LSM Kraton Ngiyom Gelar Upacara Kebo Ketan IV Bulan November

Kompas.com - 04/10/2019, 21:00 WIB
Salah satu penampil di Upacara Kebo Ketan III 2018, Al Farabi Squad di Kraton Ngiyom Panitia Acara, Kraton NgiyomSalah satu penampil di Upacara Kebo Ketan III 2018, Al Farabi Squad di Kraton Ngiyom


JAKARTA, KOMPAS.com – LSM Kraton Ngiyom akan menggelar Upacara Kebo Ketan IV/2019 pada Jumat dan Sabtu, 8 hingga 9 November 2019 di Desa Sekaralas, Widodaren, Ngawi, Jawa Timur. Kraton Ngiyom adalah LSM yang bekerja di bidang ‘seni kejadian berdampak’ dengan moto ‘Penawar Racun Divide Et Impera’.

Jika tahun lalu tema Upacara Kebo Ketan adalah ‘Marilah Kita Mendo’a Indonesia Bahagia’, di tahun ini tema yang diangkat masih diambil dari syair lagu Indonesia Raya, yaitu ‘Sadarlah Hatinya Sadarlah Budinya’.

Upacara tahun ini disutradarai oleh tim yang terdiri dari Bramantyo Prijosusilo, Godeliva D Sari, Denny Dumbo, Farid Yudha, Giyono DhatNyenk, dan Gimbal Thoyib Bukhoeri.

Upacara Kebo Ketan merupakan suatu perayaan perwujudan dari ‘rahmatan lil alamin’, yaitu dengan merawat hutan dan mata air terutama Sendang Margo dan Sendang Ngiyom di Alas Begal, Ngawi.

Tak hanya itu, upacara ini juga membangkitkan kesenian rakyat, dan dalam merawat kebhinnekaan. Hal ini merupakan misi sepanjang tahun dari Kraton Ngiyom.

Keistimewaan dalam Upacara Kebo Ketan tahun ini yaitu munculnya suatu jenis musik yang semula belum ada menjadi ada, yakni Keroncong Jathilan atau disingkat Kronjal, Reog Mahesa Nempuh, dan perubahan pada sang Kebo Ketan.

Pertama, Musik Kronjal ini diciptakan oleh Denny Dumbo bersama kelompok Keroncong Kinasihan dari Kedunggalar dan campursari DhatNyenk dari Sekaralas.

Bantengan Akur Hakarya Budaya, salah satu penampil di UKK III 2018Panitia Acara, Kraton Ngiyom Bantengan Akur Hakarya Budaya, salah satu penampil di UKK III 2018

Musik Kronjal diciptakan dengan cita-cita tinggi, yakni menciptakan suatu produk musik yang berpotensi menembus pasar global.

Kedua, Reog Mahesa Nempuh. Ada hal baru yang akan menjadi pembeda dalam UKK tahun ini, yaitu Reog Mahesa Nempuh yang semakin meriah, magis dan kompleks. Jika di UKK sebelumnya, hanya ada satu sosok barongan reog maka di UKK IV ini direncanakan dua sosok.

Nantinya, akan ada karakter topeng kerbau yang mengambil inspirasi dari barong Bali sekaligus reog Ponorogo buatan Bramantyo Prijosusilo dan Gimbal Thoyib Bukhoeri.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejarah Rempah di Indonesia, Ada Pengaruh dari India, Spanyol, dan Portugis

Sejarah Rempah di Indonesia, Ada Pengaruh dari India, Spanyol, dan Portugis

Makan Makan
Longgarkan Lockdown, Restoran dan Kafe di Selandia Baru Buka Kembali Termasuk McDonald's dan KFC

Longgarkan Lockdown, Restoran dan Kafe di Selandia Baru Buka Kembali Termasuk McDonald's dan KFC

Makan Makan
Apa Bedanya Biji Kopi Robusta dan Arabika? Mulai dari Bentuk, Rasa, sampai Proses Pengolahan

Apa Bedanya Biji Kopi Robusta dan Arabika? Mulai dari Bentuk, Rasa, sampai Proses Pengolahan

Makan Makan
Hari Susu Sedunia 2020, Apa Bedanya Susu UHT dengan Susu Pasteurisasi?

Hari Susu Sedunia 2020, Apa Bedanya Susu UHT dengan Susu Pasteurisasi?

Makan Makan
Gandeng Bali Paragon Resort Hotel, Kemenparekraf Sediakan 346 Kamar untuk Nakes

Gandeng Bali Paragon Resort Hotel, Kemenparekraf Sediakan 346 Kamar untuk Nakes

Whats Hot
Hari Susu Sedunia 2020, Sejak Kapan Manusia Mulai Minum Susu?

Hari Susu Sedunia 2020, Sejak Kapan Manusia Mulai Minum Susu?

Makan Makan
Hari Susu Sedunia 2020, Kenapa Lembang Jadi Daerah Penghasil Susu Pertama di Indonesia?

Hari Susu Sedunia 2020, Kenapa Lembang Jadi Daerah Penghasil Susu Pertama di Indonesia?

Makan Makan
Bali Paragon Resort Hotel Siapkan 297 Kamar untuk Tenaga Medis

Bali Paragon Resort Hotel Siapkan 297 Kamar untuk Tenaga Medis

Whats Hot
Negara-negara di ASEAN Bisa Jadi Contoh Indonesia Sebelum Buka Pariwisata

Negara-negara di ASEAN Bisa Jadi Contoh Indonesia Sebelum Buka Pariwisata

Whats Hot
Virtual Tour Mendaki Gunung Rinjani, Peserta Pakai Jaket Gunung

Virtual Tour Mendaki Gunung Rinjani, Peserta Pakai Jaket Gunung

Jalan Jalan
Liburan ke Jeju, Yuk Nginap di Resor Legend of the Blue Sea

Liburan ke Jeju, Yuk Nginap di Resor Legend of the Blue Sea

Jalan Jalan
Angkasa Pura II Perpanjang Pembatasan Penerbangan hingga 7 Juni

Angkasa Pura II Perpanjang Pembatasan Penerbangan hingga 7 Juni

Whats Hot
Bali Tak Kunjung Buka Pariwisata, Apa Alasannya?

Bali Tak Kunjung Buka Pariwisata, Apa Alasannya?

Whats Hot
Bali Perlu Inovasi Pariwisata untuk Hadapi New Normal

Bali Perlu Inovasi Pariwisata untuk Hadapi New Normal

Whats Hot
Kisah Unik Desa Pancasila di Kaki Gunung Tambora, Seperti Apa?

Kisah Unik Desa Pancasila di Kaki Gunung Tambora, Seperti Apa?

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X