Gunung Merapi Berstatus Waspada, Kegiatan Pendakian Gunung Ditutup

Kompas.com - 17/10/2019, 06:04 WIB
telah terjadi letusan awan panas merapi pada Senin (14/10/2019) Dok. Kepala PVMBG, Kasbanitelah terjadi letusan awan panas merapi pada Senin (14/10/2019)


JAKARTA, KOMPAS.com – Balai Besar Taman Nasional Gunung Merapi menutup kegiatan pendakian di dua jalur pendakian resmi Gunung Merapi yakni Selo di Boyolali dan Sapuangin di Klaten hingga batas waktu yang belum ditentukan. Penutupan kegiatan pendakian dilakukan karena  status Gunung Merapi yang masih di level 2 atau Waspada. .

Menurut Penyuluh Kehutanan Pertama Taman Nasional Gunung Merapi, Khamdan Primandaru keputusan ini berdasarkan rekomendasi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi ( BPPTKG).

“Kalau aktivitas sesuai dengan rekomendasi BPPTKG dengan status Merapi Level 2 atau waspada maka ativitas aman di luar range 3 kilometer,” kata Khamdan ketika dihubungi Kompas.com.

Baca juga: Akhir Pekan di Yogyakarta, 5 Tempat Wisata Sekitar Gunung Merapi

Sebelumnya, Senin 14 Oktober 2019 pukul 16.31 WIB BPPTKG melalui akun Twitternya mengumumkan telah terjadi awan panas letusan Gunung Merapi.

Dalam laporannya, awan panas terekam di seismogram dengan durasi 270 detik dan amplitude 75 milimeter. Terpantau kolom setinggi maksimal 3.000 meter dari puncak Gunung Merapi. Angin bertiup ke arah Barat Daya.

Akun BPPTKG juga melampirkan foto awan panas yang muncul. Beberapa warganet juga melaporkan adanya hujan abu tipis di wilayah Srumbung, Magelang.

Gunung Merapi sendiri, saat ini statusnya adalah Waspada. Status tersebut sudah ditetapkan sejak 21 Mei 2018.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X