Mengenal The Canopi Bintan, Perkemahan Mewah Berkonsep Nomadic Tourism

Kompas.com - 15/04/2019, 09:30 WIB
Panorama kawasan wisata alam The Canopi BintanRifqi Aufal Sutisna Panorama kawasan wisata alam The Canopi Bintan

KOMPAS.com – The Canopi Bintan yang berada di Kepulauan Riau terkenal dengan keindahan alam yang memukau. Panormanya kerap menarik wisatawan mancanegara seperti Singapura, Australia, dan China.

Letaknya berada persis di sepanjang laguna air tawar terbesar di Asia Tenggara. Lokasinya pun tak jauh dari Singapura, hanya sekitar satu jam perjalanan dari Kota Singa itu.

Baca juga: Kemenpar Targetkan 4 Juta Wisman Kunjungi Kepulauan Riau

The Canopi Bintan merupakan kawasan wisata berbasis perkemahan mewah atau glamour camping. Saat ini, The Canopi Bintan memiliki amenitas baru berkonsep Nomadic Tourism.

Pengunjung akan disuguhkan jejeran 100 penginapan berbentuk tenda bertema safari. Tak hanya itu, penginapan ini memiliki teras dan taman pribadi yang bisa dijelajahi.

Para pengunjung dapat merasakan beraneka macam wisata pantai patut dicoba seperti jet ski, bumper boat, jetovater, dan flying water jet bike.

wisman sedang menjelajahi hutan bakau.Rifqi Aufal Sutisna wisman sedang menjelajahi hutan bakau.
Pengunjung bisa menjelajahi hutan bakau pribadi pada waktu siang ataupun malam. Ada juga fasilitas ATV dan hiking untuk menjelajahi tanah Bintan.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan The Canopi Bintan banyak diminati investor karena karakter bisnisnya yang murah, cepat operasional, dan cepat kembali modal, sesuai dengan karakter pasar potensial.

Baca juga: Kepulauan Riau Catat Kenaikan Jumlah Kunjungan Wisman

Dia mengatakan, kondisi ini sesuai dengan segmentasi yang disasar, yakni wisatawan milenial.

“Saya berani membuat tagline nomadic tourism yakni solusi sementara, sebagai solusi selamanya. Hal ini sudah terbukti dan sesuai dengan keadaan saat ini, dan ini bisa menggaet wisatawan milenial dari negara tetangga, karena konsepnya menyuguhkan pengalaman seru,” ujarnya di Bintan, beberapa waktu lalu.

Nomadic tourism dinilai menjadi kebutuhan wisatawan milenial sekaligus solusi dalam mengatasi keterbatasan dalam membangun kawasan wisata 3A, yakni Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas.



Close Ads X