Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 01/03/2019, 07:00 WIB

KOMPAS.com - Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, tourism 4.0 saat ini menjadi tren pengembangan pariwisata sejumlah negara di dunia. Menurut pengamatannya, kini banyak negara telah menyiapkan pengembangan tourism 4.0 di antaranya yang paling sukses adalah Spanyol.

“Spanyol menjadi banchmarking. Negara ini telah menerapkan pariwisata 4.0 di beberapa destinasi utamanya dengan membangun ekosistem digital mulai dari inspiration, arrival, destination, hingga post-trip serba digital mencerminkan era tourism 4.0,” kata Arief.

Menurutnya, pengembangan pariwisata atau tourism 4.0 ditujukan bagi wisatawan milenial dengan target pertumbuhan yang berlipat.

"Wisatawan milenial tercatat jumlahnya mencapai 50 persen dari keseluruhan wisman inbound ke Indonesia dengan proyeksi pertumbuhan berlipat. Sebagai perbandingan, Malaysia dalam program tourism 4.0 menargetkan pertumbuhan 4 kali lipat pada 2030, sedangkan Spanyol menjadi negara yang paling berhasil dalam tourism 4.0,” lanjutnya.

Arief mengatakan, berkembangnya tren tourism 4.0 ditandai dengan adanya perubahaan perilaku wisatawan yang cenderung lebih mandiri dan individual. Ia mencontohkan wisman milenial Tiongkok yang dahulu dikenal sebagai "group tourism" sekarang lebih banyak yang menjadi individual tourism.

Asuransi perjalanan belum banyak dimanfaatkan para traveller.Adira Insurance Asuransi perjalanan belum banyak dimanfaatkan para traveller.
“Sekitar 70 persen wisman Tiongkok adalah individual dengan usia 15-23 tahun sebanyak 23 persen,” kata Arief Yahya.

Arief melanjutkan, Kemenpar saat ini sedang mempersiapkan transformasi menuju tourism 4.0 dalam grand strategy sebagai upaya pengembangan wisata di Indonesia.

Strategi besar yang dimaksud meliputi Strategic Theme: Wonderful Indonesia Digital Tourism 4.0; Strategic Imperatives for Transforming Tourism HR to Win Global Competition in Industry 4.0; 5 Technology Enabler; 9 Key Initiatives for Discipline Executions; dan Pentahelix Collaboration Approach.

"Kunci dalam grand strategy pariwisata era industri 4.0 adalah Sumber Daya Manusia atau SDM dan ini sebagaimana program yang ditetapkan Presiden Jokowi tahun ini yakni fokus pada SDM,” ujarnya.

Menurutnya, program Go Digital yang saat ini tengah dikerjakan menjadi salah satu program strategis Kemenpar dalam upaya memenangkan pasar di era industri 4.0.

Lebih lanjut Arief mengatakan, saat ini telah terjadi perubahan perilaku pasar yang sangat menonjol dimana semua telah bergeser ke arah digital.

Perubahaan perilaku pasar, kata Arief Yahya, lebih lanjut diikuti pula dengan berubahnya perilaku konsumen yang semakin mobile, personal, serta interaktif. 

“Dalam industri pariwisata perubahan perilaku konsumen itu terlihat ketika search and share 70 persen sudah melalui digital. Industri travel agen sudah tidak lagi bisa mengandalkan walk in service untuk reservasi tiket dan memilih paket wisata. Semua sudah berubah dengan digital,” kata Arief Yahya.

Ia berharap dengan pengembangan tourism 4.0 pariwisata Indonesia menjadi kian berkembang dan dikenal di mata dunia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

11 Negara Anggota ASEAN, Berikut Daftar Lengkapnya

11 Negara Anggota ASEAN, Berikut Daftar Lengkapnya

Jalan Jalan
Semesta's Gallery di Jakarta Selatan, Bisa Mampir Sekaligus Healing

Semesta's Gallery di Jakarta Selatan, Bisa Mampir Sekaligus Healing

Jalan Jalan
Main ke Skywalk Kebayoran Lama, Bisa Mampir 7 Spot Wisata Ini

Main ke Skywalk Kebayoran Lama, Bisa Mampir 7 Spot Wisata Ini

Jalan Jalan
Lion Air Tambah Frekuensi Penerbangan Umrah dari Padang-Arab Saudi

Lion Air Tambah Frekuensi Penerbangan Umrah dari Padang-Arab Saudi

Travel Update
Skywalk Kebayoran Lama Terpanjang di Jakarta, Ketahui 3 Faktanya

Skywalk Kebayoran Lama Terpanjang di Jakarta, Ketahui 3 Faktanya

Jalan Jalan
Event Makin Banyak, Menparekraf Ingatkan Penyelenggara Dapat Vaksin Booster Kedua

Event Makin Banyak, Menparekraf Ingatkan Penyelenggara Dapat Vaksin Booster Kedua

Travel Update
Naik Kereta Api Pertama di Sulawesi, Bisa Mampir ke Tempat Wisata IniĀ 

Naik Kereta Api Pertama di Sulawesi, Bisa Mampir ke Tempat Wisata IniĀ 

Jalan Jalan
[POPULER TRAVEL] Solo Safari Dibuka | Lokasi Syuting The Last of Us

[POPULER TRAVEL] Solo Safari Dibuka | Lokasi Syuting The Last of Us

Travel Update
Shirakawa Go, Desa Tradisional di Jepang yang Jadi Warisan Budaya UNESCO

Shirakawa Go, Desa Tradisional di Jepang yang Jadi Warisan Budaya UNESCO

Travel Update
Kondisi Terkini Pantai Gesing di Gunungkidul, Tak Ada Lagi Pasir Putih

Kondisi Terkini Pantai Gesing di Gunungkidul, Tak Ada Lagi Pasir Putih

Travel Update
Panduan Bersepeda di Shimanami Kaido, Jepang yang Banyak Digemari Turis Indonesia

Panduan Bersepeda di Shimanami Kaido, Jepang yang Banyak Digemari Turis Indonesia

Jalan Jalan
15 Daftar Negara Paling Bahaya untuk Penerbangan di Dunia

15 Daftar Negara Paling Bahaya untuk Penerbangan di Dunia

Travel Tips
5 Tips Berkunjung ke Solo Safari, Bawa Kamera atau Lensa Zoom

5 Tips Berkunjung ke Solo Safari, Bawa Kamera atau Lensa Zoom

Travel Tips
Cara Naik Kereta Panoramic Keberangkatan Bandung dan Surabaya Gubeng

Cara Naik Kereta Panoramic Keberangkatan Bandung dan Surabaya Gubeng

Travel Update
Jalan ke Kafe Viral di Bromo Rawan Kecelakaan, Polisi: Jangan Pakai Matik

Jalan ke Kafe Viral di Bromo Rawan Kecelakaan, Polisi: Jangan Pakai Matik

Travel Tips
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+