Bendera Sepanjang 4 Kilometer Dikibarkan di Jembatan Merah Putih Ambon - Kompas.com

Bendera Sepanjang 4 Kilometer Dikibarkan di Jembatan Merah Putih Ambon

Kontributor Ambon, Rahmat Rahman Patty
Kompas.com - 12/08/2017, 13:46 WIB
Ketua Organization Comite Festival Jembatan Merah Putih (FJMP) 2017, Muhamad Iksan Tualeka saat memberikan keterangan kepada wartawan terkait pelaksanaan Festival JMP di Ambon, Maluku, Jumat (11/8/2017) sore.KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTY Ketua Organization Comite Festival Jembatan Merah Putih (FJMP) 2017, Muhamad Iksan Tualeka saat memberikan keterangan kepada wartawan terkait pelaksanaan Festival JMP di Ambon, Maluku, Jumat (11/8/2017) sore.

AMBON, KOMPAS.com - Untuk pertama kalinya Festival Jembatan Merah Putih (FJMP) 2017 bakal segera diselenggarakan di Kota Ambon, Maluku. Kegiatan yang diselenggarakan untuk mempromosikan pariwisata di Maluku itu akan dipusatkan di Jembatan Merah Putih Ambon.

Selain bertujuan mempromosikan pariwisata di Maluku, kegiatan yang mengusung tema ‘Merajut Merah Putih, Merawat Kebhinekaan’ itu juga bertujuan untuk memperkokoh nilai kebangsaan dan kebhinekaan sesama anak bangsa di Maluku.

Sejumlah pihak akan terlibat langsung dalam festival itu seperti Empower Youth Indonesia (EYI) Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) 56 dan Insight of Indonesia (IOI) dan juga Kamar Dagang Indonesia (Kadin).

(BACA: Melihat Bali di Maluku Tenggara)

Kegiatan itu juga akan didukung oleh Pemerintah Provinsi Maluku, Kodam XVI Pattimura, Polda Maluku dan Universitas Pattimura Ambon.

Muhamad Iksan Tualeka, Ketua Organization Committee FJMP 2017 mengunguraikan sejumlah rangkaian kegiatan akan digelar dalam festival tersebut, mulai dari pembentangan bendera Merah Putih di atas jembatan terpanjang di Indonesia timur, talk show pariwisata, seni dan budaya, pemutaran film hingga diskusi tentang pariwisata dan kebangsaan.

(BACA: Wisata Bahari dan Seni Budaya Jadi Fokus Pariwisata Kota Ambon)

“Pelaksanaan FJMP 2017 akan dipusatkan di Jembatan Merah Putih bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Provinsi Maluku tanggal 19 Agustus 2017,” kata Iksan dalam acara konferensi pers di Ambon, Jumat (11/8/2017) sore.

Patung pahlawan nasional Martha Christina Tiahahu di Karang Panjang, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Maluku, Senin (25/6/2012).KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Patung pahlawan nasional Martha Christina Tiahahu di Karang Panjang, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Maluku, Senin (25/6/2012).
Dia menjelaskan khusus untuk kegiatan pembentangan bendera Merah Putih di sepanjang Jembatan Merah Putih Ambon akan melibatkan ribuan pemuda, pelajar dan mahasiswa di Kota Ambon.

Dalam kegiatan itu bendera yang dibentangkan secara berjejer akan dijahit secara bersamaan untuk menyambungkan bendera tersebut.

“Jadi nanti dijahit waktunya itu secara bersamaan dan kita beri waktu 10-15 menit. Yang jahit itu perempuan. Mengapa perempuan? Karena bendera pusaka kita dijahit oleh seorang perempuan bernama Fatmawati,” ujarnya.

Iksan mengungkapkan bendera Merah Putih yang akan dibentangkan itu merupakan sumbangan dari berbagai pihak seperti perwakilan organisasi pemuda, pemerintah daerah TNI/Polri dan sejumlah pihak lainnya.

Saat ini sudah terkumpul 4.000 meter bendera Merah Putih yang siap dibentangkan di sepanjang sisi kiri dan kanan jembatan tersebut.

Dia mengatakan pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pihak Museum Rekor Dunia-Indonesia (Muri) dan acara itu bakal masuk dalam rekor Muri.

Jembatan Merah Putih AmbonPusat Komunikasi Publik Kementerian PUPR Jembatan Merah Putih Ambon
Menurut Iksan kegiatan yang didukung penuh Pemprov Maluku itu selain sebagai upaya untuk mempromosikan pariwisata di Maluku juga untuk menumbuhkan semangat nasionalisme dan cinta tanah air bagi seluruh pemuda dan warga di Maluku.

Artis Jane Shalimar yang ikut dalam konferensi pers itu mengaku potensi pariwisata di Maluku sangatlah potensial. Ia mengaku kagum terhadap indahnya laut yang ada di Maluku.

“Saya pernah menyelam di beberapa daerah tapi saya lebih tertarik dengan dengan pantai di Maluku, sangat indah dan alami,” ujarnya.

Jane mengaku selain menjadi bagian dari bulan peringatan HUT RI, kegiatan tersebut diharapkan menjadi acara yang mampu menggairahkan peningkatan sektor pariwisata di kawasan Indonesia timur khususnya di Maluku.

Sementara Perwakilan Parfi 56, Wanda Hamidah mengatakan pihaknya ikut terlibat dalam kegiatan tersebut untuk mendorong Pemprov Maluku dalam mengembangkan sektor pariwisata agar lebih maju lagi.

“Kita berharap semua ikhtiar yang dilakukan dapat menjadi momentum untuk kemajuan pariwisata di Maluku. Apalagi sebagai orang yang berdarah Maluku saya memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan kontribusi terhadap daerah ini,” paparnya.

Anak-anak bermain bola di tepi Pantai Natsepa, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Sabtu (22/6/2013). Pantai Natsepa merupakan salah satu lokasi wisata di Kota Ambon dan Maluku Tengah yang banyak dikunjungi, terutama saat liburan sekolah.KOMPAS/RADITYA HELABUMI Anak-anak bermain bola di tepi Pantai Natsepa, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Sabtu (22/6/2013). Pantai Natsepa merupakan salah satu lokasi wisata di Kota Ambon dan Maluku Tengah yang banyak dikunjungi, terutama saat liburan sekolah.
Mewakili Gubernur Maluku, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Saleh Thio mengaku bangga dan mengapresiasi kegiatan yang akan dilaksanakan bertepatan dengan HUT Provinsi Maluku itu.

“Kami sangat bangga dan berterima kasih kepada semua pihak yang akan menggelar festival ini, kegiatan ini patut diapresiasi oleh semua masyarakat Maluku,” katanya.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisKontributor Ambon, Rahmat Rahman Patty
EditorI Made Asdhiana
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM