Apa Saja Kemampuan yang Harus Dikuasai oleh Pemandu Gunung?

Kompas.com - 12/03/2019, 18:10 WIB
Pendakian Gunung Semeru di pos 3, via Ranu Pani, 2018.KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Pendakian Gunung Semeru di pos 3, via Ranu Pani, 2018.

JAKARTA, KOMPAS.com – Mendaki gunung sejatinya merupakan salah satu olahraga ekstrem yang menuntut kemahiran tertentu. Akan tetapi, saat ini pendakian gunung seperti menjadi tren belaka yang tengah digemari muda-mudi.

Padahal, sebagaimana olahraga ekstrem lainnya, kalangan awam mestinya didampingi oleh ahli maupun pemandu ketika mendaki demi menekan risiko kecelakaan yang mungkin terjadi.

Baca juga: Wacana Pendakian Wajib Pakai Jasa Pemandu Tinggal Menunggu Waktu

Saat ini, banyak pemandu gunung di Tanah Air telah disertifikasi guna menjamin kompetensinya sebagai pemandu. Wisnu Wiryawan, seorang Pengurus Pusat Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) Bidang Keselamatan menyebutkan beberapa kemampuan dasar yang wajib dikuasai para pemandu tersebut.

“ Pertama adalah knowledge, ini otomatis berkaitan sama area kerjanya dia, pengetahuan soal medan gunung, jalur, geografis, sampai cuaca atau undang-undang yang berlaku di taman nasional sekalipun,” tutur Wisnu kepada KompasTravel beberapa waktu lalu.

Selain wawasan, para pemandu juga mutlak menguasai berbagai kepiawaian, mulai dari kemampuan teknis sampai manajemen.

Skill-nya yang dasar adalah survival, navigasi,” kata Wisnu.

Ia menyebutkan dua kemampuan tersebut memang tergolong penting, apalagi ketika pendaki terjebak dalam kondisi darurat yang membahayakan keselamatan.

Sementara itu, manajemen perjalanan juga tak kalah vital. Wisnu menilai, maraknya kasus kecelakaan dan kematian di gunung merupakan muara dari ketidaksiapan manajemen perjalanan, mulai dari persiapan fisik hingga logistik.

Kondisi tenda milik tiga remaja asal Indramayu yang tewas di kawasan Pos 4 Gunung Tampomas, Sumedang, Jawa Barat. DOK. Mapala Madratala STIA Sebelas April SumedangKOMPAS.com/AAM AMINULLAH Kondisi tenda milik tiga remaja asal Indramayu yang tewas di kawasan Pos 4 Gunung Tampomas, Sumedang, Jawa Barat. DOK. Mapala Madratala STIA Sebelas April Sumedang

“Itu sebabnya, para pendaki amatir ini perlu diakomodir sama pemandu yang profesional agar kekurangan mereka itu di-support sama guide ini,” imbuhnya.

Untuk menguji dua kompetensi barusan, seorang pemandu yang bakal disertifikasi harus punya rekam jejak yang jelas.

Pemandu tingkat muda, misalnya, harus sudah dua kali memandu pendakian gunung. Sedangkan pemandu tingkat madya, mesti sudah melakukan 10 kali pemanduan gunung. Pengalaman tersebut dibuktikan dengan bukti foto, korespondensi, sampai testimoni para pengguna jasa.

Selebihnya, kompetensi yang perlu dikuasai para pemandu ialah hospitality alias pelayanan terhadap pengguna jasa. Kompetensi ini dites langsung oleh para asesor ketika ujian sertifikasi pemandu.



Close Ads X