Senin, 27 Maret 2017

Travel

TAG
  • #Bromo
  • #Ridho Rhoma
  • #Pramuka
  • #Adinda Thomas

#NgopiSaraosna, Ajang Mengenal Kopi Premium dari Jawa Barat

KEMENPAR/BIRO KOMUNIKASI PUBLIK Pada Minggu (19/3/2017), sebanyak 40 pegiat kopi Jawa Barat memeriahkan #NgopiSaraosna Vol. 1 di halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung.

BANDUNG, KOMPAS.com – Pada Minggu (19/3/2017), sebanyak 40 pegiat kopi Jawa Barat memeriahkan #NgopiSaraosna Vol. 1 di halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung. Mereka juga membagikan kopi tubruk khas lahan masing-masing dengan gratis kepada pengunjung.

Acara tersebut dibuka oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan. Ia memuji kopi asal Jawa Barat yang mendapatkan predikat sebagai salah satu kopi terbaik di dunia, yaitu kopi Java Preanger dari Gunung Puntang.

”Dulu dinamakan Java Preanger Coffee yang terkenal di seluruh dunia. Kita ini punya rantai emas penyebaran kopi. Sebab, asal muasalnya dari Kenya, dan langsung dibawa ke sini (Jawa Barat) lewat jalur murni. Kalau negara lain, singgah dulu ke Yaman dan lain-lain,” papar pria yang akrab disebut Aher itu seperti dikutip dari siaran pers yang diterima KompasTravel, Senin (20/3/2017).

BACA: Menyesap Kopi Bercita Rasa Tembakau di Temanggung

Meski demikian, kejayaan kopi Jawa Barat juga sempat surut. Pada 1922, lanjutnya, kopi sempat punah karena penyakit tanaman.

"Tapi sekarang muncul kembali dan merebut gelar juara kopi terbaik dunia pada April 2016 lalu di Atlanta," tambahnya.

Dengan gamblang Aher menjelaskan manfaat kopi bagi tubuh, dengan catatan kopi dikonsumsi secara benar.

”Kopi yang sehat itu kopi yang digiling, bukan digunting," imbuhnya. 

BACA: Menyeruput Kopi di Garasi Mobil Ali Sadikin

Sementara itu, salah satu legenda kopi Kota Bandung yakni Widya Pratama menilai bahwa perkembangan kopi asal Jawa Barat sudah sangat baik dalam 10 tahun terakhir. Terbukti dengan banyaknya penghargaan yang serta pengakuan dunia pada kopi dari Jawa Barat.

”Variasinya makin banyak. Tinggal ditekuni dengan baik, jangan ada hanya karena musim,” tandas pria yang juga pemilik Kopi Aroma di kawasan Jalan Braga, Kota Bandung itu.

BACA: Kopi Arab yang Anomali

Sementara itu, pegiat Kopi Puntang sebagai insiator acara, Ayi Sutedja mengatakan bahwa gelaran ini memang dikhususkan untuk membangkitkan lagi budaya meminum kopi di masyarakat Jawa Barat.

"Jawa Barat penghasil kopi kualitas premium, tapi sayang sekali masyarakat Jabar banyak yang tidak mengetahui kalau kopi asli Jabar itu mendapat pengakuan di tingkat internasional," papar pria yang pernah menyabet juara pertama di Atlanta tersebut.

Penulis: Sri Anindiati Nursastri
Editor : Sri Anindiati Nursastri
TAG: