Sabtu, 26 Juli 2014

News / Travel

Wisatawan Asing Ikut Saksikan Ritual "Seba Baduy"

Minggu, 19 Mei 2013 | 14:23 WIB

SERANG, KOMPAS.com - Sejumlah wisatawan asing asal Australia dan Amerika Serikat turut menyaksikan jalannya ritual "Seba Baduy" di Pendopo Gubernur Banten di Serang, Sabtu (18/5/2013) malam.

Dalam "Seba Baduy" yang dihadiri sekitar 1.797 warga Baduy dari puluhan dusun di Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak tersebut, tampak sejumlah wisatawan asing duduk bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah serta Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah.

Ritual "Seba Baduy" dimulai dengan ucapan serah terima atau ucapan `setor seba` oleh tokoh masyarakat adat baduy Jaro Saidi yang dilanjutkan dengan simbolis penyerahan hasil bumi berupa beras, gula pisang dan sejumlah kerajinan tangan dari masyarakat adat baduy.

Plt Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Banten M. Husni Hasan mengatakan, "Seba Baduy" tahun ini termasuk seba gede atau seba besar karena peserta yang mengikuti seba cukup banyak yakni sekitar 1.797 warga suku baduy dalam dan baduy luar.

Ia mengatakan, kegiatan Seba Baduy tahun ini berbeda dari pada tahun sebelumnya, karena seribu lebih warga baduy tersebut `transit` terlebih dahulu di Balai Budaya Disbudpar Banten di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) di Kecamatan Curug Kota Serang. Setelah itu, warga baduy berjalan kaki menuju Pendopo Gubernur Banten di pusat Kota Serang dengan perjalanan sekitar tujuh kilometer.

Menurut Husni, dari sekitar 1.797 warga suku baduy itu terdiri dari 1.727 warga baduy luar, dan 70 di antaranya warga baduy dalam. Semua warga baduy luar diangkut dengan kendaraan dari Lebak menuju balai budaya. Namun khusus warga baduy berjalan kaki dari tempat pemukimannya di Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar menuju Serang.

Penyerahan barang-bawaan berupa hasil bumi tersebut secara simbolis diterima langsung oleh Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada warga baduy yang telah jauh-jauh datang dari Kabupaten Lebak untuk melaksanakan ritual tahunan tersebut.

"Kami sangat bangga dengan pertemuan kali ini, mudah-mudahan pertemuan ini bisa memberikan manfaat dan bisa tetap dilaksanakan setiap tahun," kata Ratu Atut Chosiyah.

Warga Baduy tersebut sebelumnya mereka juga melakukan pertemuan dengan Bupati Lebak.

Menurut Ratu Atut, kegiatan seba baduy merupakan ritual tahunan yang telah menjadi kalender pariwisata unggulan Provinsi Banten yang akan terus dilestarikan. Sebab "Seba Baduy" merupakan sebuah tradisi adat tahunan yang dilakukan warga Baduy sebagai wujud rasa syukur dan terima kasih kepada pemerintah dengan membawa hasil bumi dan sebagai bukti kesetiaan kepada pemerintah dengan cara bersilaturahmi dengan Kepala Daerah.  


Editor : kadek
Sumber: