Contek 5 Strategi Mengolah Daging Kambing Kurban dari Penjual Sate

Kompas.com - 10/08/2019, 17:00 WIB
Warga Dusun Kauman, Desa Salaman, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, menggunakan daun jati untuk membungkus daging kurban pada hari raya Idul Adha 1438H, Jumat (1/9/2017). KOMPAS.com/Ika FitrianaWarga Dusun Kauman, Desa Salaman, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, menggunakan daun jati untuk membungkus daging kurban pada hari raya Idul Adha 1438H, Jumat (1/9/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Mengolah daging kurban butuh strategi tersendiri. Umumnya penerima daging kurban tak dapat memilih bagian yang diinginkan.

Oleh karena itu butuh teknik mengolah daging kurban yang tepat untuk menghasilkan rasa yang maksimal.

Berikut adalah strategi para penjual sate kambing untuk membuat daging kambing tidak bau prengus, cara mengolah agar semua bagian kambing tak ada yang terbuang, dan cara menyimpan daging kambing agar lebih awet:

1. Ketika dapat daging kambing

Jangan langsung diolah ketika mendapat daging kambing. Umumnya, kambing yang baru disembelih masih segar dan banyak mengandung darah.

Jika sabar, masukan daging kambing kurban yang didapat ke lemari es dengan suhu empat derajat dan bungkus dengan handuk atau lap bersih.

Diamkan selama berjam-jam (yang dianjurkan 24 jam) di lemari es.

2. Jangan kena air

Para penjual sate sangat menghindari daging kambing terkena air, karena dipercaya air dapat menimbulkan bau prengus.

Jika akhirnya kamu tetap ingin mencuci daging kambing, lakukan sesaat sebelum diolah dan langsung keringkan daging kambing dengan handuk atau lap bersih.

3. Pakai nanas dan ketimun

Marinasi daging kambing dengan parutan nanas dan potongan ketimun selama 10-30 menit. Dipercaya getah keduanya menghilangkan bau prengus kambing dan membuat daging kambing jadi lebih empuk.

4. Olah bagian kambing sesuai jenis masakan

Tukang sate biasa mengolah daging kambing untuk jadi sate, bagian jeroan dan tulang kambing menjadi gulai, kemudian air kaldu gulai ditumis dengan tetelan kambing menjadi tongseng. Jika tak mau repot, masak semua bagian kambing kecuali daging jadi tengkleng.

5. Jika ingin memasukan ke lemari pendingin

Sebenarnya tidak dianjurkan untuk menyimpan daging kambing terlalu lama di lemari pendingin. Tukang sate akan membeli pasokan daging sesuai kebutuhan setiap hari. 

Namun jika ingin dilakukan pastikan untuk menseset bagian lemak warna putih pada daging kambing dan taruh di lemari pendingin suhu minus satu sampai lima derajat celcius.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X