Kompas.com - 05/12/2019, 19:24 WIB
Mama Tien saat mengambil seporsi keladi tumbuk Mama Tien saat mengambil seporsi keladi tumbuk

JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Dirjen Kebudayaan mengadakan pameran Ragam Budaya Papua yang digelar di Plaza Sarinah, Jakarta.

Pameran yang telah digelar sejak 18 November lalu akan terus berlangsung hingga 18 Desember 2019 mendatang.

Salah satu rangkaian acara dari pameran ini adalah loka karya kuliner khas Papua yang digelar pada Kamis (5/12/2019). Selain loka karya, acara ini juga mengundang anak-anak sekolah dari SMK jurusan tata boga yang ada di Jakarta.

Baca juga: Icip-icip Makanan Khas Papua, Keladi Tumbuk

“Kami ingin mensosialisasikan budaya Papua. Acara ini diadakan supaya orang tahu bahwa Papua juga punya banyak kekayaan budaya terutama di bidang kuliner. Mengundang anak SMK jurusan tata boga agar mereka dapat ilmu baru dan bisa menyebarkan kesukaan terhadap makanan Papua,” jelas Yayu Sri Budi Rahayu, Kasubdit Warisan Diplomasi Budaya Dalam Negeri Kemendikbud kala ditemui Kompas.com pada Kamis (5/12/2019).

Rika Ramandey ketika memberikan deskripsi soal makanan Papua pada para siswa SMK jurusan tata bogaSYIFA NURI KHAIRUNNISA Rika Ramandey ketika memberikan deskripsi soal makanan Papua pada para siswa SMK jurusan tata boga
Acara loka karya ini menghadirkan bermacam-macam kuliner khas Papua. Di antaranya papeda bungkus, ikan kuah kuning, ikan bakar batu, ikan suir, tumis bunga pepaya, tumis kangkung bunga pepaya, sayur pakis daun melinjo, keladi tumbuk, dan sinole.

Rika Ramandey dan Martince,yang berpengalaman di bidang kuliner Papua mendeskripsikan soal masing-masing makanan yang ada di sana.

Baca juga: 4 Jenis Olahan Sagu dari Raja Ampat, Papua. Bukan Cuma Papeda

Dimulai dengan deskripsi bahan-bahan makanan yang belum diolah, cara pengolahannya, hingga bentuk jadi makanan tersebut.

Di akhir acara, para peserta diberi kesempatan untuk mencicipi semua makanan khas Papua yang sebelumnya telah mereka pelajari lewat loka karya tersebut.

“Makanannya enak. Baru tahu kalau Papua ternyata punya banyak budaya khususnya kuliner. Yang paling enak tumis bunga pepaya, ternyata rasanya enggak pahit sama sekali,” ujar Tiar, salah satu siswa peserta dari SMKN 38 Jakarta.

Selain Tiar, Thomas yang juga berasal dari SMKN 38 Jakarta juga turut mengamini hal itu. Menurutnya, rasa makanan khas Papua berbeda dari yang lain dan sangat enak.

“Ini keladi tumbuk dicampur sama kuah kuning dan ikan suir. Ternyata kalau makanan Papua dicampur satu sama lain itu masih bisa dan tetap enak,” tutur Thomas.

Acara pameran Ragam Budaya Papua akan terus berlangsung hingga tanggal 18 Desember mendatang. Bagi yang berminat ingin mencoba juga kuliner khas Papua, bisa langsung datang ke Plaza Sarinah setiap hari.

Pasalnya, kuliner khas Papua akan terus tersedia untuk bisa dibeli dan dicicipi setiap hari di sana.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lebaran 2021, The Lawu Park Bakal Terapkan Aturan Waiting List

Lebaran 2021, The Lawu Park Bakal Terapkan Aturan Waiting List

Travel Update
85 Persen Hotel di Kabupaten Bogor sudah Tersertifikasi CHSE

85 Persen Hotel di Kabupaten Bogor sudah Tersertifikasi CHSE

Travel Update
Okupansi Hotel Kabupaten Bogor Fluktuatif saat Larangan Mudik

Okupansi Hotel Kabupaten Bogor Fluktuatif saat Larangan Mudik

Travel Update
Tempat Wisata Gunungkidul Tetap Buka Saat Libur Lebaran, Asalkan...

Tempat Wisata Gunungkidul Tetap Buka Saat Libur Lebaran, Asalkan...

Travel Update
Masjid Istiqlal akan Dikembangkan Sebagai Wisata Halal

Masjid Istiqlal akan Dikembangkan Sebagai Wisata Halal

Travel Update
Sejarah Masjid Agung Surakarta, Peninggalan Mataram Islam di Kota Solo

Sejarah Masjid Agung Surakarta, Peninggalan Mataram Islam di Kota Solo

Jalan Jalan
ASN di Yogyakarta Diharapkan Bantu Hotel dengan Staycation Saat Libur Lebaran

ASN di Yogyakarta Diharapkan Bantu Hotel dengan Staycation Saat Libur Lebaran

Travel Update
 Larangan Mudik Buat Reservasi Hotel di Jogja Anjlok, Paling Parah Sejak PHRI Berdiri

Larangan Mudik Buat Reservasi Hotel di Jogja Anjlok, Paling Parah Sejak PHRI Berdiri

Travel Update
PHRI Yogyakarta Siapkan Paket Isolasi Mandiri, Penyokong Cashflow di Tengah Pandemi

PHRI Yogyakarta Siapkan Paket Isolasi Mandiri, Penyokong Cashflow di Tengah Pandemi

Travel Update
Rute Menuju Curug Suropdipo yang Keren di Temanggung

Rute Menuju Curug Suropdipo yang Keren di Temanggung

Travel Tips
Gegara Ulah Turis Asing, Gubernur Wayan Koster Sering Ditegur Menteri

Gegara Ulah Turis Asing, Gubernur Wayan Koster Sering Ditegur Menteri

Travel Update
Kemenparekraf Fasilitasi Pelaku Usaha Parekraf Lewat Nyatakan.id

Kemenparekraf Fasilitasi Pelaku Usaha Parekraf Lewat Nyatakan.id

Travel Update
Inilah Mengapa Mudik Sangat Berisiko Sebarkan Covid-19

Inilah Mengapa Mudik Sangat Berisiko Sebarkan Covid-19

Travel Update
Warga Jakarta, Ada Bazar Hampers Produk Ekraf Gratis Ongkir

Warga Jakarta, Ada Bazar Hampers Produk Ekraf Gratis Ongkir

Travel Promo
PHRI Banyuwangi: Kita Belum Vaksinasi Covid-19

PHRI Banyuwangi: Kita Belum Vaksinasi Covid-19

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X