Kompas.com - 13/02/2020, 12:25 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com - Balai Konservasi Borobudur (BKB) membatasi kunjungan pada teras lantai 9 dan 10 Candi Borobudur mulai hari ini, Kamis (13/2/2020) hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Pembatasan ini dilakukan dalam rangka kegiatan monitoring struktur stupa teras dan stupa induk Candi Borobudur oleh BKB.

Berdasarkan rilis yang diterima Kompas.com, Kamis (13/2/2020), BKB akan melakukan kegiatan monitoring yang meliputi Monitoring Keterawatan Batu, Monitoring Kestabilan Struktur, Monitoring Dampak Kunjungan, dan Monitoring Lajur Kerusakan Nat Batu Struktur Stupa Induk.

Selain itu pembatasan kunjungan juga dilakukan untuk mengampanyekan peduli pelestarian Borobudur.

Baca juga: Viral Wisatawan Duduk di Stupa Candi Borobudur, Ini Kata Pengelola

BKB mencatat bahwa perilaku pengunjung yang kurang mendukung pelestarian tersebut lebih sering dijumpai di bagian teras lantai 8, 9, dan 10 Candi Borobudur.

Kepala Seksi Konservasi BKB Yudi Suhartono dalam keterangannya menyebut beberapa perilaku pengunjung yang mengancam kelestarian candi.

"Adapun perilaku-perilaku tersebut seperti duduk-duduk atau memanjat dinding pagar langkan candi atau stupa, corat-coret atau vandalisme, menggeser, mencungkil, menggores batu candi, membuang sampah sembarangan, menempelkan permen karet di batu candi, merokok dan mematikan puntung rokok pada batu, melompat di atas stupa (parkour)," kata Yudi dalam keterangan pers rilis.

Selain itu, perilaku pengunjung lainnya yang tidak mencerminkan pelestarian candi yaitu menyentuh dan bersandar pada relief candi, dan membawa benda yang berpotensi merusak batuan atau relief.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kenang 16 Tahun Gempa Yogya, Bisa Kunjungi Monumen Gempa di Bantul

Kenang 16 Tahun Gempa Yogya, Bisa Kunjungi Monumen Gempa di Bantul

Jalan Jalan
5 Cara Menolong Orang yang Terseret Arus Sungai

5 Cara Menolong Orang yang Terseret Arus Sungai

Travel Update
5 Persiapan Sebelum Berenang di Sungai, Sedia Perlengkapan

5 Persiapan Sebelum Berenang di Sungai, Sedia Perlengkapan

Travel Tips
Pantai Sukamade Banyuwangi, Bisa Lihat Penyu Bertelur pada Malam HariĀ 

Pantai Sukamade Banyuwangi, Bisa Lihat Penyu Bertelur pada Malam HariĀ 

Jalan Jalan
Liburan Dekat dan Mudah, Ini 6 Negara di Asia Tenggara yang Bebas PCR

Liburan Dekat dan Mudah, Ini 6 Negara di Asia Tenggara yang Bebas PCR

Travel Update
Patung Yesus Tertinggi Ketiga di Dunia Ada di Brasil, Buka Tahun 2023

Patung Yesus Tertinggi Ketiga di Dunia Ada di Brasil, Buka Tahun 2023

Travel Update
Jepang Buka Pintu Masuk untuk Grup Turis, Mulai 10 Juni

Jepang Buka Pintu Masuk untuk Grup Turis, Mulai 10 Juni

Travel Update
Daya Tarik Baru Air Terjun Cunca Wulang Labuan Bajo, Ada Sungai Bawah Tanah

Daya Tarik Baru Air Terjun Cunca Wulang Labuan Bajo, Ada Sungai Bawah Tanah

Jalan Jalan
Mengenal Sungai Aare, Sungai Terpanjang di Swiss dari Pegunungan Alpen

Mengenal Sungai Aare, Sungai Terpanjang di Swiss dari Pegunungan Alpen

Travel Update
Camping di Bukit Golo Nawang, Manggarai NTT, Lihat Indahnya Sunrise

Camping di Bukit Golo Nawang, Manggarai NTT, Lihat Indahnya Sunrise

Jalan Jalan
Cara Selamatkan Diri Saat Hanyut di Sungai, Jangan Lawan Arus

Cara Selamatkan Diri Saat Hanyut di Sungai, Jangan Lawan Arus

Travel Tips
7 Kafe di Trawas Mojokerto yang Buka Malam Hari, Bisa buat Nongkrong dan Ngopi

7 Kafe di Trawas Mojokerto yang Buka Malam Hari, Bisa buat Nongkrong dan Ngopi

Travel Promo
Yogyakarta Maksimalkan Wisata Kotabaru, Jalur Skuter Listrik hingga Perawatan Wajah

Yogyakarta Maksimalkan Wisata Kotabaru, Jalur Skuter Listrik hingga Perawatan Wajah

Travel Update
Jalan Raya di Jepang Ini Tak Bisa Dilewati Kendaraan, Ini Sebabnya

Jalan Raya di Jepang Ini Tak Bisa Dilewati Kendaraan, Ini Sebabnya

Travel Update
5 Jembatan Gantung Unik di Pulau Jawa, Suguhkan Pemandangan Indah

5 Jembatan Gantung Unik di Pulau Jawa, Suguhkan Pemandangan Indah

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.