Kata Generasi X, Y, dan "Baby Boomers" Soal Main Medsos Saat Liburan - Kompas.com

Kata Generasi X, Y, dan "Baby Boomers" Soal Main Medsos Saat Liburan

Silvita Agmasari
Kompas.com - 15/11/2017, 20:05 WIB
Wisatawan Nusantara berspeedboat menuju ke Pulau Kanawa sebagai salah satu tujuan wisata pantai terbaik di Manggarai Barat, NTT. Juga Pulau Kanawa sangat baik untuk menyelam dan snorkling. Pulau ini selalu dikunjungi wisatawan mancanegara dan Nusantara untuk menghabiskan liburan, Jumat (12/5/2017). KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR Wisatawan Nusantara berspeedboat menuju ke Pulau Kanawa sebagai salah satu tujuan wisata pantai terbaik di Manggarai Barat, NTT. Juga Pulau Kanawa sangat baik untuk menyelam dan snorkling. Pulau ini selalu dikunjungi wisatawan mancanegara dan Nusantara untuk menghabiskan liburan, Jumat (12/5/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Platform travel niaga Travelport merilis survei bahwa turis Indonesia berada di posisi ketiga wisatawan yang mengandalkan akses digital saat liburan. Survei tersebut dilakukan terhadap 11.000 responden di 19 negara, dengan rentan usia 19-55 tahun.

Menariknya, dalam survei itu dipaparkan bahwa media sosial ternyata memiliki peranan penting dalam proses perencanaan wisatawan Indonesia.

Ada 93 persen responden yang megandalkan foto dan video teman di media sosial sebagai bagian dari riset perencanaan wisata di waktu mendatang.

Baca juga : Wisatawan Indonesia Peringkat 3 Paling Melek Digital di Dunia

KompasTravel mencoba bertanya kepada wisatawan yang diwakili dari generasi X, Y, dan baby boomers mengenai pentingnya media sosial dalam perencanaan berwisata dan saat berwisata. Baby boomers adalah sebutan bagi orang yang lahir antara tahun 1954-1964, sebelum generasi X.

"Biasanya terinspirasi dari foto orang-orang di Instagram, kalau lihat foto biasanya baru baca artikel (atau penelusuran lebih lanjut)," kata Adinda (23).

Saat berwisata Adinda yang mewakili generasi milennial mengaku tak dapat lepas dari media sosial.

"Jangankan jalan-jalan, kita keseharians aja tidak bisa lepas dari ngepost IG Story misalnya," kata Adinda.

Kusumaatmaja (39) mewakili generasi X, juga menyebutkan terinspirasi oleh Instagram untuk berwisata.

"Lebih sering lihat fotonya misal bagus nggak tempat wisatanya, hotelnya. Kadang sampai follow orangnya bias bisa tahu," kata Kusumaatmaja.

Obyek wisata Pura Ulun Danu, Danau Beratan, Bedugul, Kabupaten Tabanan, Bali, masih menjadi salah satu favorit kunjungan wisatawan domestik dan asing, seperti terlihat pada Kamis (22/12/2016). Pada musim liburan, jumlah kunjungan bisa mencapai 2.000 orang per hari.KOMPAS/AYU SULISTYOWATI Obyek wisata Pura Ulun Danu, Danau Beratan, Bedugul, Kabupaten Tabanan, Bali, masih menjadi salah satu favorit kunjungan wisatawan domestik dan asing, seperti terlihat pada Kamis (22/12/2016). Pada musim liburan, jumlah kunjungan bisa mencapai 2.000 orang per hari.

Bedanya dengan Adinda, saat berwisata Kusumaatmaja mengandalkan media sosial sebagai acuan berwisata tak sekedar eksis. Sebab ia harus tahu informasi lebih detail mengenai tempat wisata yang dikunjungi apakah cocok untuk wisata keluarga.

"Nggak terlalu sering nge-post foto kecuali memang ada yang bagus fotonya," sebut Kusumaatmaja.

Sedangkan seorang turis generasi baby boomers berusia 54 tahun menyebutkan media sosial tidak menjadi sumber inspirasi untuk berwisata. Surat kabar dan televisi menjadi media yang menginspirasi untuk berwisata.

"Kalau berwisata, media sosial penting untuk sekedar tahu, tidak untuk acuan. Kadang waktu berwisata masih update media sosial, biasanya malam atau ketemu WiFi. Kalau tidak bisa, masih bisa besok," sebut Eduardo (bukan nama sebenarnya).

Baca juga : Inikah 10 Ciri Wisatawan Muslim Milenial?

Menariknya, meski media sosial memiliki peranan yang cukup besar dalam perencanaan wisata, responden Travelport masih berkonsultasi dengan pejalan profesional. Ada 84 persen responden yang bertanya kepada pejalan profesional seperti untuk menyusun perjalanan mereka.

"Wisatawan masih menghargai saran dari konsultan traveler meski di sisi lain mereka mengandalkan platform online. Jadi baik Online Travel Agent maupun agen perjalanan konvensional masih tetap berjalan di Indonesia," sebut Managing Director Asia Pacific Travelport, Mark Meehan di acara jumpa pers di Plataran Menteng, Jakarta, Selasa (14/11/2017).

********************

Mau paket wisata gratis ke Thailand bersama 1 (satu) orang teman? Ikuti kuis kerja sama Omega Hotel Management dan Kompas.com dalam CORDELA VACATION pada link INI. Hadiah sudah termasuk tiket pesawat (PP), penginapan, dan paket tur di Bangkok.

PenulisSilvita Agmasari
EditorSri Anindiati Nursastri
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM