Pasuruan Bangun Sarana Wisata di Lereng Gunung Bromo - Kompas.com

Pasuruan Bangun Sarana Wisata di Lereng Gunung Bromo

Kontributor Pasuruan, Andi
Kompas.com - 18/04/2016, 20:37 WIB
KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYAT Warga menyewakan jasa kuda untuk naik ke Gunung Bromo di Probolinggi, Jawa Timur, Minggu (13/11/2011). Gunung Bromo merupakan gunung api aktif yang ada di kaldera Tengger. Gunung ini menjadi tujuan wisatawan dalam maupun mancanegara.

PASURUAN, KOMPAS.com - Wisatawan kawasan Gunung Bromo dari arah Kabupaten Pasuruan bakal dimanjakan dengan fasilitas istimewa. Sebab, Pemerintah Kabupaten Pasuruan berencanakan akan membangun sarana wisata di Desa Ngadiwono, Kecamatan Tosari yang merupakan lereng gunung tersebut.

Salah satu sarana wisata yang akan dibangun adalah hotel. Selama ini, hotel atau penginapan untuk wisatawan yang ada di daerah Tosari masih minim.

Selain itu, pemerintah juga akan membangun parkir wisata. Hal itu untuk memudahkan wisatawan dalam mendapatkan mobil Jeep yang akan membawanya berkeliling ke kawasan wisata Gunung Bromo.

"Saya ingin agar di sana ada percepatan pembangunan untuk mendukung akomodasi dari tujuan wisata," kata Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf di Pendopo Kabupaten Pasuruan, Senin (18/4/2016).

Menurut Irsyad, dengan adanya sarana itu, kunjungan wisatawan ke Kawasan Gunung Bromo semakin meningkat. Terutama wisatawan yang datang melalui pintu masuk Tosari.

"Untuk meningkatkan kunjungan wisata. Ini bagian dari peningkatan investasi di bidang pariwisata," jelasnya.

Saat ini, sudah ada investor yang siap menanamkan modalnya sebanyak Rp 40 milliar untuk membangun sarana wisata tersebut.

Ke depan, lanjut Irsyad, investasi itu akan terus ditingkatkan.

Bupati Pasuruan memaparkan, ada daya tarik tersendiri supaya investor mau membangun sarana wisata di lokasi tersebut. Salah satunya karena pemandangan yang ditawarkan langsung menghadap ke pegunungan. "Kalau hotel view-nya memang bagus. Menghadap ke pegunungan," katanya.

KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA Warga suku Tengger di Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Jumat (18/12/2015), seusai melaksanakan ritual Jumat manis dengan meletakkan sesajen di sekitar kawah Gunung Bromo yang statusnya kini Siaga. Walau ada larangan beraktivitas, terkait status kegunungapian, dalam radius 2,5 kilometer dari Bromo, pihak keamanan memberi toleransi kepada warga Tengger melakukan ritual itu.
Kendati begitu, investor yang akan berinvestasi di lokasi tersebut harus memiliki konsep yang menonjolkan keindahan wisata Gunung Bromo.

Bupati juga menyebutkan, pembangunan fasilitas wisata itu tidak lepas dari ditetapkannya kawasan Gunung Bromo sebagai 10 destinasi wisata di Indonesia.

"Kemarin saya sudah tanda tangan dengan Gubernur Jatim, Menteri Pariwisata dan empat daerah yang ada di sekitar Gunung Bromo terkait dengan pembentukan Badan Otoritas Bromo Tengger Semeru. Jadi ini nanti yang mengelola badan otoritasnya itu," papar Irsyad.

PenulisKontributor Pasuruan, Andi
EditorI Made Asdhiana
Komentar

Close Ads X