Kompas.com - 06/07/2020, 16:02 WIB
Tim pendaki Gunung Hkakabo Razi dari North Face - National Geographic saat mendaki medan gunung yang bersalju. NATIONAL GEOGRAPHIC / CORY RICHARDTim pendaki Gunung Hkakabo Razi dari North Face - National Geographic saat mendaki medan gunung yang bersalju.

KOMPAS.com - Tim Ekspedisi Merah Putih yang dibentuk Eiger Adventure memutuskan untuk menunda Ekspedisi Hkakabo Razi di Myanmar.

Ekspedisi ini rencananya dimulai pada bulan Juli 2020 dan ditargetkan tiba di puncak pada 17 Agustus 2020.

"Melihat kondisi pandemi saat ini baik itu di Indonesia maupun di Myanmar, kami putuskan Ekspedisi Merah Putih Hkakabo Razi harus ditunda sampai waktu yang belum bisa kami tentukan," ujar Mayjen TNI Purn Asrobudi, Ketua Umum Ekspedisi Merah Putih dalam keterangan pers kepada Kompas.com, Jakarta, Senin (6/7/2020).

"Hal ini mengingat fokus utama saat ini, yaitu menjamin keselamatan dan kesehatan semua orang yang terlibat dalam ekspedisi tersebut," lanjutnya.

Baca juga: Tim Eiger Bakal Daki Gunung Berbahaya Hkakabo Razi di Myanmar

Sementara itu, Sofyan Arif Fesa, salah satu pendaki yang tergabung dalam tim Ekspedisi Merah Putih mengatakan, Ekspedisi Hkakabo Razi merupakan salah satu ekspedisi yang paling kami
nantikan.

"Namun kami sepakat, bahwa keputusan ini diambil demi keselamatan kami dan
semua yang terlibat," kata Sofyan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dua orang porter melewati sebuah jembatan di Kachin State, Myanmar dalam misi pendakian Gunung Hkakabo Razi dari tim ekspedisi North Face - National Geographic.NATIONAL GEOGRAPHIC / CORY RICHARD Dua orang porter melewati sebuah jembatan di Kachin State, Myanmar dalam misi pendakian Gunung Hkakabo Razi dari tim ekspedisi North Face - National Geographic.
Meski ada penundaan, para pendaki Ekspedisi Hkakabo Razi tetap melakukan latihan mandiri di bawah kontrol ketat Tim EAST (EIGER Adventure Service Team).

Adapun persiapan Ekspedisi Hkakabo Razi sudah dilakukan para pendaki sejak 2018, mengingat Hkakabo Razi diduga sebagai gunung tertinggi di Asia Tenggara dengan tantangan tingkat tinggi.

Ketua Pelaksana Ekspedisi Merah Putih, Galih Donikara, mengungkapkan, persiapan secara
teknis maupun mental para pendaki sejauh ini dalam kondisi terbaik setelah menjalani pelatihan di Mount Cook 2.200 mdpl (New Zealand) dan Gunung Raung 3.344 mdpl (Jawa Timur).

Baca juga: Prosedur Naik Gunung Akan Ketat Setelah Pandemi Corona, Seperti Apa?

Rencananya, pendaki juga akan berlatih di Phangran Razi 4.328 mdpl (Myanmar) dan Khan Tengri 7.010 mdpl (Kyrgyzstan) untuk menyempurnakan persiapan.

Namun, sehubungan dengan kondisi saat ini, para pendaki harus tetap menjalankan program latihan mandiri di bawah bimbingan Tim EAST untuk menjaga kondisi fisik dan psikologis.

Tim Ekspedisi Hkakabo Razi pun berharap kondisi pandemi di kedua negara, Indonesia dan Myanmar, segera membaik, sehingga ekspedisi dapat dilaksanakan secepatnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tingkat Hunian Hotel di Mandalika NTB Naik hingga 95 Persen Selama World Superbike

Tingkat Hunian Hotel di Mandalika NTB Naik hingga 95 Persen Selama World Superbike

Travel Update
Visa on Arrival Dinilai Percepat Proses Pengajuan Visa Turis Asing

Visa on Arrival Dinilai Percepat Proses Pengajuan Visa Turis Asing

Travel Update
Jemaah Pemegang Visa Umrah Bisa Umrah Tanpa Karantina, tapi...

Jemaah Pemegang Visa Umrah Bisa Umrah Tanpa Karantina, tapi...

Travel Update
Tips Wisata di The Beach Love Bali, Jangan Lupa Cek Ramalan Cuaca

Tips Wisata di The Beach Love Bali, Jangan Lupa Cek Ramalan Cuaca

Travel Tips
4 Aktivitas di The Beach Love Bali, Lihat Sunset Pantai Cinta Kedungu

4 Aktivitas di The Beach Love Bali, Lihat Sunset Pantai Cinta Kedungu

Jalan Jalan
The Beach Love, Kafe Tempat Nikmati Panorama Pantai Cinta Kedungu Bali

The Beach Love, Kafe Tempat Nikmati Panorama Pantai Cinta Kedungu Bali

Jalan Jalan
Jalan-jalan ke Tepi Laut di Lhokseumawe, Wisata Sambil Kulineran

Jalan-jalan ke Tepi Laut di Lhokseumawe, Wisata Sambil Kulineran

Jalan Jalan
Pantai Pesewan Gunungkidul yang Tersembunyi, Rute ke Sana Cukup Menantang

Pantai Pesewan Gunungkidul yang Tersembunyi, Rute ke Sana Cukup Menantang

Jalan Jalan
Surat Terbuka untuk Jokowi Soal Pariwisata Bali dari IINTOA, Ini Isinya

Surat Terbuka untuk Jokowi Soal Pariwisata Bali dari IINTOA, Ini Isinya

Travel Update
Indonesia Batasi Kedatangan dari 8 Negara Akibat Varian Baru Covid-19

Indonesia Batasi Kedatangan dari 8 Negara Akibat Varian Baru Covid-19

Travel Update
Resmi, Jemaah Umrah Asal Indonesia Tak Perlu Vaksin Booster

Resmi, Jemaah Umrah Asal Indonesia Tak Perlu Vaksin Booster

Travel Update
Inggris Raya Wajibkan Karantina Mandiri untuk Semua Kedatangan

Inggris Raya Wajibkan Karantina Mandiri untuk Semua Kedatangan

Travel Update
Antisipasi Varian Covid-19 Baru, Warga dari 8 Negara Afrika Ini Tak Bisa Masuk AS

Antisipasi Varian Covid-19 Baru, Warga dari 8 Negara Afrika Ini Tak Bisa Masuk AS

Travel Update
Camping di Puncak Kuik, Nikmati Gemerlap Ponorogo dari Ketinggian

Camping di Puncak Kuik, Nikmati Gemerlap Ponorogo dari Ketinggian

Jalan Jalan
4 Tren Berwisata yang Berubah karena Pandemi

4 Tren Berwisata yang Berubah karena Pandemi

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.