BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Mandiri

Ini 3 Destinasi Sport Tourism di Indonesia yang Wajib Dikunjungi

Kompas.com - 14/06/2019, 09:07 WIB
Mandiri Jogja Marathon 2019 berlangsung pada Minggu, 28 April 2019. DOK. MANDIRI JOGJA MARATHONMandiri Jogja Marathon 2019 berlangsung pada Minggu, 28 April 2019.

KOMPAS.com – Kekayaan alam yang indah serta keragaman budaya yang kental menjadi keunggulan Indonesia dalam mempromosikan pariwisatanya. Namun, selain kedua hal tersebut, masih ada satu lagi yang bisa dijadikan senjata pariwisata Indonesia, yakni sport tourism.

Bila dilihat dari arti secara harfiah, sport tourism berarti olahraga yang mengombinasikan wisata.

Beberapa tahun belakangan ini, Indonesia memang kerap mempromosikan pariwisatanya lewat sport tourism. Bahkan, hampir semua daerah berlomba mengembangkan sport tourism masing-masing untuk menarik minat wisatawan, baik domestik atau internasional.

Adapun beberapa daerah yang menjadi lebih dikenal dunia karena event sport tourism-nya terbilang sukses dari tahun ke tahun. Untuk membahasnya lebih jauh, silakan simak ulasan berikut ini.

1. Daerah Istimewa Yogyakarta

Marathon menjadi salah satu dari banyaknya olahraga pada sport tourism yang cukup digandrungi banyak wisatawan. Pada olahraga ini, wisatawan tak hanya sekadar menonton pertandinga, tapi juga bisa ikut merasakan sengitnya persaingan.

Nah, bila berbicara mengenai marathon, maka Mandiri Jogja Marathon 2019 patut Anda lirik. Event yang telah dilaksanakan pada 28 April 2019 tersebut terbilang sukses diadakan.

Asal tahu saja, lebih kurang 7.500 peserta mengikuti ajang ini dan uniknya lebih dari 85 persen dari jumlah peserta berasal dari luar Yogyakarta.

Vice President Corporate Communications Bank Mandiri Rudi As Aturridha mengatakan, antusiasme Jogja Marathon dapat dilihat dari animo masyarakat yang besar.

“Animo pencinta olahraga lari terhadap event ini sungguh luar biasa. Untuk itu, kami akan terus berusaha untuk memperbaiki kualitas penyelenggaraan agar ajang yang menggabungkan olahraga dan pariwisata ini dapat berjalan dengan baik,” ujar Rudi seperti yang dilansir Kompas.com, Rabu (15/5/2019).

Pada ajang kali ini, Mandiri Jogja Marathon 2019 menyediakan empat kategori lomba, yakni full marathon, half marathon, 10 kilometer, dan 5 kilometer.

Selain itu, keunikan lainnya dari lomba ini adalah peserta akan disuguhkan pemandangan menakjubkan Candi Prambanan dan melintasi 13 desa sepanjang rute perlombaan di Kabupaten Sleman dan Kabupaten Klaten.

Para pebalap peserta Tour de Singkarak melintasi tanjakan Kelok Sembilan di Kabupaten Limapuluh Koto, Sumatera Barat, pada etape kedua Tour de Singkarak dengan rute Limapuluh Koto-Tanah Datar, Minggu (7/8/2016).KOMPAS/YUNIADHI AGUNG Para pebalap peserta Tour de Singkarak melintasi tanjakan Kelok Sembilan di Kabupaten Limapuluh Koto, Sumatera Barat, pada etape kedua Tour de Singkarak dengan rute Limapuluh Koto-Tanah Datar, Minggu (7/8/2016).

2. Singkarak, Sumatera Barat

Bila mendengar nama Singkarak, mungkin akan banyak dari Anda yang langsung teringat Tour de Singkarak. Ya, Tour de Singkarak adalah salah satu ajang balap sepeda di Indonesia yang sudah mendunia.

Pertama kali digelar pada 2008, Tour de Singkarak sudah memasuki perhelatannya yang ke-10. Hal tersebut juga menandakan eksistensi Tour de Singkarak selama satu dekade.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan, Tour de Singkarak merupakan ajang untuk mempromosikan Sumatera Barat (Sumbar) sebagai salah satu destinasi wisata Indonesia, khususnya dalam hal sport, culture, dan tourism.

Dilansir dari Kompas.com, Senin (22/10/2018), Tour de Singkarak juga disebut Arief sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara dan nusantara di Sumbar.

Tak hanya Sumbar, Tour de Singkarak pun rencananya akan menambah rute baru sampai ke Provinsi Jambi. Hal tersebut dilakukan untuk semakin memperkenalkan potensi wisata di Pulau Sumatera.

Para pebalap beradu cepat dalam circuit race sejauh 100 kilometer pada etape ketiga Tour de Ijen di Kota Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (9/12/2012). Etape terakhir Tour de Ijen ini dimenangi pebalap Uni Emirat Arab,  Yousif Alhammadi.KOMPAS/RADITYA HELABUMI Para pebalap beradu cepat dalam circuit race sejauh 100 kilometer pada etape ketiga Tour de Ijen di Kota Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (9/12/2012). Etape terakhir Tour de Ijen ini dimenangi pebalap Uni Emirat Arab, Yousif Alhammadi.

3. Banyuwangi-Ijen, Jawa Timur

Bila Sumatera punya Tour de Singkarak, maka Jawa punya ajang balap sepeda yang tak kalah meriah, yakni Tour de Banyuwangi Ijen.

Melansir Kompas.com, Senin (1/10/2018), perhelatan akbar yang sudah diselenggarakan selama tujuh tahun berturut-turut ini merupakan ajang olahraga berbalut wisata dengan menempuh rute sejauh 599 kilometer.

Salah satu destinasi yang menjadi andalan adalah Paltuding yang masuk wilayah Gunung Ijen. Uniknya, para wisatawan yang berkunjung untuk melihat gelaran ini juga mempunyai kesempatan untuk melihat api biru atau blue fire yang tersuguh di Kawah Ijen.

Sementara itu, bagi pembalap yang mengikuti Tour de Banyuwangi Ijen juga disuguhkan hal menarik lainnya, yakni sebuah “tanjakan neraka” yang berada di lereng Gunung Ijen.

Kemiringan rute yang mencapai 45 derajat dan ketinggian yang mencapai 1.880 meter di atas permukaan laut (mdpl) menjadi alasan mengapa rute ini disebut “tanjakan neraka”.

Baca tentang
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya