Kompas.com - 27/05/2019, 09:06 WIB
Peserta Kirab Malam Selikuran Keraton Surakarta. Kompas.com/Anggara Wikan PrasetyaPeserta Kirab Malam Selikuran Keraton Surakarta.

Pindah ke Taman Sriwedari

Gusti Dipo juga menyampaikan, dahulu setiap kegiatan Malam Selikuran, di depan Masjid Agung Surakarta suasananya semakin ramai seperti pasar malam. Namun Keraton Surakarta sudah memiliki pasar malam sendiri saat Sekaten.

“Maka oleh Pakubuwana X, kegiatan Malam Selikuran itu dialihkan ke Taman Sriwedari. Di sana ada taman di tengah semacam kolam. Setiap malam selikuran ubarampe dibawa ke sana dan didoakan bersama dan dibagikan kepada masyarakat,” lanjut Gusti Dipo.

Baca juga: Jelajah Kotagede, Cikal Bakal Keraton Surakarta dan Yogyakarta

Pada perkembangannya, setiap Malam Selikuran di Taman Sriwedari dimulai dengan adanya Maleman Sriwedari atau pasar malam. Namun saat ini lokasi Malam Selikuran di Sriwedari sedang diperbaiki. Oleh karena itu lokasi acara untuk sementara kembali ke Masjid Agung.

Tradisi ini sempat terhenti pada masa Pakubuwana XII dan hanya dilaksanakan di Keraton Surakarta. Namun saat H R Hartomo menjadi wali kota Surakarta, Malam Selikuran kembali dilaksanakan di Taman Sriwedari.

“Sempat berhenti karena waktu itu pemahaman budaya masyarakat tidak seperti sekarang. Dulu masyarakat getol bahwa yang dinamakan pembangunan adalah ekonomi dan sebagainya. Di sisi lain ada yang lebih penting yang harus dilihat dari sisi budaya,” lanjut Gusti Dipo.

Baca juga: Mudik ke Solo, Jangan Lewatkan Naik Kereta Uap Kuno Jaladara

Kini pemerintah Surakarta mendukung penuh pelestarian kebudayaan. Pengembangan dan pelestarian budaya termasuk budaya di keraton telah dilindungi sebagai identitas bangsa.

Menurut KGPH Dipokusumo, Malam Selikuran yang berasal dari kata selikur  dengan arti 21 dalam bahasa Indonesia ini akan kembali diadakan di Sriwedari setelah pembangunan selesai. Tradisi ini juga akan terus dilaksanakan setiap tahunnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.