Selasa, 28 Maret 2017

Travel

TAG
  • #Bromo
  • #Ridho Rhoma
  • #Pramuka
  • #Adinda Thomas

Bandar Lampung Jadi Tuan Rumah TIME

Berita Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Bandar Lampung akan menjadi tuan rumah Tourism Indonesia Mart and Expo (TIME) 2011 pada 12 Oktober sampai 14 Oktober 2011. Pemilihan Bandar Lampung sebagai tuan rumah dimaksudkan untuk mempromosikan Sumatera ke pasar internasional. Hal tersebut diungkapkan Sapta Nirwandar, Direktur Jenderal Promosi Pariwisata Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Senin (3/10/2011), di Jakarta.

“Setelah dua tahun berturut-turut TIME diselenggarakan di Lombok dan Sumbawa, kali ini akan diadakan di Sumatera yang lebih dekat dengan pasar, yaitu Jakarta,” kata Sapta.

TIME 2011 atau Pasar Wisata Indonesia 2011 merupakan contract trade show di Indonesia yang mempertemukan industri pariwisata sebagai penjual dan buyers dari luar negeri sebagai pembeli untuk melakukan transaksi produk pariwisata di Indonesia.

Para pembeli terdiri dari operator tur internasional, sementara para penjual adalah para pemangku kepentingan wisata seperti hotel, maskapai penerbangan, pelaku-pelaku MICE, dan lain sebagainya.

Ketua Steering Comittee TIME 2011 Meity Robot mengungkapkan, TIME 2011 ini akan diikuti oleh puluhan buyers dari 28 negara.

“Sampai saat ini, sudah terdaftar 82 buyers. Tetapi, kami berharap, sampai dimulainya acara, ada 100 buyers yang mengikuti pasar wisata ini,” kata Meity.

Untuk para penjual, lanjut Meity, terdapat sekitar 77 sellers dari berbagai instansi, organisasi, dan badan usaha pariwisata dari berbagai daerah di Indonesia.

Pelaksanaan TIME 2011 akan diadakan di Hotel Novotel, Bandar Lampung. Sapta mengungkapkan, TIME 2011 akan dilaksanakan berbarengan dengan Festival Krakatau 2011 untuk mengenalkan wisata budaya, sejarah, ataupun kuliner di Lampung. Penyelenggaraan TIME di Sumatera ini untuk mendorong lebih banyak investor mengembangkan hotel baru dan produk wisata lainnya, sekaligus untuk mempercepat pembangunan infrastruktur serta fasilitas-fasilitas pariwisata.

“Dengan modal sekitar Rp 5 miliar, kami menargetkan transaksi meningkat 10 persen hingga 15 persen dari TIME tahun 2010 di Lombok yang menghasilkan transaksi senilai 17,5 juta dollar AS,” kata Meity menambahkan.

Penulis: Adhika Pertiwi
Editor : A. Wisnubrata