Simak Kisaran Puncak Pembelian Tiket Mudik Tahun Ini

Kompas.com - 15/05/2019, 21:03 WIB
Ilustrasi mudik gratis. KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DIlustrasi mudik gratis.


JAKARTA, KOMPAS.com - Menjelang Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran, masyarakat Indonesia memiliki tradisi mudik ke kampung halaman. Kendati demikian, animo masyakarat yang tinggi ini kerap mengakibatkan ludesnya tiket mudik sebelum waktunya. Sehingga, beberapa calon pemudik tidak kebagian tiket keberangkatan ke kampung halaman.

Head of Growth Management Traveloka, Iko Putera, mengatakan puncak pembelian tiket arus mudik sedikit berbeda untuk setiap moda transportasi antara pesawat, bus, atau kereta.

Baca juga: Langkah Penting Usai Membeli Tiket Bus Mudik via Online

"Kereta itu H-90 Lebaran karena mengikuti jadwal pembukaan inventori dari KAI, biasanya 90 hari sebelum melonjak. Tapi kemudian akan ada puncak-puncak lagi mengikuti kereta tambahan dari KAI dari sisi timing atau tidak terduga. Tapi yang paling puncak itu H-90," kata Iko di Jakarta, Selasa (14/05/2019).

Sementara untuk pesawat dan bus, lanjut Iko, puncaknya H-15 atau H-14, namun tetap tergantung pada jadwal keberangkatan. Kemudian kondisi tersebut diperkirakan akan lanjut sampai H-7.

"Untuk bus, masih ada juga yang last minute, H-2 H-3 itu masih ada. tapi puncaknya tetap di H-14 sampai seminggu ke depan," ujarnya.

Baca juga: Kenapa Minat Pengguna Bus untuk Mudik Tahun Ini Meningkat?

Di samping itu, Iko mengatakan, pesawat masih menjadi moda transportasi masyarakat Indonesia untuk mudik. Dalam survei internal Traveloka, pengguna layanan pesawat ketika mudik mencapai 67 persen.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X