Kompas.com - 15/07/2019, 10:59 WIB

Selain tenun, menurut Ketua Tim Pelaksana Calendar of Events (CoE) Kemenpar Esthy Reko Astuty, wisata belanja dan kuliner turut berkontribusi menorehkan capaian positif.

"Industri kreatif tenun memang besar. Namun, wisatawan juga menikmati beragam wisata belanja. Selain tenun, ada kuliner dan ini jumlahnya pasti maksimal," ujar Esthy.

Baca jugaKagum dengan Tenun Khas NTT, Dosen Asal Australia Belajar Menenun

Hal itu terbukti dari spending wisatawan yang cukup besar. Esthy menjelaskan, wisatawan mancanegara (wisman) memiliki kemampuan spending sebesar 1.240,22 dollar Amerika Serikat (AS) dan wisatawan nusantara (wisnus) Rp 800.000.

Sementara itu, para pemilik hotel ikut menikmati pendapatan optimal dari penyelenggaraan festival tersebut. Okupansi hotel mencapai angka 90 persen selama festival berlangsung. Jumlah ini naik 30 persen dari okupansi rata-rata di hari biasa.

“Semua lini industri pariwisata di Sumba Timur, bahkan mungkin Pulau Sumba, ikut mendapat berkah ekonomi. Dengan potensi bisnis dan kontennya yang eksotis, Festival Sandalwood bisa dimaksimalkan. Dengan begitu, masa tinggal wisatawan menjadi lebih lama di Sumba Timur,” tegas Asisten Depduti Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenar Muh. Ricky Fauziyani.

Travel Agent/Tour Operator (TA/TO) pun tak mau ketinggalan untuk memanfaatkan peluang itu. Mereka menawarkan berbagai paket wisata menarik bertema Escape to Sumba.

Baca juga6 Destinasi Wisata Di Sumba, Pesonanya Indah Tiada Tara

Melalui paket 4 hari 3 malam (4D3N) dan 7 hari 6 malam (7D6N), para TA/TO berhasil meraup pendapatan sekitar Rp27,1 juta. Selain itu, ada juga paket 3D2N dengan harga Rp1,9 juta per pax dan Rp2,65 Juta per 2 pax. Untuk paket 5D4N harganya Rp 4,2 juta per pax.

Melihat optimalnya dampak ekonomi dari penyelenggaraan Festival Sandalwood 2019, Menpar Arief Yahya berharap, ajang tersebut dapat dilakukan untuk jangka panjang. Pasalnya, acara ini dapat menjadi pemantik arus wisatawan yang optimal.

"Sebab, potensi transaksi atau keuntungan ekonomi jangka panjang akan lebih besar. Untuk itu, aliran wisatawan harus dijaga agar optimal sepanjang tahun,” pungkas Menpar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Panduan Car Free Day Jakarta, Khusus untuk Olahraga dan Tanpa PKL  

Panduan Car Free Day Jakarta, Khusus untuk Olahraga dan Tanpa PKL  

Travel Tips
Syarat Naik Pesawat Super Air Jet per 18 Mei 2022

Syarat Naik Pesawat Super Air Jet per 18 Mei 2022

Travel Update
Syarat Bawa Laptop dan Powerbank ke Pesawat Lion Air, Batik Air, dan Wings Air

Syarat Bawa Laptop dan Powerbank ke Pesawat Lion Air, Batik Air, dan Wings Air

Travel Update
Car Free Day Jakarta Kembali Dibuka 22 Mei, Berikut 6 Lokasinya 

Car Free Day Jakarta Kembali Dibuka 22 Mei, Berikut 6 Lokasinya 

Travel Update
Harga Tiket dan Rute ke Kedai Sawah Sembalun NTB, Jangan Sampai Nyasar

Harga Tiket dan Rute ke Kedai Sawah Sembalun NTB, Jangan Sampai Nyasar

Travel Tips
Cerita Malin Kundang dan Tradisi Merantau Laki-laki Minangkabau

Cerita Malin Kundang dan Tradisi Merantau Laki-laki Minangkabau

Jalan Jalan
Lagi Tren, Ini 6 Spot Campervan Kece di Bali

Lagi Tren, Ini 6 Spot Campervan Kece di Bali

BrandzView
Agrowisata Kedai Sawah Sembalun di Lombok Timur, Bisa Petik Sayur dan Buah

Agrowisata Kedai Sawah Sembalun di Lombok Timur, Bisa Petik Sayur dan Buah

Jalan Jalan
Wisata Bondowoso: Kaldera Ijen Purba yang Punya Banyak Keunikan Alam

Wisata Bondowoso: Kaldera Ijen Purba yang Punya Banyak Keunikan Alam

Jalan Jalan
Sensasi Baru Wisata Bukit Cinta Rawa Pening, Keliling Naik Jet Ski

Sensasi Baru Wisata Bukit Cinta Rawa Pening, Keliling Naik Jet Ski

Jalan Jalan
Aturan Terbaru Naik Pesawat Lion Air, Batik, dan Wings per 18 Mei 2022

Aturan Terbaru Naik Pesawat Lion Air, Batik, dan Wings per 18 Mei 2022

Travel Update
Kulon Progo Kembali Bikin Tiga Film Berlatar Tempat Wisata, Jadi Ajang Promosi

Kulon Progo Kembali Bikin Tiga Film Berlatar Tempat Wisata, Jadi Ajang Promosi

Travel Update
Gurun Pasir Putih di Mesir yang Unik dan Indah, Mirip Area Bersalju

Gurun Pasir Putih di Mesir yang Unik dan Indah, Mirip Area Bersalju

Jalan Jalan
Sering Ingin Kentut Saat Naik Pesawat, Ini Alasan dan Cara Mencegahnya

Sering Ingin Kentut Saat Naik Pesawat, Ini Alasan dan Cara Mencegahnya

Travel Update
Limbah Restoran di Labuan Bajo Dibuang Sembarangan, Cederai Konsep Pariwisata Berkelanjutan

Limbah Restoran di Labuan Bajo Dibuang Sembarangan, Cederai Konsep Pariwisata Berkelanjutan

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.