Kondisi dermaga eksekutif Pelabuhan Bakauheni pada puncak arus mudik I Nataru, Sabtu (23/12/2023).

"Salah satu yang paling ramai adalah masjidnya. Dengan arsitektur yang sangat baik, menjadi tempat wisata religi baru," kata Ira.

Meski pembangunannya belum sempurna, masih membutuhkan waktu hingga September 2024, tetapi antusiasme pengunjung sudah mulai terlihat.

Baca juga: Festival Sunda di Lampung, Cara Merawat Keberagaman dan Silaturahmi

Bakauheni Harbour City mencatat, ada 15.000 pengunjung dalam satu hari pada malam pergantian tahun lalu.

"Lebaran 2024 kemarin sekitar lebih dari 35.000 orang dalam lima hari yang datang ke sana, serta ada 1.000 masyarakat sekitar yang mendapat pekerjaan baru," ungkap Ira.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

KONI Dorong Kota Malang Menjadi Destinasi Sport Tourism

KONI Dorong Kota Malang Menjadi Destinasi Sport Tourism

Travel Update
Koryu Space Japan Foundation: Lokasi, Jam Buka, dan Harga Tiket Masuk

Koryu Space Japan Foundation: Lokasi, Jam Buka, dan Harga Tiket Masuk

Travel Tips
Koryu Space Japan Foundation, Working Space Gratis di Jakarta

Koryu Space Japan Foundation, Working Space Gratis di Jakarta

Travel Update
 Legaran Svarnadvipa di Tanah Datar Sumbar, Pertunjukkan Seni untuk Korban Bencana

Legaran Svarnadvipa di Tanah Datar Sumbar, Pertunjukkan Seni untuk Korban Bencana

Travel Update
Pengalaman ke Hutan Kota Babakan Siliwangi Bandung, Menyejukkan Mata

Pengalaman ke Hutan Kota Babakan Siliwangi Bandung, Menyejukkan Mata

Jalan Jalan
Taman Sejarah Bandung: Daya Tarik, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Taman Sejarah Bandung: Daya Tarik, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Jalan Jalan
Cara ke Pasar Antik Cikapundung di Bandung Naik DAMRI dan Angkot

Cara ke Pasar Antik Cikapundung di Bandung Naik DAMRI dan Angkot

Travel Tips
Larangan 'Study Tour' Disebut Tak Berdampak pada Pariwisata Dieng

Larangan "Study Tour" Disebut Tak Berdampak pada Pariwisata Dieng

Travel Update
Daftar Tanggal Merah dan Cuti Bersama Juni 2024, Bisa Libur 4 Hari

Daftar Tanggal Merah dan Cuti Bersama Juni 2024, Bisa Libur 4 Hari

Travel Update
Ada Anggapan Bali Dijajah Turis Asing, Menparekraf Tidak Setuju

Ada Anggapan Bali Dijajah Turis Asing, Menparekraf Tidak Setuju

Travel Update
Ada Kecelakaan Bus 'Study Tour' Lagi, Sandiaga: Akan Ada Sanksi Tegas

Ada Kecelakaan Bus "Study Tour" Lagi, Sandiaga: Akan Ada Sanksi Tegas

Travel Update
Jadwal Kereta Wisata Ambarawa Relasi Ambarawa-Tuntang Juni 2024

Jadwal Kereta Wisata Ambarawa Relasi Ambarawa-Tuntang Juni 2024

Travel Update
Itinerary 2 Hari 1 Malam di Badui Dalam, Bertemu Warga dan ke Mata Air

Itinerary 2 Hari 1 Malam di Badui Dalam, Bertemu Warga dan ke Mata Air

Itinerary
3 Aktivitas di Taman Sejarah Bandung, Nongkrong Sambil Belajar Sejarah

3 Aktivitas di Taman Sejarah Bandung, Nongkrong Sambil Belajar Sejarah

Jalan Jalan
Rute Naik Angkot ke Taman Sejarah Bandung dari Gedung Sate

Rute Naik Angkot ke Taman Sejarah Bandung dari Gedung Sate

Travel Tips
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com