Senin, 20 Februari 2017

Travel

TAG
  • #Muhammad Tulus
  • #Logan
  • #Hugh Jackman
  • #Gugun Blues Shelter

Larut dalam Nuansa Sungai Mekong sampai Amazon di Singapura

KOMPAS.COM/IWAN SUPRIYATNA Selama 15 menit, pengunjung dibawa berkeliling bendungan sambil memandang jerapah dan badak yang terdapat di bibir bendungan.

SINGAPURA, KOMPAS.com - Amazon adalah nama salah satu sungai terpanjang di dunia yang terletak di Amerika Selatan. Ekosistem flora, fauna, serta suku yang mendiami wilayah sekitar Sungai Amazon menjadi perhatian bagi para peminat wisata alam dan budaya.

Namun, tak perlu jauh-jauh ke Amerika Selatan jika ingin menikmati suasana Sungai Amazon. Di Singapura tepatnya River Safari, wisatawan bisa menikmati suasana serta aneka flora dan fauna di sungai ini.

River Safari adalah sebuah taman yang memiliki danau seluas 12 hektar yang menyajikan satwa-satwa air tawar dengan konsep serba sungai. River Safari berada di bawah naungan Wildlife Reserves Singapore (WRS) yang merupakan perusahaan induk pengelola dari Jurong Bird Park, Night Safari, Singapore Zoo dan River Safari.

Taman yang baru beroperasi pada 28 Februari 2014 itu diklaim sebagai satu-satunya dan pertama di Asia. River Safari menjadi rumah bagi satwa-satwa liar air tawar terbesar di dunia yang menyedot jumlah pengunjung hampir 1 juta orang per tahun.

KOMPAS.COM/IWAN SUPRIYATNA Pintu masuk River Safari.

Untuk sampai ke River Safari dari kawasan Singapore Zoo hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja dengan berjalan kaki. Di area ini, pengunjung wajib menelusuri deretan galeri air tawar yang menampilkan lebih dari 6.000 satwa air dari 200 spesies berbeda.

Mata pengunjung akan terperangah saat dibawa mengarungi lorong sungai Mississippi sampai ke sungai Yangtze untuk melihat satwa air liar raksasa dan ikan super besar. Pengunjung juga bisa memelajari keunikan satwa-satwa yang biasa hidup pada habitat Sungai Amazon, Sungai Mekong dan Sungai Nil.

Antara lain ikan lele raksasa Mekong yang langka, ikan dayung Mississipi, buaya yang panjangnya mencapai 3 meter dengan berat 100 kg, ikan harimau Afrika, berang-berang sungai raksasa, pari sungai raksasa, arwana Afrika, juga salamander gergaji China yang merupakan hewan amfibi terbesar di dunia.

BACA: Kenapa Orang Indonesia Masih Rajin ke Singapura?

River Safari buka setiap hari pukul 10.00 hingga 19.00 waktu setempat. Harga tiket masuknya 30 dollar Singapura untuk dewasa dan 20 dollar Singapura untuk anak-anak usia 3 sampai 12 tahun.

Puas menyelami kehidupan bawah sungai air tawar River Safari, pengunjung diajak melihat panda raksasa asal China. Panda ini tinggal dalam sebuah area seluas 1.500 meter persegi bersuhu antara 18 hingga 22 derajat celcius.

Panda tersebut diberi nama Jia Jia dan Kia Kia. Jia Jia lahir di Yaan Base of China Conservation and Research Center pada 3 September 2008. Sedangkan Kia Kia lahir pada 14 September 2007 di Wolong Giant Panda Research Center, Sichuan.

Semua mata pengunjung tertuju pada tingkah lucu dari Jia Jia dan Kia Kia. Selain berkesempatan mengabadikan momen tersebut, pengunjung juga ditawarkan beberapa produk seperti boneka, gantungan kunci sampai sendal bermotif panda di gerai cinderamata bernuansa Panda.

"Mini Amazon"

Tur berlanjut membelah bendungan menggunakan kapal penumpang terbuka dengan program wisata bernama River Safari Cruise. Selama 15 menit, pengunjung dibawa berkeliling bendungan sambil memandang jerapah dan badak yang terdapat di bibir bendungan.

Sesekali pengunjung akan mendengar raungan gajah yang kurang nampak jelas terlihat wujudnya dari kejauhan karena terhalang pepohonan yang dijaga keasriannya di sekitar bendungan.

Tarif River Safari Cruise untuk dewasa dipatok 5 dollar Singapura, untuk anak-anak dengan usia 3 hingga 12 tahun dikenakan tarif 3 dollar Singapura. Adapun jam operasional River Safari Cruise yakni dimulai sejak 9.00 sampai 16.00 waktu setempat.

KOMPAS.COM/IWAN SUPRIYATNA River Safari.

Petualangan River Safari ditutup dengan galeri pameran akuarium air tawar terbesar di dunia di area Amazon Flooded Forest. Dalam akuarium ada lebih dari 18 spesies satwa berbagai warna dan ukuran berenang dengan gemulai.

Amazon Flooded Forest didesain seperti saat hutan Amazon mengalami banjir. Pengunjung akan ditunjukan keadaan dimana hutan Amazon sedang dilanda bajir, hutan Amazon akan dipenuhi dengan satwa-satwa air tawar yang memiliki ukuran besar berenang menyusuri pepohonan-pepohonan yang terendam air.

Penulis: Iwan Supriyatna
Editor : Sri Anindiati Nursastri
TAG: